Sunday, November 20, 2016

Fungsi dan manfaat wudhu



Wudhu berasal dari kata ‘Wudhu-un’ yang artinya bersih atau indah. Sedangkan menurut istilah syariat Islam adalah membersihkan anggota wudhu dengan air suci dan mensucikan berdasarkan syarat dan rukun tertentu untuk menghilangkan hadats kecil.

Sebenarnya tidak terlalu sulit bagi kita untuk selalu menjaga wudhu kita, seandainya kita benar-benar komitmen dengan hal tersebut. Langkah pertama adalah kalau kita selesai mandi maka kita harus berwudhu, baik setelah mandi itu kita mau melaksanakan shalat atau tidak, hal itu dilakukan terus menerus. Dengan kata lain bahwa mandi tidak terlepas dari wudhu. Langkah kedua adalah peningkatan dari langkah pertama, bila kita buang hajat ke kamar mandi, baik buang air besar maupun  buang air kecil maka kita akhiri dengan berwudhu.

Dengan kata lain tidak keluar dari kamar mandi sebelum kita berwudhu (kalau tempat wudhunya di dalam kamar mandi). Demikian juga kalau kita buang angin, maka cepat-cepat berwudhu. Hal demikian juga kita lakukan pada saat mau tidur. Dalam Haditsnya rasulullah saw. bersabda :

اَلنَّائِمُ الطَّاهِرُ كَالصَّائِمِ اْلقَائِمِ
Tidur orang yang suci (dari hadats) seperti orang puasa yang shalat.” (Kitab lubabul hadits, halaman 15. Syaikh Jalaluddin As-Suyuti)

Wudhu adalah merupakan syarat untuk mendirikan shalat. Secara syar’i, wudhu ditujukan untuk menghilangkan hadats kecil agar kita syah menjalankan ibadah, khususnya shalat, dalam Al-Qur'an disubutkan :

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُؤُوْسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan salat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki. (Q.S. 5 Al Maa-idah 6)

Didalam sebuah hadits diterangkan :

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لاَ يَقْبَلُ اللَّهُ صَلاَةَ أَحَدِكُمْ إِذَا أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ
Dari Abu Hurairah, dari Nabi saw bersabda : Allah tidak menerima shalat salah seorang diantara kamu jika ia berhadats, sampai ia berwudhu terlebih dahulu.“ (H. R. Bukhari no. 6954, Abu Dawud no. 60 dan lainnya).

Meski demikian, kita dianjurkan untuk  berwudhu  tidak  hanya ketika kita hendak mendirikan shalat, namun juga ketika hendak melakukan ibadah atau amalan yang baik, misalnya ketika kita hendak membaca Al-Qur'an, mengikuti pelajaran, pengajian.

Dikisahkan dari Syaikhul Imam Syamsul A’immah Al-Khulwani meriwayatkan : Sesungguhnya aku dapat memperoleh ilmu hanya dengan mengagungkan ilmu, dan sekali-kali saya tidak memegang bendel kitab melainkan dalam keadaan bersuci.” (Kitab Ta’lim Muta’allim. Syekh Al-Zarnuji).

Secara kesehatan wudhu sangat bermanfaat. Kalau diperhatikan, anggota badan yang dibasuh ketika berwudhu adalah anggota-anggota badan yang sering terbuka. Anggota badan kita yang terbuka sangat rentan didatangi kuman.  

Ketika berwudhu, kita juga dianjurkan berkumur, bersiwak (gosok gigi), membersihkan hidung, dalam sebuah hadits diterangkan :

عَنْ حُمْرَانَ مَوْلَى عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ أَنَّهُ رَأَى عُثْمَانَ دَعَا بِوَضُوءٍ، فَأَفْرَغَ عَلَى يَدَيْهِ مِنْ إِنَائِهِ، فَغَسَلَهُمَا ثَلاَثَ مَرَّاتٍ، ثُمَّ أَدْخَلَ يَمِينَهُ فِى الْوَضُوءِ، ثُمَّ تَمَضْمَضَ، وَاسْتَنْشَقَ، وَاسْتَنْثَرَ، ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ ثَلاَثًا وَيَدَيْهِ إِلَى الْمِرْفَقَيْنِ ثَلاَثًا، ثُمَّ مَسَحَ بِرَأْسِهِ، ثُمَّ غَسَلَ كُلَّ رِجْلٍ ثَلاَثًا، ثُمَّ قَالَ رَأَيْتُ النَّبِىَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَوَضَّأُ نَحْوَ وُضُوئِى هَذَا وَقَالَ مَنْ تَوَضَّأَ نَحْوَ وُضُوئِى هَذَا ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ، لاَ يُحَدِّثُ فِيْهِمَا نَفْسَهُ  غَفَرَ اللَّهُ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Dari Humran mantan budak Utsman bin Affan, bahwa ia melihat Utsman bin Affan minta untuk diambilkan air wudlu. Ia lalu menuang bejana itu pada kedua tangannya, lalu ia basuh kedua tangannya tersebut hingga tiga kali. Kemudian ia memasukkan tangan kanannya ke dalam air wudlunya, kemudian berkumur, memasukkan air ke dalam hidung dan mengeluarkannya. Kemudian membasuh mukanya tiga kali, membasuh kedua lengannya hingga siku tiga kali, mengusap kepalanya lalu membasuh setiap kakinya tiga kali. Setelah itu ia berkata : Aku telah melihat Nabi saw berwudlu seperti wudluku ini, beliau lalu bersabda : Barangsiapa berwudlu seperti wudluku ini, kemudian dia shalat dua rakaat dan tidak berbicara antara keduanya, maka Allah mengampuni dosanya yang telah lalu. (H. R.Bukhari no. 164)

Kita tahu, mulut dan hidung kita sarang bakteri berbahaya. Bila kita tidak rajin membersihkannya bisa menimbulkan  berbagai macam penyakit. Bakteri-bakteri tersebut semakin subur oleh bekas-bekas makanan di sela-sela gigi yang tidak kita bersihkan. Penelitian pernah membuktikan bahwa 90% dari mereka yang menderita kerusakan gigi, adalah karena keteledoran dalam membersihkan mulut. Penyakit yang ditimbulkan oleh bakteri yang ada di mulut kita, tidak hanya mengancam gigi dan gusi, tetapi jiga mengancam sistem pencernaan kita, ini karena air liur yang kita telan berasal dari mulut.

Ada beberapa penyakit yang disebabkan kurang diperhatikannya kesehatan gigi dan mulut serta efeknya adalah timbul penyakit pada organ lain, misalnya sinusitis causa, kerusakan gigi (geraham atas).

 Disamping untuk menjaga kesehatan, wudhu juga dapat menghapus beberapa dosa. Dalam sebuah hadits disebutkan :

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُوْلَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا تَوَضَّأَ الْعَبْدُ الْمُسْلِمُ  أَوِ الْمُؤْمِنُ  فَغَسَلَ وَجْهَهُ خَرَجَ مِنْ وَجْهِهِ كُلُّ خَطِيْئَةٍ نَظَرَ إِلَيْهَا بِعَيْنَيْهِ مَعَ الْمَاءِ - أَوْ مَعَ آخِرِ قَطْرِ الْمَاءِ - فَإِذَا غَسَلَ يَدَيْهِ خَرَجَ مِنْ يَدَيْهِ كُلُّ خَطِيْئَةٍ كَانَ بَطَشَتْهَا يَدَاهُ مَعَ الْمَاءِ - أَوْ مَعَ آخِرِ قَطْرِ الْمَاءِ - فَإِذَا غَسَلَ رِجْلَيْهِ خَرَجَتْ كُلُّ خَطِيْئَةٍ مَشَتْهَا رِجْلاَهُ مَعَ الْمَاءِ - أَوْ مَعَ آخِرِ قَطْرِ الْمَاءِ - حَتَّى يَخْرُجَ نَقِيًّا مِنَ الذُّنُوْبِ

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw bersabda : Apabila seorang muslim atau mukmin berwudlu, lalu membasuh wajahnya, maka setiap kesalahan yang dilihat oleh kedua matanya akan keluar bersama dengan turunnya air wudlu, atau bersama akhir dari tetesan air. Apabila dia membasuh kedua tangannya, maka seluruh kesalahan kedua tangannya yang digunakan memukul akan keluar bersama dengan turunnya air wudlu, atau bersama akhir dari tetesan air. Apabila dia membasuh kedua kakinya, maka setiap kesalahan perjalanan kedua kakinya akan keluar bersama dengan turunnya air wudlu, atau bersama akhir dari tetesan air, hingga dia keluar dalam keadaan bersih dari dosa-doa.(H. R.Muslim no. 600)

Kita dianjurkan untuk menyempurnakan wudhu, diantaranya adalah dengan membaca do’a setelah wudhu :

عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ يَتَوَضَّأُ فَيُبْلِغُ أَوْ فَيُسْبِغُ الْوُضُوءَ ثُمَّ يَقُوْلُ أَشْهَدُ اَنَّ لاَ إِلٰهَ اِلاَّ الله، وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، فُتِحَتْ لَهُ اَبْوَابَ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةِ يَدْخُلُ مِنْ اَيُّهَا شَاءَ، أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ. وَالتِّرْمِذِيُّ وَزَادَ اَلَّلهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ.

Dari Umar ra ia berkata, Rasulullah bersabda : Tidak seorangpun di antara kamu yang berwudhuBarang siapa sesudah berwudhu dan menyempurnakan wudhunya,kemudian ia membaca ‘Asyhadu allaa ilaaha illallaah, wahdahuu laa syariika lah. Wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhuu wa rasuuluh. (Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah. Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa nabi Muhammad itu adalah hamba dan utusan-Nya). Maka dibukakan baginya pintu surga yang delapan buah itu, sehingga ia boleh memilih dari pintu mana yang hendak ia masuki.” (H. R. Muslim no. 576). Dan At-Turmudzi no.55 menambahkan : “Allahummaj’alnii minat tawwaa-biina waj’alnii minal mutathah hiriin. (Ya Allah, jadikanlah aku tergolong orang-orang yang tobat (kepada-Mu), dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mensuci-kan diri-Mu).” (Kitab Bulughul Maram halaman 19. Syaikh Ibnu Hajar Al-Asqolani)

 Diantaranya juga untuk menyempurnakan wudhu adalah, shalat setelah wudhu.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِبِلَالٍ عِنْدَ صَلَاةِ الْفَجْرِ يَا بِلَالُ حَدِّثْنِيْ بِأَرْجٰى عَمَلٍ عَمِلْتَهُ فِي الْإِسْلَامِ فَإِنِّي سَمِعْتُ دَفَّ نَعْلَيْكَ بَيْنَ يَدَيَّ فِي الْجَنَّةِ قَالَ مَا عَمِلْتُ عَمَلًا أَرْجٰى عِنْدِيْ أَنِّي لَمْ أَتَطَهَّرْ طَهُوْرًا فِي سَاعَةِ لَيْلٍ أَوْ نَهَارٍ إِلَّا صَلَّيْتُ بِذٰلِكَ الطُّهُوْرِ مَا كُتِبَ لِيْ أَنْ أُصَلِّيَ قَالَ أَبُوْ عَبْدُ اللهِ دَفَّ نَعْلَيْكَ يَعْنِيْ تَحْرِيْكَ
Dari Abu Hurairah ra bahwa Nabi saw berkata, kepada Bilal ra ketika shalat Fajar (Shubuh) : Wahai Bilal, ceritakan kepadaku amal yang paling utama yang sudah kamu amalkan dalam Islam, sebab aku mendengar di hadapanku suara sandalmu dalam surga. Bilal berkata ; Tidak ada amal yang utama yang aku sudah amalkan kecuali bahwa jika aku bersuci (berwudhu) pada suatu kesempatan malam ataupun siang melainkan aku selalu shalat dengan wudhu' tersebut disamping shalat wajib. Berkata, (Abu Abdullah): Istilah Daffa na'laika maksudnya gerakan sandal. (H. R. Bukhari no. 1149).

Disamping itu juga membiasakan wudhu dapat memelihara ilmu kita supaya tidak cepat hilang, bermanfaat bagi diri dan orang lain.

 

مَنْ أَرَادَ أَنْ يَحْفَظَ اْلعِلْمَ فَعَلَيْهِ أَنْ يُلَازِمَ خَمْسَ خِصَالٍ : اَلْأُوْلَى صَلَاةُ الَّليْلِ وَلَوْ رَكْعَتَيْنِ، وَالثَّانِيَةُ دَوَامُ الْوُضُوْءِ، وَالثَّالِثَةُ اَلتَّقْوَى فِى السِّرِّ وَاْلعَلَانِيَةِ، وَالرَّابِعَةُ أَنْ يَأْكُلَ لِلتَّقْوَى لَالِلشَّهَوَاتِ، وَالْخاَمِسَةُ اَلسِّوَاكُ
Barang siapa yang ingin menjaga (menghafal) ilmu, maka ia harus membiasakan lima perkara : Pertama, shalat malam (tahajud) walaupun hanya dua rakaat. Kedua, Membiasakan (terus-menerus punya) wudhu. Ketiga, bertakwa (kepada Allah) baik di tempat sepi maupun tempat ramai. Keempat, makan untuk meningkatkan ketakwaan, bukan untuk mengikuti hawa nafsu. Kelima, membiasakan bersiwak. (kitab Durratun Nashihin, halaman 15. Syaikh Utsman bin Hasan bin Syakir )

 Dan Wudhu juga dapat menjadi cahaya di hari kiamat, dalam sebuah hadits disebutkan :


عَنْ سَعِيْدِ بْنِ أَبِيْ هِلَالٍ عَنْ نُعَيْمٍ الْمُجْمِرِ قَالَ رَقِيْتُ مَعَ أَبِي هُرَيْرَةَ عَلىٰظَهْرِ الْمَسْجِدِ فَتَوَضَّأَ فَقَالَ إِنِّي سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ إِنَّ أُمَّتِيْ يُدْعَوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ غُرًّا مُحَجَّلِيْنَ مِنْ آثَارِ الْوُضُوْءِ فَمَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يُطِيْلَ غُرَّتَهُ فَلْيَفْعَلْ
Dari Sa'id bin Abu Hilal dari Nu'aim bin Al-Mujmir berkata, Aku mendaki masjid bersama Abu Hurairah, lalu dia berwudhu dan berkata, Aku mendengar Nabi saw bersabda : Sesungguhnya umatku akan dihadirkan pada hari kiamat dengan wajah berseri-seri karena sisa air wudlu, barang siapa di antara kalian bisa memperpanjang cahayanya hendaklah ia lakukan. (H. R. Bukhari no. 136)

Demikian sekelumit uraian tentang fungsi dan manfaat wudhu bagi kehidupan di dunia bahkan kehidupan di akhirat, semoga Allah memberikan kekuatan dan petunjuknya kepada kita semua supaya bisa membiasakan dan mengistiqamahkan berwudhu.

No comments:

Post a Comment