Minggu, 12 Februari 2017

Yang menyebabkan mandi wajib



Sebab-sebab mandi wajib ada enam, tiga di antaranya biasa terjadi pada laki-laki dan perempuan, dan tiga lagi tertentu (khusus) pada perempuan saja :

1. Bersetubuh, baik keluar mani atau pun tidak

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  إِذَا الْتَقَى الْخِتَانَانِ وَجَبَ الْغُسْلُ أَنْزَلَ أَوْ لَمْ يُنْزِلْ
Dari Abu Hurairah ia berkata, Rasulullah saw bersabda Apabila dua yang di  khitan bertemu, maka sesungguhnya telah diwajibkan mandi, baik keluar atau tidak keluar (mani). (H. R.Baihaqi no. 796)

2. Keluar mani, baik keluarnya karena bermimpi ataupun sebab lain dengan sengaja atau tidak, dengan perbuatan sendiri atau bukan

عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ رَضِىَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ جَاءَتْ أُمُّ سُلَيْمٍ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  فَقَالَتْ يَا رَسُوْلَ اللهِ إِنَّ اللهَ لاَ يَسْتَحِى مِنَ الْحَقِّ، فَهَلْ عَلَى الْمَرْأَةِ غُسْلٌ إِذَا احْتَلَمَتْ فَقَالَ نَعَمْ إِذَا رَأَتِ الْمَاءَ
Dari Umi Salamah rah ia berkata, Telah datang Ummu Sulaim kepada Rasulullah saw, dia bertanya : Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah tidak malu memperkatakan yang hak. Apakah perempuan wajib mandi apabila bermimpi? Maka beliau menjawab : Ya (wajib atasnya mandi), apabila ia melihat air (artinya keluar mani).  (H. R. Bukhari no. 6121)

عَنْ خَوْلَةَ بِنْتِ حَكِيمٍْ أَنَّهَا سَأَلَتْ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  عَنِ الْمَرْأَةِ تَرَى فِى مَنَامِهَا مَا يَرَى الرَّجُلُ فَقَالَ لَيْسَ عَلَيْهَا غُسْلٌ حَتَّى تُنْزِلَ كَمَا أَنَّهُ لَيْسَ عَلَى الرَّجُلِ غُسْلٌ حَتَّى يُنْزِلَ
Dari Khaulah binti Hakim, bahwasanya ia telah bertanya kepada Rasulullah saw mengenai perempuan yang bermimpi seperti laki-laki bermimpi, maka beliau menjawab : Ia tidak wajib mandi sehingga keluar maninya, sebagaimana laki-laki tidak wajib mandi apabila tidak keluar mani. (H. R. Ibnu Majah no. 645)

3. Meninggal dunia, kecuali orang mati sahid

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلاً وَقَصَهُ بَعِيْرُهُ ، وَنَحْنُ مَعَ النَّبِىِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  وَهُوَ مُحْرِمٌ فَقَالَ النَّبِىُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اِغْسِلُوْهُ بِمَاءٍ وَسِدْرٍ، وَكَفِّنُوْهُ فِى ثَوْبَيْنِ، وَلاَ تُمِسُّوْهُ طِيْبًا، وَلاَ تُخَمِّرُوْا رَأْسَهُ، فَإِنَّ اللهَ يَبْعَثُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مُلَبِّدًا
Dari Ibnu Abbas ra Bahwa ada seorang laki-laki yang sedang berihram dijatuhkan oleh untanya yang saat itu kami sedang bersama Nabi saw. Maka Nabi saw bersabda : Mandikanlah dia dengan air yang dicampur daun bidara dan kafanilah dengan dua helai kain dan janganlah diberi wewangian dan jangan pula diberi tutup kepala (serban) karena dia nanti akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan bertalbiyyah.(H. R. Bukhari no. 1267)

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ عَنِ النَّبِىِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ فِى قَتْلَى أُحُدٍ  لاَ تُغَسِّلُوْهُمْ فَإِنَّ كُلَّ جُرْحٍ أَوْ كُلَّ دَمٍ يَفُوْحُ مِسْكاً يَوْمَ الْقِيَامَةِ. وَلَمْ يُصَلِّ عَلَيْهِمْ
Dari Jabir bin Abdullah dari Nabi saw beliau bersabda tentang kurban Peperangan Uhud. Janganlah kalian memandikannya, karena setiap luka atau setiap darah akan menyerebak harum pada hari Kiamat. beliau tidak menyolatinya. (H. R. Ahmad no. 14557)

4. Haid

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ أَبِى حُبَيْشٍ كَانَتْ تُسْتَحَاضُ فَسَأَلَتِ النَّبِىَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  فَقَالَ ذَلِكِ عِرْقٌ وَلَيْسَتْ بِالْحَيْضَةِ، فَإِذَا أَقْبَلَتِ الْحَيْضَةُ فَدَعِى الصَّلاَةَ وَإِذَا أَدْبَرَتْ فَاغْتَسِلِى وَصَلِّى
Dari Aisyah bahwa Fatimah binti Abu Hubaisy mengalami istihadlah (mengeluarkan datah penyakit). Maka aku bertanya kepada Nabi saw, dan beliau menjawab : tu seperti keringat dan bukan darah haid. Jika haid datang maka tinggalkanlah shalat dan jika telah selesai mandilah dan shalatlah. (H. R. Bukhari no. 320)

5. Nifas, Yang dimaksud nifas adalah darah yang keluar dari kemaluan perempuan sesudah melahirkan anak. Darah itu merupakan darah haid yang berkumpul, tidak keluar sewaktu perempuan itu hamil

6. Melahirkan (wiladah), baik anak yang dilahirkan itu cukup umur atau pun tidak, seperti keguguran

Al-Qadhi Ahmad Al-Ashfahani berkata :

وَالَّذِى يُوْجِبُ اْلغُسْلَ سِتَّةُ أَشْيَاءَ : ثَلَاثَةٌ تَشْتَرِكُ فِيْهَا الرِّجَالُ وَالنِّسَاءُ وَهِيَ : إِلْتِقَاُء الْخِتَانَيْنِ وَإِنْزَالُ الْمَنِيِّ وَالْمَوْتُ. وَثَلَاثَةٌ تَخْتَصُّ بِهَا النِّسَاءُ، وَهِيَ : اَلْحَيْضُ وَالنِّفَاسُ وَاْلوِلَادَةُ

Adapun hal-hal yang mewajibkan mandi berjumlah enam macam : Tiga macam berbarengan pada laki-laki dan perempuan, yaitu bertemunya dua khitan (hubungan suami istri), keluar sperma, dan kematian. Dan yang ketiga macam lagi khusus bagi perempuan, yaitu haid, nifas, dan wiladah (melahirkan). (Kitab Al-Ghayah Wat-Taqrib, halaman 4)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar