Jumat, 18 Januari 2019

Berbuat Baik Kepada Orang Tua Meskipun Beda Agama


عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ أَبِى بَكْرٍ رَضِىَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَتْ قَدِمَتْ عَلَىَّ أُمِّى وَهِىَ مُشْرِكَةٌ، فِى عَهْدِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ، فَاسْتَفْتَيْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ قُلْتُ { إِنَّ أُمِّى قَدِمَتْ } وَهِىَ رَاغِبَةٌ، أَفَأَصِلُ أُمِّى قَالَ نَعَمْ صِلِى أُمَّكِ
Dari Asma' binti Abi Bakr rah berkata : Ibuku menemuiku saat itu dia masih musyrik pada zaman Rasulullah saw lalu aku meminta pendapat kepada Rasulullah saw. Aku katakan : Ibuku sangat ingin (aku berbuat baik padanya), apakah aku harus menjalin hubungan dengan ibuku? Beliau menjawab : Ya, sambunglah silaturrahim dengan ibumu. (H. R. Bukhari no. 2620)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar