Minggu, 31 Oktober 2021

Anjuran Shalat Qabliyah Jum'at

 


عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ وَالنَّبِىُّ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ النَّاسَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَقَالَ أَصَلَّيْتَ يَا فُلاَنُ. قَالَ لاَ . قَالَ قُمْ فَارْكَعْ

Dari Jabir bin Abdullah berkata, Seorang laki-laki datang saat Nabi saw  sedang memberikan khutbah di hadapan orang banyak pada hari Jum'at. Beliau lalu bertanya : Wahai fulan, apakah kamu sudah shalat? Orang itu menjawab, Belum.  Maka beliau bersabda : Bangun dan shalatlah. (H. R. Bukhari no. 930)

Serial Ilmu Tajwid, Cara Membaca Nun Kecil (Nun Iwadh, Nun Washal)

 


Cara Membaca Nun Kecil

 (Nun Wiqayah, Nun Iwadh, Nun Washal)

 dalam Al-Qur'an

Nun kecil ini terjadi atau muncul bila lafadz yang berharakat tanwin bertemu dengan :

1. lafadz yang memiliki Al-Ta'rif ( ال ) baik disukun maupun bertasydid,

2. Lafadz yang bertasdid

3. Lafadz yang bersukun (mati)

Mengingat nun washal tersebut belum ada harakatnya, maka cara memberi harakatnya dengan mengikuti kaidah sebagai berikut :

إِذَا كَانَ اْلحَرْفُ السَّاكِنُ اِنْ حُرِّكَ فَحُرِّكَ بِالكَسْرَةِ 

Apabila ada huruf mati, kemudian ingin dihidupkan, maka hidupkanlah dengan kasrah

Sebagai contoh :

اَوْلَهْوًا انْفَضُّوْا-- سُوْرَةْ اَلْجُمُعَةْ(62)-- اَيَةْ 11

اَوْلَهْوًا انْفَضُّوْا               Tulisan dalam Al-Qur'an

اَوْلَهْوَنْ انْفَضُّوْا     Cara membaca sesuai dengan tulisan dalam Al-Qur'an       

Sesuai dengan kaidah di atas, lafadz yang bersukun (mati) bertemu dengan Lafadz yang bersukun (mati), maka untuk menghidupkannya yaitu dengan harakat kasrah.

Jadi cara membacanya adalah huruf wawu nya dibaca pendek dan huruf nun nya di kasrah :

اَوْلَهْوَنِ انْفَضُّوْا

bukan

اَوْلَهْوَنْ انْفَضُّوْا    atau   اَوْلَهْوَانِ انْفَضُّوْا

مِنْ يَّوْمِ الْجُمُعَةِ

Hati-hati cara bacanya, dalam lafadz JUMU'ATI,  huruf 'ain nya berharakat dhammah bukan sukun

 مِنْ يَّوْمِ الْجُمْعَةِ    bacanya bukan


Sabtu, 30 Oktober 2021

Bacaan Ta'awudz dan Basmalah Lengkap Arab, Latin dan Artinya

 


ta’awwudz merupakan bentuk permohonan perlindungan diri kepada Alloh subhanahu wata’ala, dan hal ini termasuk bagian dari ibadah. Karena pada hakikatnya hanya Alloh subhanahu wata’ala yang dapat melindungi seorang hamba dari godaan setan yang terkutuk.


Oleh sebab itu ta’awudz tidak boleh ditujukan kepada selain Alloh subhanahu wata’ala. Karena menunjukkan ibadah kepada selain Alloh subhanahu wata’ala adalah kesyirikan.

Orang yang baik tauhidnya akan senantiasa merasa khawatir kalau-kalau dirinya terjerumus ke dalam kesyirikan.


Ta’awwudz merupakan bentuk permohonan perlindungan diri kepada Alloh subhanahu wata’ala, dan hal ini termasuk bagian dari ibadah. Karena pada hakikatnya hanya Alloh subhanahu wata’ala yang dapat melindungi seorang hamba dari godaan setan yang terkutuk.


Oleh sebab itu ta’awudz tidak boleh ditujukan kepada selain Alloh subhanahu wata’ala. Karena menunjukkan ibadah kepada selain Alloh subhanahu wata’ala adalah kesyirikan.

Orang yang baik tauhidnya akan senantiasa merasa khawatir kalau-kalau dirinya terjerumus ke dalam kesyirikan.


