Rabu, 24 Februari 2016

Yang menyebabkan kuat hafalan





Dalam kitab Durratun Nashihin karangan Syaikh Utsman bin Hasan bin Syakir terdapat keterangan sebagai berikut :

مَنْ أَرَادَ أَنْ يَحْفَظَ اْلعِلْمَ فَعَلَيْهِ أَنْ يُلَازِمَ خَمْسَ خِصَالٍ : اَلْأُوْلَى صَلَاةُ الَّليْلِ وَلَوْ رَكْعَتَيْنِ، وَالثَّانِيَةُ دَوَامُ الْوُضُوْءِ، وَالثَّالِثَةُ اَلتَّقْوَى فِى السِّرِّ وَاْلعَلَانِيَةِ، وَالرَّابِعَةُ أَنْ يَأْكُلَ لِلتَّقْوَى لَالِلشَّهَوَاتِ، وَالْخاَمِسَةُ اَلسِّوَاكُ
Barang siapa yang ingin menjaga (menghafal) ilmu, maka ia harus membiasakan lima perkara : Pertama, shalat malam (tahajud) walaupun hanya dua rakaat. Kedua, Membiasakan (terus-menerus punya) wudhu. Ketiga, bertakwa (kepada Allah) baik di tempat sepi maupun tempat ramai. Keempat, makan untuk meningkatkan ketakwaan, bukan untuk mengikuti hawa nafsu. Kelima, membiasakan bersiwak. (kitab Durratun Nashihin, halaman 15)

Dalam kitab Ta'limul Muta'allim karangan Syaikh Zarnuji, juga terdapat keterangan sebagai berikut :

وَأَقْوَى أَسْبَابِ الْحِفْظِ: اَلْجِدُّ وَالْمُوَاظَبَةُ، وَتَقْلِيْلُ اْلغَذَاءِ، وَصَلَاةُ اللَّيْلِ، وَقِرَاءَةُ اْلقُرْآنِ مِنْ أَسْبَابِ الْحِفْظِ.قِيْلَ: لَيْسَ شَيْئٌ أَزْيَدَ لِلْحِفْظِ مِنْ قِرَاءَةِ اْلقُرْآنِ نَظَرًا،
Yang paling kuat menyebabkan mudah hafal adalah kesungguhan, kontinuitas, mengurangi makan dan shalat di malam hari. Membaca Al-Qur’an termasuk penyebab hafalan seseorang. Dikatakan : Tiada sesuatu pun yang lebih menambah kuat hafalan seseorang, kecuali membaca Al-Qur’an dengan melihat Al-Qur'an. (Kitab Ta'limul Muta'allim, halaman 62)

Imam Syafi'i dalam sebuah gubahannya pernah berkata :

شَكَوْتُ إِلَى وَكِيْعٍ سُوْءَ حِفْظِى # فَأَرْشَدَ نِيْ إِلَى تَرْكِ الْمَعَاصِى
فَإِنَّ الْحِفْظَ فَضْلٌ مِنْ إِلَهِ # وَفَضْلُ اللهِ لَا يُعْطَى لِعَاصِى
Saya telah berkonsultasi kepada Imam Waki' tentang buruknya hafalan saya. Lalu beliau memberi petunjuk kepadaku agar meninggalkan segala kemaksiatan. Karena sesungguhnya hafalan ilmu itu adalah karunia Allah, sedangkan karunia Allah itu tidak akan diberikan kepada orang yang berbuat maksiat. (Kitab Ta'limul Muta'allim, halaman 63)

Sayyidina Ali pernah mengatakan :

ثَلَاثٌ يَزِدْنَ فِى الْحِفْظِ وَيُذْهِبْنَ الْبَلْغَمَ، اَلسِّوَاكُ وَالصَّوْمُ وَقِرَاءَةُ اْلقُرْآنِ
Tiga hal dapat menambah kekuatan hafalan dan menghilangkanl lendir (dahak), yaitu : Bersiwak, puasa dan membaca Al-Qur'an. (Kitab Nashaihul 'Ibad, halaman 27)

Ada pepatah dalam bahasa Arab yang mengatakan :

اَلتَّكْرَارُ يُفِيْدُ الْقَرَارَ
Mengulang-ulang itu dapat menjadikan kuat hafalan

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa jika seseorang ingin kuat hafalannya, maka ia harus melakukan hal-hal sebagai berikut :

1.  Rajin shalat tahajud, sekalipun hanya dua rakaat. Setelah shalat tahajud, lalu berdoa memohon kepada Allah supaya dikuatkan hafalannya.
2.  Terus-menerus punya wudhu. Kalu batal, segera berwudhu lagi, jangan keluar dari kamar mandi sebelum berwudhu
3.  Apabila makan, hendaknya diniatkan untuk lebih semangat dalam beribadah, bukan karena dorongan hawa nafsu semata.
4.  Rajin bersiwak (membersihkan/menggosok gigi)
5.  Serius dan terus-menerus dalam menghafal, tidak cepat jemu
6.   Jangan banyak makan, bahkan lebih baik lagi kalau sering berpuasa sunnah, terutama hari Senin dan Kamis
7.  Rajin membaca Al-Qur'an bin nadzor (dengan melihat Al-Qur'an)
8.   Selalu bertakwa kepada Allah dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya (tidak berbuat maksiat), baik di tempat ramai ataupun di tempat yang sepi.

1 komentar: