Monday, August 12, 2019

Beberapa Larangan Ketika Ihram




Yang dilarang bagi laki-laki di antaranya adalah :

1. Memakai pakaian yang berjahit
2. Memakai penutup kepala

Yang dilarang bagi perempuan di antaranya adalah :

Menutup muka dan dua telapak tangan

Yang dilarang bagi keduanya, laki-laki dan perempuan :

1. Memakai wangi-wangian, baik pada badan maupun pada pakaian. Adapun ketinggalan bau wangi-wangian yang dipakai sebelum ihram hingga masih tetap tinggal sesudahnya, tidak berdosa, bahkan Rasulullah saw apabila hendak ihram, biasanya beliau memakai wangi-wangian terlebih dahulu

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ رَضِىَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ قَامَ رَجُلٌ فَقَالَ يَا رَسُوْلَ اللهِ مَاذَا تَأْمُرُنَا أَنْ نَلْبَسَ مِنَ الثِّيَابِ فِى اْلإِحْرَامِ فَقَالَ النَّبِىُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ تَلْبَسُوا الْقَمِيْصَ وَلاَ السَّرَاوِيْلاَتِ وَلاَ الْعَمَائِمَ، وَلاَ الْبَرَانِسَ إِلَّا أَنْ يَكُوْنَ أَحَدٌ لَيْسَتْ لَهُ نَعْلاَنِ، فَلْيَلْبَسِ الْخُفَّيْنِ، وَلْيَقْطَعْ أَسْفَلَ مِنَ الْكَعْبَيْنِ، وَلاَ تَلْبَسُوْا شَيْئًا مَسَّهُ زَعْفَرَانٌ، وَلَا الْوَرْسُ، وَلاَ تَنْتَقِبِ الْمَرْأَةُ الْمُحْرِمَةُ وَلاَ تَلْبَسِ الْقُفَّازَيْنِ
Dari Abdullah bin Umar ra berkata, seorang laki-laki datang lalu berkata : Wahai Rasulullah, pakaian apa yang baginda perintahkan untuk kami ketika ihram?. Nabi saw menjawab : Janganlah kalian mengenakan baju, celana, sorban, mantel (pakaian yang menutupi kepala) kecuali seseorang yang tidak memiliki sandal, hendaklah dia mengenakan sapatu tapi dipotongnya hingga berada dibawah mata kaki dan jangan pula kalian memakai pakaian yang diberi minyak wangi atau wewangian dari daun tumbuhan. Dan wanita yang sedang ihram tidak boleh memakai cadar (penutup wajah) dan sarung tangan. (H. R. Bukhari no. 1838)

2. Menghilangkan rambut atau bulu badan yang lain, begitu juga berminyak rambut.

وَلاَ تَحْلِقُواْ رُؤُوسَكُمْ حَتَّى يَبْلُغَ الْهَدْيُ مَحِلَّهُ فَمَنْ كَانَ مِنْكُم مَّرِيْضًا أَوْ بِهِ أَذًى مِّنْ رَّأْسِهِ فَفِدْيَةٌ مِّنِ صِيَامٍ أَوْ صَدَقَةٍ أَوْ نُسُكٍ
dan jangan kamu mencukur kepalamu, sebelum korban sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur), maka wajiblah atasnya berfidyah, yaitu: berpuasa atau bersedekah atau berkorban. (Q.S. 2 Al Baqarah 196)

3. Memotong kuku
4. Mengadakan pernikahan (menikahkan, menikah, atau menjadi wakil dalam akad nikah)

عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لاَ يَنْكِحُ الْمُحْرِمُ وَلاَ يُنْكَحُ وَلاَ يَخْطُبُ
Dari Utsman bin Affan bahwasanya Rasulullah saw bersabda : Orang yang sedang dalam keadaan ihram tidak boleh menikah, tidak boleh menikahkan, dan tidak boleh pula meminang. (H. R. Muslim no. 3514)

Sedangkan rujuk tidak dilarang, sebab rujuk itu berarti mengekalkan pernikahan, bukan akad nikah. Hal ini berdasarkan kaidah berikut ini :

يُغْتَفَرُ فِى الدَّوَامِ مَا لَا يُغْتَفَرُ فِى الْإِبْتِدَاءِ
Diampuni mengekalkan sesuatu, sedangkan memulainya tidak diampuni (tidak bioleh)

5. Bersetubuh dan pendahuluannya

فَمَنْ فَرَضَ فِيْهِنَّ الْحَجَّ فَلاَ رَفَثَ وَلاَ فُسُوْقَ وَلاَ جِدَالَ فِي الْحَجِّ
Barang siapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. (Q.S. 2 Al Baqarah 197)

6. Berburu dan membunuh binatang darat yang liar dan halal dimakan


وَحُرِّمَ عَلَيْكُمْ صَيْدُ الْبَرِّ مَا دُمْتُمْ حُرُمًا
Dan diharamkan atasmu (menangkap) binatang buruan darat, selama kamu dalam ihram. (Q.S. 5 Al Maa-idah 96)

Adapun memakan binatang yang diburu oleh orang lain, maka tidak ada halangan bagi orang ihram, asal niat orang yang berburunya bukan untuk orang yang ihram

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ عَنِ النَّبِىِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ صَيْدُ الْبَرِّ لَكُمْ حَلاَلٌ وَأَنْتُمْ حُرُمٌ مَا لَمْ تَصِيْدُوْهُ أَوْ يُصَدْ لَكُمْ
Dari Jabir bin Abdullah dari Nabi saw bersabda : Binatang buruan darat halal bagi kamu sewaktu kamu sedang ihram, asal tidak kamu yang berburunya atau diburu karena untukmu. (H. R. Tirmidzi no. 856, Baihaqi no. 10208 dan lainnya)

Juga dikecualikan binatang darat yang boleh dibunuh oleh orang yang sedang ihram seperti dalam hadits di bawah ini :

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِىَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ  خَمْسٌ مِنَ الدَّوَابِّ لَيْسَ عَلَى الْمُحْرِمِ فِى قَتْلِهِنَّ جُنَاحٌ الْغُرَابُ وَالْحِدَأَةُ وَالْعَقْرَبُ وَالْفَارَةُ وَالْكَلْبُ الْعَقُوْرُ
Dari Ibnu Umar ra bahwa Rasulullah saw bersabda : Ada lima jenis hewan yang tidak berdosa bagi orang yang sedang berihram untuk membunuhnya, yaitu burung gagak, burung rajawali, kalajengking, tikus dan anjing galak. (H. R. Muslim no. 2929)

No comments:

Post a Comment