Ini menunjukkan bahwa tauhid yang kokoh akan menjadikan kelezatan di dalam hati kaum mukminin. Orang-orang yang bisa merasakan kelezatannya hanyalah mereka yang benar-benar memahami makna-maknanya.


Harus diketahui bahwa setan yang berusaha menyesatkan umat manusia ini terdiri dari golongan jin dan manusia. Hal ini sebagaimana disebutkan Alloh subhanahu wata’ala di dalam ayat berikut:


وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوّاً شَيَاطِيْنَ الْإِنْسِ وَالْجِنِّ يُوْحِي بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُوْرًا

Demikianlah Kami jadikan musuh bagi setiap nabi berupa setan dari golongan manusia dan jin. Sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain ucapan-ucapan yang indah untuk memperdaya manusia. (Q.S. 6 Al An'aam 112)

kita disunnahkan membaca taawudz disetiap memulai pekerjaan, utamanya ibadah seperti senelum melaksanakan shalat juga saat mau membaca al-qur'an, dalam Surat An-Nahl ayat 98 disebutkan

فَاِذَا قَرَأْتَ الْقُرْاٰنَ فَاسْتَعِذْ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطٰنِ الرَّجِيْمِ

Maka apabila engkau (Muhammad) hendak membaca Al-Qur’an, mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk. (Q.S. 16 Al Nahl 98)

 sedangkankan Basmalah atau bismilah disebut juga bacaan tasmiyah. Basmalah merupakan kalimat yang terdapat di setiap awal surat dalam Al-Qur’an, kecuali Surat At-Taubah

Basmalah termasuk kalimat thayyibah yang biasa dibaca sebelum memulai perbuatan baik, sehingga apa yang dikerjakan akan bernilai ibadah dan diniatkan untuk mengharap ridha dari Allah swt.

Dalam hadits disebutkan, apabila setiap perkara yang baik tidak diawali dengan membaca basmalah maka akan terputus,maksudnya adalah terputus dari rahmad Allah


اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

A'UUDZU BILLAAHI MINASY SYAITHOONIR ROJIIM, BISMILLAHIR ROCHMAANIR ROCHIIM

Aku berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk. Dengan menyebut   nama Allah Yang Maha Pengasih


Bacaan Dua Kalimat Syahadat Lengkap Arab, Latin dan Artinya


 

Syahadat adalah ucapan, janji dan komitmen awal sekaligus kunci pembuka bagi setiap orang yang ingin menyatakan dirinya muslim. Jika ada orang yang terpanggil hatinya untuk memeluk agama Islam, terlebih dahulu ia dituntun untuk mengucapkan dua kalimah syahadat

Ingin menjadi muslim? Maka bersyahadatlah. Ketika Rasulullah Saw, mengutus Muadz Bin Jabal ra ke Yaman, Rasulullah saw menyampaikan “Apabila engkau datang kepada mereka, ajaklah mereka untuk mempersaksikan bahwasanya tiada Tuhan yang patut disembah kecuali Allah swt dan bahwasanya Muhammad itu adalah utusannya

Dua kalimah syahadat adalah salah satu rukun dari lima rukun Islam. Selain sebagai rukun juga menjadi asaz dan inti utama aqidah Islam. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Umar bin Khattab ra, Rasulullah pernah ditanya oleh seseorang “Ya Muhammad, apakah Islam itu?” Nabi menjawab bahwa “Islam itu, engkau bersaksi bahwa tiada Tuhan kecuali Allah swt dan bahwasanya Muhammad itu utusan Allah swt, engkau menegakkan shalat, engkau mengeluarkan zakat, engkau berpuasa pada bulan Ramadhan dan engkau melaksanakan haji apabila mampu menjalankannya


أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ  إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLOOH

WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR ROSUULULLOOH

Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah


Rahasia dan pelajaran dari semut saat berpapasan

 

Setiap kali kita memperhatikan gerak-gerik semut saat mereka berjalan beriringan, maka kita sering melihat saat bertemu semut lain yang bergerak berlawanan arah, mereka akan berhenti sejenak seperti sedang menyapa teman semutnya itu, mereka melakukannya pada semua semut satu-persatu tanpa terkecuali

Sama seperti manusia, jika bertemu seseorang yang kita kenal, maka kita akan berhenti sebentar menyapanya. Semut pun melakukannya, hanya saja mereka melakukannya kepada semua semut yang mereka jumpai

Semut itu hidup dalam satu koloni, jadi ia sudah terbiasa hidup, berkembang biak, dan menghabiskan seluruh hidupnya di sekitar sarang yang biasanya berisi ribuan semut. Selain itu, semut juga tidak dapat melihat. Mereka melakukan berbagai kebiasaan dan aktivitas di dalam kegelapan. Sangat penting bagi mereka untuk bekerja sama dengan semut yang berada dalam satu koloni agar dapat membantu  mengarahkan atau menentukan banyak hal.

Karena itu, ketika dua semut bertabrakan atau saling berpapasan, mereka akan mendekatkan kepala mereka satu sama lain untuk memastikan mereka termasuk dalam koloni yang sama atau tidak. Nah, jika tidak, keadaannya akan berbeda. Semut memiliki penciuman yang baik, karena itu mereka sangat baik dalam mendeteksi penyusup. Jika berpapasan dengan semut dari koloni yang berbeda, keduanya akan segera mundur dan segera menyelamat diri

Karena itu, ketika dua semut bertabrakan atau saling berpapasan, mereka akan mendekatkan kepala mereka satu sama lain untuk memastikan mereka termasuk dalam koloni yang sama atau tidak. Nah, jika tidak, keadaannya akan berbeda. Semut memiliki penciuman yang baik, karena itu mereka sangat baik dalam mendeteksi penyusup. Jika berpapasan dengan semut dari koloni yang berbeda, keduanya akan segera mundur dan segera menyelamat diri.

Karena itu, ketika dua semut bertabrakan atau saling berpapasan, mereka akan mendekatkan kepala mereka satu sama lain untuk memastikan mereka termasuk dalam koloni yang sama atau tidak. Nah, jika tidak, keadaannya akan berbeda. Semut memiliki penciuman yang baik, karena itu mereka sangat baik dalam mendeteksi penyusup. Jika berpapasan dengan semut dari koloni yang berbeda, keduanya akan segera mundur dan segera menyelamat diri

Semut ternyata juga memiliki cara sendiri untuk berinteraksi sosial. Kekurangan mereka dalam hal penglihatan tak lantas membuatnya kesulitan untuk bertahan hidup. Mereka memanfaatkan indera penciuman saat ingin mengenali temannya. Maka perilaku semut ini jadi penting agar terhindar dari penyusup atau ancaman anggota lain di luar koloninya

Salah satu cara semut untuk bertahan hidup adalah dengan mendapatkan makanan dengan cara gotong-royong. Semut terbiasa membagi-bagi tugas mereka, seperti ada yang bertugas untuk mencari makan dan membawanya ke sarang. Mereka membagikan makanan tersebut dengan cara memindahkan makanan dari mulut semut yang satu ke mulut semut lainnya yang berada di satu koloni. Nah, ketika satu semut kelaparan dan tidak memiliki makanan lalu mereka berpapasan dengan semut lain, mereka akan menyenggol temannya itu dengan antena yang ada di kepala. Jika si teman memang memiliki makanan cadangan, maka ia akan dengan senang hati memberikan makanan itu kepada semut yang sedang kelaparan itu

Dari kebiasaan semut yang unik ini,  yaitu ketika dua semut bertabrakan atau saling berpapasan, mereka akan mendekatkan kepala mereka satu sama lain dapat kita ambil pelajan :

1. Bila kita bertemu sesama saudara kita hendaklah bemberi salam, dalam hadits disebutkan

عَنْ أَبِى أُمَامَةَ قَالَ قِيْلَ يَا رَسُوْلَ اللهِ الرَّجُلاَنِ يَلْتَقِيَانِ أَيُّهُمَا يَبْدَأُ بِالسَّلاَمِ ؟ فَقَالَ  أَوْلاَهُمَا بِاللهِ

Dari Abu Umamah ra, berkata : Wahai Rasulullah, dua orang laki-laki bertemu, manakah yang mendahului salam ? Rasul menjawab : Yang lebih dekat kepada Allah Ta’ala. (H. R. Tirmidzi no. 2910).

2. Bersalaman atau berjabat tangan, dalam hadits disebutkan :

عَنِ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصَافَحَانِ إِلاَّ غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ أَنْ يَتَفَرَّقَا

Dari Barra bin  bin Azib ia berkata, Rasulullah saw bersabda : Tidaklah dua orang muslim bertemu, kemudian keduanya bersalaman (berjabat tangan), kecuali diampuni dosa keduanya sebelum mereka berpisah. (H. R. Ibnu Majah no. 3734)

3. Saling berbagi rezeki terutama kepada kerabat dekat, dalam hadits disebutkan :

عَنْ سَلْمَانَ بْنِ عَامِرٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الصَّدَقَةَ عَلَى الْمِسْكِيْنِ صَدَقَةٌ وَعَلَى ذِي الرَّحِمِ اثْنَتَانِ صَدَقَةٌ وَصِلَةٌ

Dari Salman bin Amir, dari Nabi saw belia bersabda : Sesungguhnya sedekah kepada orang miskin pahalanya satu sedekah, sedangkan sedekah kepada kerabat pahalanya dua; pahala sedekah dan pahala menjalin hubungan kekerabatan. (H. R.Nasa'i no. 2581)

Senin, 25 Oktober 2021

Duduk Di antara Dua Khutbah Jum'at

 


عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِىَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ كَانَ النَّبِىُّ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ قَائِمًا ثُمَّ يَقْعُدُ ثُمَّ يَقُوْمُ ، كَمَا تَفْعَلُوِنَ اْلآنَ

Dari Ibnu Umar rhma, ia berkata, Rasulullah saw berkhuthbah sambil berdiri, kemudian duduk lalu berdiri kembali seperti yang kalian lakukan di zaman sekarang ini. (H. R. Bukhari no. 920)

Adzan Dua Kali dalam Shalat Jum'at

 


عَنِ السَّائِبِ بْنِ يَزِيْدَ قَالَ كَانَ النِّدَاءُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوَّلُهُ إِذَا جَلَسَ اْلإِمَامُ عَلَى الْمِنْبَرِ عَلَى عَهْدِ النَّبِىِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبِى بَكْرٍ وَعُمَرَ رَضِىَ اللهُ عَنْهُمَا فَلَمَّا كَانَ عُثْمَانُ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ وَكَثُرَ النَّاسُ زَادَ النِّدَاءَ الثَّالِثَ عَلَى الزَّوْرَاءِ

Dari As-Sa'ib bin Yazid berkata, Adzan panggilan shalat Jum'at pada mulanya dilakukan ketika imam sudah duduk di atas mimbar. Hal ini dipraktekkan sejak zaman Nabi saw, Abu Bakar dan Umar rhma. Ketika masa Utsman ra dan manusia sudah semakin banyak, maka dia menambah adzan ketiga di Az-Zaura'. Abu Abdullah berkata :Az-Zaura' adalah bangunan yang ada di pasar di Kota Madinah. (H. R. Bukhari no. 912)

Anjuran Mandi Sebelul Berangkat Shalat Jum'at

 


عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ عُمَرَ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ بَيْنَمَا هُوَ يَخْطُبُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ إِذْ دَخَلَ رَجُلٌ فَقَالَ عُمَرُ لِمَ تَحْتَبِسُوْنَ عَنِ الصَّلاَةِ فَقَالَ الرَّجُلُ مَا هُوَ إِلاَّ سَمِعْتُ النِّدَاءَ تَوَضَّأْتُ . فَقَالَ أَلَمْ تَسْمَعُوا النَّبِىَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا رَاحَ أَحَدُكُمْ إِلَى الْجُمُعَةِ

Dari Abu Hurairah bahwa Umar ra ketika berdiri memberikah khuthbah pada hari Jum'at, tiba-tiba ada seorang laki-laki masuk (Masjid). Umar lalu bertanya, Kenapa anda terlambat shalat? Laki-laki itu menjawab : Aku tidak tahu hingga aku mendengar adzan, maka aku pun hanya berwudlu. Maka Umar berkata : Bukankah kamu sudah mendengar bahwa Nabi bersabda : Jika salah seorang dari kalian berangkat shalat jum'at hendaklah mandi. (H. R. Bukhari no. 882)

Doa Untuk Membalas Kebaikan

 


عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ صُنِعَ إِلَيْهِ مَعْرُوفٌ فَقَالَ لِفَاعِلِهِ جَزَاكَ اللهُ خَيْرًا فَقَدْ أَبْلَغَ فِى الثَّنَاءِ.

Dari Usamah bin Zaid ia berkata, Rasulullah saw bersabda : Barang siapa yang diperlakukan dengan baik kemudian dia mengucapkan : JAZAAKALLOOHU KHOIRON (Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), maka sungguh dia telah memberikan pujian yang terbaik. (H. R. Tirmidzi no. 2167 dan Ibnu Hibban no. 3413)

Allah Akan Murka Bila Kita Tidak Berdoa

 


عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ لَمْ يَدْعُ اللهَ غَضِبَ اللهُ عَلَيْهِ

Dari Abu Hurairah dia berkata, Rasulullah saw bersabda : Barang siapa yang tidak berdo`a kepada Allah, maka Allah akan murka kepadanya. (H. R. Ahmad no. 9970 dan Ibnu Majah no. 3959)

Minggu, 10 Oktober 2021

Serial Ilmu Tajwid, Hu dan Hi yang di Baca Pendek dan Panjang

 


kaidah-kaidah dalam bahasa Arab harus sesuai dengan kaidah-kaidah tulisan dalam Al-Qur'an, bukan sebaliknya,

Pengganti dhomir (kata ganti ) هُوَ yaitu هُ atau هِ

1. Bila sebelum hu dan hi ada huruf yang berharokat, maka hu dan hi harus dibaca panjang, contoh :

أَنَّه۫  عِنْدَه۫     لَه۫     رَسُوْلَه۫     قَوْمَه۫     عِنْدِه۪      لِه۪      بِه۪     رُسُلِه۪

hu dan hi harus dibaca panjang karena sebelum hu dan hi ada huruf yang berharokat, kecuali setelah hu atau hi ada  huruf yang disukun atau ditasdid maka harus dibaca pendek, contoh :

لَهُ الْعَذَابُ      نَفْسَهُ ابْتِغَاءَ       مِنْ قِبَلِهِ الْعَذَابُ     مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّيْنَ     فِيْهِ الرَّحْمَةُ

 2. Bila hu dan hi sebelumnya ada huruf yang disukun maka harus dibaca pendek, contoh :

مِنْهُ    عَنْهُ     وَارْحَمْهُ     عَلَيْهِ     اِلَيْهِ     فِيْهِ

kecuali di Qur'an itu hanya satu fihi  yang hi nya panjang, yaitu di surat Al-Furqan ayat 69 :

يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيْه۪ مُهَانًا


Rabu, 06 Oktober 2021

Doa Sebelum bekerja atau beraktivitas Lengkap Arab, Latin dan Artinya

 


اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

A'UUDZU BILLAAHI MINASY SYAITHOONIR ROJIIM, BISMILLAHIR ROCHMAANIR ROCHIIM

Aku berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk. Dengan menyebut   nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

 

Umat Islam dianjurkan untuk senantiasa mengucapkan doa dalam setiap kesempatan, tak terkecuali saat memulai pekerjaan. Doa adalah usaha batin agar segala hal yang dilakukan menjadi berkah serta memenuhi tujuan yang diinginkan.

Abu Dzar al-Ghifari pernah berkata : Doa itu melengkapi amal kebajikan, sebagaimana garam melengkapi makanan.

Orang yang senantiasa berdoa sebelum memulai pekerjaan adalah wujud sikap mengakui kekuasaan Allah SWT. Dengan berdoa, Allah akan menyertai, membimbing, dan melindungi setiap aktivitas yang kita  dilakukan. Sebaliknya, jika aktivitas yang  tidak diawali dengan doa, maka setan pun turut serta di dalamnya dan mereka akan ikut campur terhadap hasil pekerjaan kita.

Selasa, 05 Oktober 2021

Bacaan Dua Kalimat Syahadat Lengkap Arab, Latin dan Artinya

 


أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ  إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLOOH

WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR ROSUULULLOOH

Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah.  Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah

Syahadat adalah ucapan, janji dan komitmen awal sekaligus kunci pembuka bagi setiap orang yang ingin menyatakan dirinya muslim. Jika ada orang yang terpanggil hatinya untuk memeluk agama Islam, terlebih dahulu ia dituntun untuk mengucapkan dua kalimah syahadat

Ingin menjadi muslim? Maka bersyahadatlah. Ketika Rasulullah Saw, mengutus Muadz Bin Jabal ra ke Yaman, Rasulullah saw menyampaikan “Apabila engkau datang kepada mereka, ajaklah mereka untuk mempersaksikan bahwasanya tiada Tuhan yang patut disembah kecuali Allah swt dan bahwasanya Muhammad itu adalah utusannya

Dua kalimah syahadat adalah salah satu rukun dari lima rukun Islam. Selain sebagai rukun juga menjadi asaz dan inti utama aqidah Islam. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Umar bin Khattab ra, Rasulullah pernah ditanya oleh seseorang “Ya Muhammad, apakah Islam itu?” Nabi menjawab bahwa “Islam itu, engkau bersaksi bahwa tiada Tuhan kecuali Allah swt dan bahwasanya Muhammad itu utusan Allah swt, engkau menegakkan shalat, engkau mengeluarkan zakat, engkau berpuasa pada bulan Ramadhan dan engkau melaksanakan haji apabila mampu menjalankannya

Senin, 04 Oktober 2021

Sikap Kita Bila Menemukan Barang

 


عَنْ يَزِيدَ مَوْلَى الْمُنْبَعِثِ أَنَّهُ سَمِعَ زَيْدَ بْنَ خَالِدٍ الْجُهَنِىَّ صَاحِبَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ سُئِلَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ اللُّقَطَةِ الذَّهَبِ أَوِ الْوَرِقِ فَقَالَ اعْرِفْ وِكَاءَهَا وَعِفَاصَهَا ثُمَّ عَرِّفْهَا سَنَةً فَإِنْ لَمْ تَعْرِفْ فَاسْتَنْفِقْهَا وَلْتَكُنْ وَدِيعَةً عِنْدَكَ فَإِنْ جَاءَ طَالِبُهَا يَوْمًا مِنَ الدَّهْرِ فَأَدِّهَا إِلَيْهِ. وَسَأَلَهُ عَنْ ضَالَّةِ اْلإِبِلِ فَقَالَ مَا لَكَ وَلَهَا دَعْهَا فَإِنَّ مَعَهَا حِذَاءَهَا وَسِقَاءَهَا تَرِدُ الْمَاءَ وَتَأْكُلُ الشَّجَرَ حَتَّى يَجِدَهَا رَبُّهَا. وَسَأَلَهُ عَنِ الشَّاةِ فَقَالَ خُذْهَا فَإِنَّمَا هِىَ لَكَ أَوْ لأَخِيْكَ أَوْ لِلذِّئْبِ

Dari Yazid -bekas budak Al Munba'its- bahwa dia mendengar Zaid bin Khalid Al Juhani salah seorang sahabat Rasulullah saw berkata, Rasulullah saw pernah ditanya mengenai barang temuan yang berisi emas atau perak. Maka beliau bersabda : Kenalilah wadah dan talinya, kemudian umumkanlah selama setahun, apabila pemiliknya tidak datang untuk mengenalinya, maka -untuk sementara waktu- kamu boleh memanfaatkan, dan itu sebagai barang titipan untukmu. Seandainya di suatu hari pemiliknya datang mencari barang tersebut, maka berikanlah barang tersebut kepadanya. Lalu dia bertanya menegani temuan unta, maka beliau balik bertanya kepada dia : Apa urusanmu dengan unta yang hilang? Biarkanlah unta itu pergi, karena ia membawa sepatu (punya kaki) dan wadah airnya sendiri. Ia dapat mendatangi mata air dan makan dedaunan sampai ia bertemu pemiliknya. Orang itu bertanya lagi mengenai temuan kambing, beliau menjawab : Ambillah ia, mungkin ia dapat menjadi milikmu atau milik saudaramu atau bahkan menjadi milik serigala. (H. R. Muslim no. 4599)

Jumat, 01 Oktober 2021

Ucapan Membalas Kebaikan


عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ صُنِعَ إِلَيْهِ مَعْرُوفٌ فَقَالَ لِفَاعِلِهِ جَزَاكَ اللهُ خَيْرًا فَقَدْ أَبْلَغَ فِى الثَّنَاءِ.

Dari Usamah bin Zaid ia berkata, Rasulullah saw bersabda : Barang siapa yang diperlakukan dengan baik kemudian dia mengucapkan : JAZAAKALLOOHU KHOIRON (Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), maka sungguh dia telah memberikan pujian yang terbaik. (H. R. Tirmidzi no. 2167 dan Ibnu Hibban no. 3413)