Jumat, 01 Januari 2021

Umur yang Panjang atau Umur yang Berkah

 


Hampir setiap orang kalau berdoa memohon umur yang panjang, tentunya dengan alasan atau niatan yang berbeda-beda. Bagi orang yang tidak beriman mereka ingin menikmati keindahan dunia ini lebih lama, tapi bagi orang yang beriman alasan mereka adalah karena ingin memiliki amal baik yang cukup semasa hidupnya sebagai bekal hidup abadi di akhirat. Hal ini memang memiliki dasar yang kuat sebagaimana ditegaskan dalam hadits Rasulullah saw :

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِى بَكْرَةَ عَنْ أَبِيْهِ أَنَّ رَجُلاً قَالَ يَا رَسُولَ اللهِِ أَىُّ النَّاسِ خَيْرٌ قَالَ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ. قَالَ فَأَىُّ النَّاسِ شَرٌّ قَالَ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَسَاءَ عَمَلُهُ

Dari Abdur Rahman bin Abi Bakrah dari ayahnya,bahwasanya seseorang bertanya : Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang terbaik. Beliau menjawab : Orang yang panjang umurnya dan baik amalnya. Dia bertanya lagi : Lalu siapakah orang yang terburuk? Beliau menjawab : Orang yang berumur panjang dan buruk amalnya. (H. R. Tirmidzi no. 2500, Ahmad no. 20953 dan lainnya)

Lalu bagaimana dengan orang yang berumur pendek? Apakah mereka dengan sendirinya tidak termasuk orang-orang terbaik?

Sayyid Abdullah bin Alawi Al-Haddad menegaskan dalam kitabnya :

وَخَيْرُ الْعُمُرِ: بَرَكَتُهُ، وَالتَّوْفيْقُ فِيْهِ لِلْأَعْمَالِ الصَّالِحَةِ، وَالْخَيْرَاتِ الْخَاصَّةِ وَالْعَامَّةِ   

Sebaik-baik umur ialah yang diberkahi Allah, yang diberi-Nya taufiq untuk mengerjakan amalan shaleh dan kebajikan-kebajikan lain baik yang khusus maupun yang umum. (Kitab Sabilul Iddikar wal I’tibar, halaman 47)

Dari kutipan di atas dapat dijelaskan bahwa sebaik-baik umur ialah yang diberhahi Allah, yang diberi-Nya bimbingan untuk melakukan berbagai kesalehan dan kebajikan. Penjelasan ini tidak mensyaratkan umur panjang dalam arti harfiah sebagaimana dipahami sebagian orang dari apa yang disampaikan Rasulullah saw dalam hadits di atas.

Ada beberapa contoh orang shaleh yang tidak berumur panjang namun amal kebaikannya terbukti sangat banyak dan dapat dirasakan oleh masyarakat luas. Di antaranya adalah Imam Syafií yang wafat dalam usia 54 tahun. Imam Al-Ghazali wafat dalam usia 55 tahun. Khalifah Umar bin Abdul Aziz wafat dalam usia kurang dari 40 tahun. Imam Nawawi wafat dalam usia kurang dari 50 tahun, dan masih banyak lagi ulama-ulama yang berumur pendek tapi amal ibadahnya melebihi orang-orang yang berumur panjang. 

Jadi sebaik-baik umur adalah umur yang diberkati Allah. Umur yang diberkahi adalah umur yang benar-benar panjang secara harfiah dan banyak digunakan untuk melakukan amal-mal saleh dan kebajikan-kebajikan lainnya. Atau umur yang tidak panjang secara harfiah, namun banyak digunakan untuk mengerjakan kesalehan-kesalehan hingga pada tingkat tertentu yang setara atau malahan lebih banyak dari mereka yang berumur panjang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar