Tampilkan postingan dengan label Masalah Umum Dalam Agama 2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Masalah Umum Dalam Agama 2. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Januari 2016

Masalah umum dalam agama Islam 2

1.   Pengaruh makanan syubhat dan haram
2.   Manfaat diam
3.   Berpakaian yang baik ketika shalat
4.   Hukum perempuan sedang haid berwudhu
5.   Ketika simbul-simbul Islam dilecehkan
6.   Yang dapat menolak rizki
7.   Amalan yang dapat mendatangkan rizki
8.   Amalan agar cepat dapat jodoh
9.   Doa mustajabah yang sering dilupakan
10. Ber amar ma'ruf nahi munkar
11. Orang belajar ilmu tanpa guru, maka gurunya setan
12. Memperoleh ilmu tanpa guru
13. Mukaddimah acara haul
14. Dalil puasa hari putih
15. Dalil berbakti kepada orang tua dalam Al-Qur'an
16. Shalat sunah isyraq
17. Fadilah dan amalan bulan Muharam
18. Malaikat Jibril ingin jadi manusia
19. Penyebab rusaknya hati
20. Keutamaan shalat tarawih
21. Bid'ah hasanah
22. Dua adzan dalam shalat Jum'at bid'ah hasanah
23. Shalat tarawih bid'ah hasanah
24. Membukukan Al-Qur'an
25. Tanda-tanda orang wira'i
26. Dalil ziarah kubur
27. Mengamalkan doa-doa, hizib dan memakai azimat
28. Jawaban untuk yang mengingkari tabarruk
29. Tabarruk dengan mencium mimbar dan kubur Nabi
30. Tabarruk dengan mengusap dan mencium kubur Nabi
31. Tabarruk dengan air ludah Nabi
32. Tabarruk dari tempat tangan dan bibir Nabi
33. Tabarruk dengan jubah dan sarung Nabi
34. Tabarruk dengan keringat, rambut dan kuku Nabi
35. Tabarruk dengan sisa minum Nabi
36. Tabarruk dengan bekas air wudhu Nabi
37. Tabarruk dengan tabut Nabi Musa
38. Tabarruk dengan baju Nabi Yusuf
39. Tabarruk / ngalap berkah
40. Pengertian berkah atau barokah
41. Jangan mudah mengkafirkan sesama Muslim
42. Menyediakan makanan oleh keluarga mayit
43. Pendiri Wahabi bolehkan yasinan di kuburan
44. Membaca Al-Qur'an di sisi kubur
45. Syekh Ibnu Taimiyah dan tahlilan
46. Membantah tahlilan dengan prndapat ulama syafi'iyah
47. Jawaban orang yang menyangkal tahlilan
48. Dalil hadiah pahala untuk mayit
49. Berkumpul untuk tahlilan

Senin, 07 Desember 2015

Tanda-tanda orang wira'i



Wara' adalah berhati-hati dan menjauhkan diri dari hal-hal yang subhat (tidak halal dan tidak pula haram) apalagi yang haram.

Orang yang wara' itu mempunyai tanda bahwa apabila ia menganggap sepuluh hal seperti di bawah ini merupakan kuajiban bagi dirinya :

1. Menjaga lisan dari menggunjing

وَلاَ يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًا
dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. (Q.S. 49 Al Hujuraat 12)

2. Menjauhkan diri dari prasangka yang tidak baik

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ
Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa. (Q.S. 49 Al Hujuraat 12)

Juga dalam hadits Rasulullah saw :

عَنِ الْأَعْرَجِ قَالَ قَالَ أَبُوْ هُرَيْرَةَ يَأْثُرُ عَنِ النَّبِىِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ، فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيْثِ، وَلاَ تَجَسَّسُوْا، وَلاَ تَحَسَّسُوْا، وَلاَ تَبَاغَضُوْا، وَكُوْنُوْا إِخْوَانًا
Dari Al-A'raj ia berkata; Abu Hurairah berkata; Satu warisan dari Nabi saw beliau bersabda: Jauhilah oleh kalian perasangka, sebab perasangka itu adalah ungkapan yang paling dusta. Dan janganlah kalian mencari-cari aib orang lain, jangan pula saling menebar kebencian dan jadilah kalian orang-orang yang bersaudara. (H. R. Bukhari no. 5143, Muslim no. 6701 dan lainnya).

3. Menjauhkan diri dari menghina orang lain

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لاَ يَسْخَرْ قَومٌ مِّنْ قَوْمٍ عَسَى أَنْ يَكُوْنُوْا خَيْراً مِّنْهُمْ
Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok). (Q.S. 49 Al Hujuraat 11)

4. Memejamkan mata dari segala hal yang diharamkan


قُل لِّلْمُؤْمِنِيْنَ يَغُضُّوْا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوْا فُرُوْجَهُمْ ذٰلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللهَ خَبِيْرٌ بِمَا يَصْنَعُوْنَ
Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat".(Q.S. 24 An Nuur 30)

5. Berkata benar

وَإِذَا قُلْتُمْ فَاعْدِلُوْا وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبَى
Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil kendati pun dia adalah kerabat (mu), (Q.S. 6 Al An'aam 152)

6. Ingat akan nikmat Allah yang dikaruniakan kepadanya, supaya tidak timbul rasa sombong dalam dirinya

بَلِ اللهُ يَمُنُّ عَلَيْكُمْ أَنْ هَدَاكُمْ لِلْإِيمَانِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِيْنَ
Sebenarnya Allah Dialah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar". (Q.S. 49 Al Hujuraat 17)

7. Membelanjakan hartanya dalam kebenaraan

وَالَّذِيْنَ إِذَا أَنْفَقُوْا لَمْ يُسْرِفُوْا وَلَمْ يَقْتُرُوْا وَكَانَ بَيْنَ ذٰلِكَ قَوَامًا
Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian. (Q.S. 25 Al Furqaan 67)

8. Tidak bertindak sewenang-wenang dan sombong

تِلْكَ الدَّارُ الْآخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِيْنَ لاَ يُرِيْدُوْنَ عُلُوًّا فِي الْأَرْضِ وَلاَ فَسَادًا وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ
Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa. (Q.S. 28 Al Qashash 83)

9. Menjaga waktu shalat yang lima, termasuk rukuk dan sujudnya

حَافِظُوْا عَلٰى الصَّلَوَاتِ والصَّلاَةِ الْوُسْطَى وَقُوْمُوْا لِلهِ قَانِتِيْنَ
Peliharalah segala salat (mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah karena Allah (dalam salatmu) dengan khusyuk. (Q.S. 2 Al Baqarah 238)

10. Berpegang teguh pada sunah dan jamaah kaum muslimin

وَأَنَّ هَـذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيْمًا فَاتَّبِعُوْهُ وَلاَ تَتَّبِعُوْا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيْلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ
Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa. (Q.S. 6 Al An'aam 153)

Senin, 30 November 2015

Pengaruh Makanan Syubhat dan Haram



Rasulullah saw pernah berpesan kepada Saidina Ali ra :

يَا عَلِيُّ : مَنْ أَكَلَ الشُّبُهَاتِ إِشْتَبَهَ عَلَيْهِ دِيْنُهُ وَأَظْلَمَ قَلْبُهُ، وَمَنْ أَكَلَ الْحَرَامَ مَاتَ قَلْبُهُ وَخَفَّ دِيْنُهُ وَضَعُفَ يَقِيْنُهُ وَحَجِبَ اللهُ دَعْوَتَهُ وَقَلَّتْ عِبَادَتُهُ
Wahai Ali : Barang siapa yang mengkonsumsi makanan yang syubhat, maka dia ragu terhadap agamanya dan gelap hatinya. Dan barang siapa mengkonsumsi makakan yang haram, maka hatinya mati, ringkih agamanya, lemah imannya, dan Allah menolak doanya serta sedikit ibadahnya. (Kitab Washiyatul Mushthafa lil Imam Ali, halaman 3)

Barang (makanan dan minuman) yang haram itu adakalanya barang itu sendiri memang haram, seperti daging babi, arak dan sebagainya, atau barang itu sebenarnya halal, tetapi cara memperolehnya dengan jalan haram, seperti daging ayam hasil curian, atau barang itu halal dan diperoleh dengan cara yang benar, tetapi alat yang digunakan untuk memperolehnya itu haram, seperti membeli roti dengan uang riba, uang hasil curian atau korupsi.

Imam Ali Al-Khawas berkata : Barang siapa mengkonsumsi makanan atau minuman haram dan dia aktif beribadah, maka orang itu tidak ubahnya seperti burung merpati yang mengerami telur yang telah rusak. Ia capek dan lelah mengeraminya dalam waktu yang sangat lama, tetapi tidak membuahkan apa-apa, bahkan menghasilkan sesuatu yang tidak baik.

Beliau juga mengatakan : Semua perbuatan maksiat yang dilakukan oleh setiap hamba itu disebabkan oleh makanan haram. Barang siapa makan barang haram dan ingin berbuat baik, maka dia menginginkan sesuatu yang mustahil . (Kitab Al-Minah As-Saniyyah, Sayyid Abd Al-Wahab As-Sya’roni, halaman 7-8)

Minggu, 29 November 2015

Manfaat diam



Pesan Nabi saw kepada Saidina Ali ra :

يَا عَلِيُّ : رَأْسُ الْعِبَادَةِ الصُّمْتُ إِلَّا مِنْ ذِكْرِ اللهِ
Wahai Ali : Pangkal ibadah adalah diam, kecuali dzikir kepada Allah. (Kitab Washiyatul Mushthafa lil Imam Ali, halaman 14)

Seorang cendikiawan mengatakan, bahwa diam itu mengandung 7.000 kebaikan dan semuanya itu dirangkum dalam 7 kalimat, yang masing-masing kalimat mengandung 1000 kebaikan. Ketujuh kalimat itu adalah :

1.  Diam itu merupakan ibadah tanpa susah payah
2.  Diam itu merupakan perhiasan tanpa emas permata
3.  Diam itu merupakan kewibawaan tanpa kekuasaan. 
4.  Diam itu merupakan benteng tanpa pagar
5.  Diam itu merupakan kekayaan tanpa merendahkan orang lain
6.  Diam itu merupakanistirahat bagi malaikat pencatat amal
7.  Diam itu merupakan penutup aib

Ada yang mengatakan, bahwa diam itu merupakan hiasan bagi orang yang pandai dan sebagai tirai bagi orang yang bodoh.

Diriwayatkan dari nabi Isa bin Maryam, beliau berkata :

كُلُّ كَلاَمٍ لَيْسَ بِذِكْرِ اللهِ تَعَالَى فَهُوَ لَغْوٌ، وَكُلُّ سُكُوْتٍ لَيْسَ بِتَفَكُّرٍ فَهُوَ غَفْلَةٌ، وَكُلُّ نَظْرَةٍ لَيْسَتْ بِعِبْرَةٍ فَهِيَ لَهْوٌ. فَطُوْبَى لِمَنْ كَانَ تَكَلَّمُهُ ذِكْراً، وَسُكُوْتُهُ تَفَكُّارًا، وَنَظَرُهُ إِعْتِبَارًا

Setiap perkataan yang bukan dzikir kepada Allah ta'ala itu tidak ada gunanya. Setiap diam yang bukan untuk berfikir adalah kelalaian. Setiap pandangan yang bukan untuk mengambil pelajaran adalah sia-sia. Maka, beruntunglah orang yang perkataannya adalah dzikir, diamnya adalah berfikir, dan pandangannya untuk mengambil pelajaran (Kitab Lubabul Adab, Usamah bin Munqidz, Juz I, halaman 79)

Jumat, 27 November 2015

Pakaian Putih Untuk Shalat Jum'at



Dahulu orang-orang musyrik punya tradisi yaitu thawaf sambil telanjang, kaum prianya berthawaf pada siang hari dan kaum wanitanya berthawaf pada malam hari.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كَانَتِ الْمَرْأَةُ تَطُوْفُ بِالْبَيْتِ وَهِىَ عُرْيَانَةٌ فَتَقُوْلُ مَنْ يُعِيْرُنِى تِطْوَافًا تَجْعَلُهُ عَلَى فَرْجِهَا وَتَقُوْلُ الْيَوْمَ يَبْدُوْ بَعْضُهُ أَوْ كُلُّهُ فَمَا بَدَا مِنْهُ فَلاَ أُحِلُّهُ فَنَزَلَتْ هَذِهِ الآيَةَ (خُذُوْا زِيْنَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ)

Dari Ibnu Abbas, ia berkata: Dahulu wanita berthawaf di baitullah dalam keadaan telanjang lalu ia berkata: Siapa yang meminjamkan kepadaku baju yang ia kenakan di atas kemaluannya? dan saat ini ia berkata: Telah nampak sebagian atau seluruhnya, maka apa yang nampak darinya tidaklah aku menghalalkannya. Lalu turunlah ayat ini: pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid. (Q.S. 7 Al A'raaf 31). (H. R. Muslim no. 7736, Baihaqi no. 9576 dan lainnya)

Berdasarkan ayat ini dan hadits yang mengutarakan masalah yang semisal, disunahkan memakai pakaian yang indah di saat hendak melakukan shalat, terlebih lagi dalam shalat Jum'at dan shalat hari raya. Disunahkan pula memakai wewangian, karena wewangian termasuk ke dalam pengertian perhiasan. Juga disunahkan bersiwak, mengingat siwak merupakan kesempurnaan bagi hal tersebut. (Kitab Tafsirul Qur'anil Adhim, Ibnu Katsir, Juz II, halaman 202).

Sebaiknya pakaian yang kita pakai berwarna putih, terutama pada saat melaksanakan shalat Jum'at dan shalat hari raya.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْبَسُوْا مِنْ ثِيَابِكُمُ الْبَيَاضَ فَإِنَّهَا مِنْ خَيْرِ ثِيَابِكُمْ وَكَفِّنُوْا فِيْهَا مَوْتَاكُمْ وَإِنَّ خَيْرَ أَكْحَالِكُمُ الإِثْمِدُ يَجْلُو الْبَصَرَ وَيُنْبِتُ الشَّعْرَ.

Dari Ibnu Abbas, ia berkata: Rasulullah saw bersabda: Pakailah pakaian kalian yang berwarna putih, karena sesungguhnya pakaian putih adalah pakaian terbaik kalian, dan kafankanlah dengannya orang-orang mati kalian, dan sesungguhnya sebaik-baik celak kalian memakai itsmid. Karena sesungguhnya itsmid itu dapat mencerahkan pandangan mata dan menumbuhkan rambut. (H. R. Abu Daud no. 3880, Tirmidzi no. 1010 dan lainnya)

Disamping wewangian, siwak dan pakaian warna putih, maka pemakaian celak dan sorban masih dalam katagoti perhiasan dalam shalat.

Senin, 23 November 2015

HUKUM PEREMPUAN SEDANG HAID BERWUDHU



Haid itu termasuk hadats besar sekali-kali hadats ini tidak bisa terangkat dengan sebab berwudhu, bahkan jika dia berwudhu dengan tujuan beribadah dan mengetahui pula hukumnya bahwa wudhu ketika haid itu haram, maka hal itu dipandang haram pula, karena ada unsur tala'ub (mempermainkan hukum Allah)

Hal ini sesuai dengan fatwa Syekh Nawawi Al-Bantani berikut ini :

وَمِمَّا يَحْرُمُ عَلَى الْحَائِضِ الطَّهَارَةُ لِلْحَدَثِ بِقَصْدِ التَّعَبُّدِ مَعَ عِلْمِهَا بِالْحُرْمَةِ لِتَلَاعُبِهَا
Dan diantara yang haram bagi perempuan haid ialah bersuci untuk menghilangkan hadats dengan tujuan beribadah, padahal ia mengetahui bahwa itu haram, karena ia telah mempermainkannya (Kitab Kasyifatus Saja Syarah Safinatun Naja, halaman 32)

Dengan demikian, perempuan yang sedang haid, boleh membasuh muka dan yang lainnya, jika hanya bermaksud menyegarkan badan. Namun jika berniat wudhu atau mandi besar sebelum haidnya habis, maka hal itu jelas terlarang dalam agama

Minggu, 22 November 2015

BILA SIMBOL-SIMBOL ISLAM DILECEHKAN




Tidak sedikit umat Islam yang bereaksi ketika simbul-simbul Islam di hina, ada yang demo, ada yang melaknat bahkan ada juga yang sampai merusak (menghakimi) orang yang melecehkan simbul-simbul tersebut. Semua reaksi umat Islam tersebut dapat dimaklumi.

Tapi tidak banyak di antara umat Islam yang mengambil jalan lain, seperti mendoakan orang yang melecehkan simbul-simbul Islan tersebut supaya di beri Allah hidayah (petunjuk), sehingga dengan hidayah dari Allah, maka orang tersebut dapat masuk Islam dan kelak akan membela Islam dengan gigih.

Seperti yang dilakukan oleh Rasulullah terhadap Saidina Umar, betapa hebatnya Saidina Umar menghalang-halangi dakwah Nabi, menghina Nabi, tapi Nabi tidak pernah mengutuk bahkan beliau selalu berdoa kepada Allah supaya Saidina Umar mendapat hidayah dan masuk Islam. Dan kita ketahui setelah masuk Islam Saidina Umar sangat gigih membela Islam. Dalam hadits disebutkan :

عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اَللهم أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ بِأَحَبِّ هَذَيْنِ الرَّجُلَيْنِ إِلَيْكَ بِأَبِى جَهْلٍ أَوْ بِعُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ.  قَالَ وَكَانَ أَحَبَّهُمَا إِلَيْهِ عُمَرُ.
Dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah saw pernah berdoa : Ya Allah, muliakanlah Islam dengan salah satu diantara kedua orang yang paling Engkau cintai, Abu Jahal atau Umar bin Khaththab. Ibnu Umar berkata : Dan ternyata yang lebih Allah cintai di antara keduanya adalah Umar bin Khaththab. (H. R. Tirmidzi no. 4045, Ahmad 5859)

Kenapa tidak boleh melaknat ? Syaikh Abdul Wahab Asy-Sya'rani menegaskan dalam kitabnya :

يَا عَلِيُّ لَاتَلْعَنْ مُسْلِمًا وَلَا دَابَّةً فَتَرْجِعُ الَّلعْنَةُ عَلَيْكَ
Wahai Ali, janganlah engkau melaknat seorang muslim atau binatang, karena laknat itu akan kembali kepada dirimu. (Kitab washiyatul mushthafa lil imam Ali, halaman 13)

Syakh Nawawi Al-Bantani menegaskan dalam kitabnya :

Setiap orang Islam dilarang mengutuk ciptaan (makhluk) Allah. Baik binatang, makanan atau orang secara pribadi, sekalipun orang itu kafir, Yahudi atau Nasrani. Adapun melaknat secara umum itu boleh, seperti ucapan mudah-mudahan Allah melaknati orang-orang dzalim, semoga Allah melaknati orang-orang kafir, fasik, Yahudi, Nasrani. (Kitab Marooqil Ubudiyyah Syarah Bidayatul Hidayah, halaman 69)

Imam Al-Ghazali menegaskan dalam kitabnya :

وَاعْلَمْ اَنَّكَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَايُقَالُ لَكَ لِمَ لَمْ تَلْعَنْ فُلَانًا وَلِمَ سَكَتَ عَنْهُ بَلْ لَوْ لَمْ تَلْعَنْ اِبْلِيْسَ طُوْلَ عُمُرِكَ وَلَمْ تَشْتَغِلْ لِسَانَكَ بِذِكْرِهِ لَمْ تُسْئَلْ عَنْهُ وَلَمْ تُطَالَبْ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَاِذَا لَعَنْتَ اَحَدًا مِنْ خَلْقِ اللهِ تَعَالَى طُوْلِبْتَ وَلَا تَذُمَّنَّ شَيْئًا مِمَّا خَلَقَ اللهُ تَعَالَى
Ketahuilah bahwa hari kiamat nanti engkau tidak akan ditanyai, mengapa engkau tidak mau melaknat si fulan? Bahkan andai kata engkau tidak pernah melaknat iblis sepanjang hidupmu sekalipun, engkau tetap tidak akan ditanyai dan tidak akan dituntut oleh Allah besuk di hari kiamat. Tetapi jika engkau pernah melaknat seseorang dari makhluk Allah, maka engkau akan dituntut. Janganlah sekali-kali engkau mencela ciptaan Allah. (Kitab Bidayatul Hidayah, halaman 70)

Untuk itu, bila ada perbedaan dalam menyikapi masalah ini, tentunya perbedaan itu sebagai rahmat dan hazanah pemikiran. Wallahu a'lam

PERBUATAN YANG DAPAT MENOLAK REZEKI



1. Berbuat dosa

عَنْ ثَوْبَانَ مَوْلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَفَعَهُ إِلَى النَّبِىِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لاَ يَرُدُّ الْقَدَرَ إِلاَّ الدُّعَاءُ وَلاَ يَزِيْدُ فِى الْعُمُرِ إِلاَّ الْبِرُّ وَإِنَّ الْعَبْدَ لَيُحْرَمُ الرِّزْقَ بِالذَّنْبِ يُصِيْبُهُ

Dari Tsauban pelayan Rasulullah saw dan ia memarfu'kan hadits ini pada Nabi saw, beliau bersabda; Tidak ada yang menolak takdir kecuali doa, tidak ada yang menambahi usia kecuali kebaikan dan seorang hamba benar-benar terhalang dari rizki karena dosa yang dilakukannya. (H. R. Ahmad no. 23076)

2.   Tidur di waktu (sesudah) shalat Shubuh
3.   Tidur dalam keadaan telanjang
4.   Kencing dengan telanjang bulat
5.   Makan dalam keadaan junub
6.   Makan dengan berbaring
7.   Membiarkan adanya sisa makanan
8.   Menyapu rumah dengan kain (bukan sapu)
9.   Menyapu rumah dimalam hari
10. Menyapu sampah tidak segera di buang
11. Berjalan di depan orang-orang tua atau mendahuluinya
12. Memanggil orang tua dengan namanya saja
13. Mencukili sela-sela gigi dengan benda keras
14. Mencuci tangan dengan tanah dan debu
15. Duduk di atas tangga
16. Bersandar di kaca-kaca pintu
17. Berwudhu di tempat peristirahatan
18. Menjahit pakain pada badannya (sedang dipakai)
19. Menyapu muka menghilangkan keringat dengan gombal
20. Enggan membersihkan rumah laba-laba di rumah
21. Bila shalat sangat cepat (tidak khusuk)
22. Segera keluar dari masjid setelah shalat Shubuh
23. Berpagi-pagi benar berangkat ke pasar (sampai tidak shalat Shubuh)
24. Menunda-nunda pulang dari pasar
25. Mendoakan jelek pada anak
26. Tidak mau menutupi bejana (alat-alat masak)
27. Tidak mau mendoakan baik kepada kedua orang tua
28. Memakai celana sambil berdiri
29. Bakhil (medit)
30. Malas
31. Menunda-nunda kesempatan
32. Pemboros
33. Mengabaikan segala urusan


Sabtu, 21 November 2015

AMALAN YANG DAPAT MENDATANGKAN REZEKI




Amalan-amalan ini diambil dari berbagai kitab yang penulis miliki

1. Bersilatur rahmi

عَنِ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ أَخْبَرَنِى أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِى رِزْقِهِ، وَيُنْسَأَ لَهُ فِى أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ.

Dari Ibnu Syihab dia berkata; telah mengabarkan kepadaku Anas bin Malik bahwa Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa ingin lapangkan pintu rizqi untuknya dan dipanjangkan umurnya hendaknya ia menyambung tali silaturrahmi. (H. R. Bukhari no. 5987 dan Muslim no. 6688)

2. Gemar bershadaqah

وَمَا أَنفَقْتُم مِّنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِيْنَ

Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan  menggantinya dan Dia lah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya. Q.S. 34 Saba' 39

3. Menyuruh (mengajak) keluarga untuk melaksanakan shalat


وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لاَ نَسْأَلُكَ رِزْقاً نَّحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى
Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan salat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kami lah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa. (Q.S. 20 Thaahaa 132)

4. Membaca doa di bawah ini setelah shalat Jum'ah 3 kali

اَللهم ياَغَنِيُّ يَاحَمِيْدُ يَامُبْدِئُ يَامُعِيْدُ يَارَحِيْمُ يَاوَدُوْدُ اَغْنِنَا بِحَلاَ لِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَبِطَاعَتِكَ عَنْ مَعْصِيَتِكَ وَبِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ                      
Ya Allah, Tuhan Yang Maha Kaya Yang Maha Terpuji, yang menciptakan kembali makhluk-Nya, Yang Maha Pengasih dan yang sangat mencintai, perkayakanlah kami dengan rizkimu yang halal bukan yang haram, berikanlah kemampuan taat kepada-Mu bukan maksiat kepada-Mu, dan anugrah kanlah kemulyaan-Mu bukan kemulyaan selain-Mu.
5. Membaca kalimat dibawah ini sebelum shalat shubuh 100 kali tiap hari

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللهِ اْلعَظِيْمِ، اَسْتَغْفِرُ اللهَ

6. Membaca kalimat di bawah ini sebelum maghrib 100 kali tiap hari

لَاحَوْلَ وَلَاقُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ اْلعَلِيِّ اْلعَظِيْمِ
7.   Shalat lima waktu dengan berjamaah
8.   Datang ke masjid sebelum adzan
9.   Beristiqomah melaksanakan shalat dhuha
10.  Memperbanyak membaca surat Waqi'ah
11. Mendoakan kedua orang tua
12. Selalu menjaga wudhu
13. Melaksanakan shalat sunah fajar (shalat sebelum subuh)
14. Selalu melaksanakan shalat witir
15. Menjauhi duduk dengan banyah wanita (dan sebaliknya) kecuali ada hajat
16. Meninggalkan omongan-omongan yang tidak berguna, baik bagi agamanya maupun bagi dunianya

Dari uraian diatas dapat disimpulkan dalam satu kata yaitu TAKWA

وَمَنْ يَتَّقِ اللهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجاً . وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَحْتَسِبُ
Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. (Q.S. 65 Ath Thalaaq 3)


Kamis, 19 November 2015

AMALAN AGAR CEPAT MENDAPAT JODOH







Kita harus memahami  dan  meyakini bahwa kelahiran, rejeki, jodoh & kematian adalah rahasia Allah.

إِنَّ اللهَ عِندَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًا وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوْتُ إِنَّ اللهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ
Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (Q.S. 31 Luqman 34).

Jodoh memang rahasia Allah, agar mudah mendapat jodoh tentu harus dekat dengan Allah dengan usaha dan doa. Perbanyaklah teman, dengan teman yang banyak, informasi makin mudah didapat. Agar banyak teman caranya harus dengan banyak silaturahmi. Kalau sudah ada gambaran jangan buru-buru memutuskan. Pastikan calon tersebut harus sekufu’ (serasi ). 

عَنْ أَبِى سَعِيْدٍ الْخُدْرِىِّ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ عَلَى إِحْدَى خِصَالٍ ثَلاَثٍ تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ عَلَى مَالِهَا وَتُنْكَحُ الْمَرْأَةُ عَلَى جَمَالِهَا وَتُنْكَحُ الْمَرْأَةُ عَلَى دِيْنِهَا فَخُذْ ذَاتَ الدِّيْنِ وَالْخُلُقِ تَرِبَتْ يَمِيْنُكَ
Dari Abu Sa'id Al Khudri ia berkata; Rasulullah saw bersabda: Wanita dinikahi karena tiga hal; dinikahi karena hartanya, dinikahi karena kecantikannya, dan dinikahi karena agamanya. Maka nikahilah atas dasar agama dan akhlak maka engkau akan beruntung. (H. R. Ahmad no. 12084)

Berikut ini adalah salah satu amalan do’a agar cepat mendapatkan jodoh:

Bacalah sebanyak tiga kali setelah selesai shalat

اللهم صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَحَبِيْبِنَا وَرَسُوْلِكَ الكَرِيْمِ وَبِأَلْفِ أَلْفٍ لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ اْلعَلِيِّ اْلعَظِيْمِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ
dan joga baca doa ini tiga kali selesai shalat

رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيْرٌ
Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku". (Q.S. 28 Al Qashash 24)

Perlu diketahui dan dimaklumi, bahwa suatu amalan kadang kala tidak bisa langsung berhasil, ini sesuai dengan keikhlasan dan kedekatan kita dengan Allah sang pemberi, bersabar dan tetap istiqomah dalam mengamalkan itu adalah salah satu sarat keberhasilannya