Minggu, 10 Juli 2016

Membaca Al-Qur'an tanpa memahami maknanya




Membaca Al-Qur'an tanpa memahami maknanya tetap akan diberi pahala oleh Allah, akan tetapi orang yang membaca Al-Qur'an dengan memahami maknanya, pahalanya jauh lebih besar.

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَلْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِى يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيْهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ
Dari Aisyah ia berkata, Rasulullah saw bersabda: Orang mukmin yang mahir membaca Al-Qur`an, maka kedudukannya di akhirat ditemani oleh para malaikat yang mulia. Dan orang yang membaca Al-Qur`an dengan gagap (tersendat-sendat), ia sulit dalam membacanya, maka ia mendapat dua pahala. (H. R. Muslim no. 1898)

Ketika mengomentari hadits di atas Imam Nawawi mengatakan :

وَالْمَاهِرالْحَاذِقُ الْكَامِلُ الْحِفْظِ الَّذِيْ لَا يَتَوَقَّفُ وَلَا يَشُقُّ عَلَيْهِ الْقِرَاءَةُ بِجَوْدَةِ حِفْظِهِ وَإِتْقَانِهِ ..... وَأَمَّا الَّذِيْ يَتَتَعْتَعُ فِيهِْ فَهُوَ الَّذِيْ يَتَرَدَّدُ فِي تِلَاوَتِهِ لِضَعْفِ حِفْظِهِ فَلَهُ أَجْرَانِ : أَجْرٌ بِالْقِرَاءَةِ، وَأَجْرٌ بِتَتَعْتُعِهِ فِي تِلَاوَتِهِ وَمَشَقَّتِهِ
Orang yang mahir adalah orang yang cerdas, hafalannya sempurna, tidak tersendat-sendat dan tidak merasa berat membacanya karena kuat hafalannya ..... Adapun orang yang tersendat-sendat saat membacanya yaitu orang yang tidak lancar membacanya karena lemah hafalannya, maka ia mendapat dua pahala, pahala membacanya dan pahala tersendat-sendat saat membacanya serta kerepotannya. (Kitab Syarh Shahih Muslim, Juz III, halaman 152)

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنَ مَسْعُوْدٍ يَقُوْلُ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُوْلُ الم حََرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيْمٌ حَرْفٌ
Dari Abdullah bin Mas'ud ia mengatakan, Rasulullah saw bersabda : Barang siapa yang membaca satu huruf dari Al-Qur'an, maka ia akan mendapat satu kebaikan, dan satu kebaikan dilipat gandakan sepuluh kali. Saya tidak mengatakan bahwa Alif Lam Mim itu satu huruf, akan tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf. (H. R. Tirmidzi no. 3158)

Para ulama telah mendefinisikan Al-Qur'an sebagai berikut :

اَلْقُرْآنُ هُوَ كَلاَمُ اللهِ الْمُعْجِزُ اْلمُنَزَّلُ عَلَى خَاتَمِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ بِوَاسِطَةِ اْلأَمِيْنِ جِبْرِيْلَ عَلَيْهِ السَّلَامُ اْلمَكْتُوْبُ فِي اْلمَصَاحِفِ اْلمَنْقُوْلُ إِلَيْنَا بِالتَّوَاتُرِ اْلمُتَعَبُّدِ بِتِلَاوَتِهِ

Al-Qur'an ialah firman Allah yang mengandung mukjizat yang diturunkan kepada penutup para Nabi dan Rasul dengan perantaraan yang dapat dipercaya yakni malaikat Jibril as, yang ditulis dalam beberapa mushaf, yang sampai kepada kita secara mutawatir dan dipandang ibadah (mendapat pahala) dengan membacanya (Kitab At-Tibyan fi Ulumil Qur'an, Syaikh Muhammad Ali Ash-Shabuni, halaman 8)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar