Sabtu, 22 Oktober 2016

Shalat sunnah wudhu



Ada beberapa hadits yang menerangkan disyariatkannya shalat sunnah wudhu, diantaranya adalah :

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِبِلَالٍ عِنْدَ صَلَاةِ الْفَجْرِ يَا بِلَالُ حَدِّثْنِيْ بِأَرْجٰى عَمَلٍ عَمِلْتَهُ فِي الْإِسْلَامِ فَإِنِّيْ سَمِعْتُ دَفَّ نَعْلَيْكَ بَيْنَ يَدَيَّ فِي الْجَنَّةِ قَالَ مَا عَمِلْتُ عَمَلًا أَرْجٰى عِنْدِيْ أَنِّيْ لَمْ أَتَطَهَّرْ طَهُوْرًا فِي سَاعَةِ لَيْلٍ أَوْ نَهَارٍ إِلَّا صَلَّيْتُ بِذٰلِكَ الطُّهُوْرِ مَا كُتِبَ لِيْ أَنْ أُصَلِّيَ قَالَ أَبُوْ عَبْدُ اللهِ دَفَّ نَعْلَيْكَ يَعْنِيْ تَحْرِيْكَ
Dari Abu Hurairah ra bahwa Nabi saw berkata kepada Bilal ketika shalat Fajar (Shubuh): "Wahai Bilal, ceritakan kepadaku amal yang paling utama yang sudah kamu amalkan dalam Islam, sebab aku mendengar di hadapanku suara sandalmu dalam surga". Bilal berkata; "Tidak ada amal yang utama yang aku sudah amalkan kecuali bahwa jika aku bersuci (berwudhu) pada suatu kesempatan malam ataupun siang melainkan aku selalu shalat dengan wudhu' tersebut disamping shalat wajib". Berkata, (Abu Abdullah) : Istilah Daffa na'laika maksudnya gerakan sandal. (H.R. Bukhari no. 1149)

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيْهِ قَالَ : أَصْبَحَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا فَدَعَا بِلَالًا فَقَالَ : يَا بِلَالُ بِمَا سَبَقْتَنِيْ إِلَى الْجَنَّةِ ؟ إِنِّيْ دَخَلْتُ اَلبَارِحَةَ الْجَنَّةَ فَسَمِعْتُ خَشْخَشَتَكَ أَمَامِيْ. فَقَالَ بِلَالُ : يَا رَسُوْلَ اللهُ مَا أَذْنَبْتُ قَطُّ إِلَّا صَلَّيْتُ رَكْعَتَيْنِ وَمَا أَصَابَنِيْ حَدَثٌ قَطُّ إِلَّا تَوَضَّأْتُ عِنْدَهَا فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِهَذَا
Dari Abdullah bin Buraidah, dari ayahnya, ia berkata :  bahwa pada suatu pagi Rasulullah saw menyeru Bilal dan berkata kepadanya : Hai Bilal, dengan apa engkau mendahuluiku ke surga? Aku masuk surga semalam, lalu aku mendengar bunyi sandalmu di hadapanku. Kemudian Bilal berkata : Ya Rasulullah tidaklah saya berdosa, melainkan saya mengerjakan shalat dua rakaat dan tidak pula saya berhadats, melainkan saya berwudhu (dan shalat dua rakaat). Maka Rasulullah saw bersabda : Dengan ini. (H. R. Ibnu Khuzaimah no. 1209)

عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَ كَانَتْ عَلَيْنَا رِعَايَةُ اْلإِبِلِ فَجَاءَتْ نَوْبَتِى فَرَوَّحْتُهَا بِعَشِىٍّ فَأَدْرَكْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَائِمًا يُحَدِّثُ النَّاسَ فَأَدْرَكْتُ مِنْ قَوْلِهِ مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَتَوَضَّأُ فَيُحْسِنُ وُضُوْءَهُ ثُمَّ يَقُوْمُ فَيُصَلِّى رَكْعَتَيْنِ مُقْبِلٌ عَلَيْهِمَا بِقَلْبِهِ وَوَجْهِهِ إِلاَّ وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ
Dari Uqbah bin Amir dia berkata : Dahulu kami menggembala unta, lalu datanglah malam, maka aku mengistirahatkannya dengan memberikan makan malam. Lalu aku mendapati Rasulullah saw berdiri berbicara kepada manusia. Dan dari sebagian sabdanya yang aku dengar adalah: Tidaklah seorang muslim berwudlu lalu menyempurnakan wudlunya, kemudian mendirikan shalat dua rakaat dengan menghadapkan hati dan wajahnya, kecuali surga wajib diberikan kepadanya. (H. R. Muslim no. 576)

Dalam kitab Kasyfu Ghummah An Jami'il Ummah, karya Imam Abul Mawahib Abdul Wahhab Asy-Sya'rani, Juz I, halaman 151, menerangkan bahwa berdasarkan hadits-hadits di atas itulah para ulama berfatwa :

يُسَنُّ لِمَنْ تَوَضَأَ أَنْ يُصَلِّيَ قَبْلَ جَفَافِهِ رَكْعَتَيْنِ

Disunnahkan bagi orang-orang yang berwudhu agar shalat (sunnah wudhu) sebelum kering sebanyak dua rakaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar