Monday, November 30, 2015

Penyebab doa Syekh Ibrahim Bin Adham tidak diterima



Diriwayatkan dari Syekh Ibrahim bin Adham, sesungguhnya dirinya pernah di Mekkah membeli kurma dari seseorang, lalu ada dua biji kurma jatuh di tanah di dekat kakinya. Dia menyangka, bahwa dua kurma itu termasuk yang ia belinya, tanpa pikir panjang dia lalu memakannya. Kemudian dia pergi ke masjid Al-Aqsha di kota Baitul Maqdis, lalu masuk ke Qubbatus Shahroh dan menyepi di sana. Sedangkan di tempat itu ada peraturan, siapa saja yang di tempat ini harus keluar mulai malam menjelang tiba, karena malaikat akan masuk dan beribadah sepanjang malam. Penjaga tempat ini, sesudah Ashar berusaha menghalau setiap orang yang di dalamnya, agar keluar. Tetapi Ibrahim bi Adham bersembunyi. 

Lalu pintu Qubbatus Shahron ditutup. Para malaikat mulai berdatangan dan masuk. Ketika masuk mereka berkata, di sini ada manusia, malaikat yang lainnya menyahut : Ya ada, yaitu Ibrahim bin Adham, seorang ahli ibadah dari Khurosan. Yang lainpun menjawab, ya benar. Malaikat menyahut, oh ... darinya ada amal naik ke langit dan diterima tiap hari itu, lalu ada suara yang menyahut, ya... hanya saja ibadahnya itu berhenti sejak satu tahun ini dan selama ini doanya tidak dikabulkan, gara-gara dua biji buah kurma. Semalam suntuk para malaikat tersebut beribadah kepada Allah swt hingga fajar.

Penjaga tempat suci ini lalu datang dan membuka pintunya. Ibrahim bin Adham lalu keluar dan pergi menuju kota Mekkah dan langsung menuju toko tempat ia membeli kurma beberapa tahun yang lalu. Dia mendapati seorang pemuda di toko itu, dan berkata kepadanya : Tahun lalu di tempat ini ada orang tua menjual kurma. Pemuda itu menjawab : ya ... ia adalah ayah saya dan beliau sudah meninggal. Lalu Ibrahim bin Adham bercerita tentang pengalamannya yang berkaitan denga dua biji buah kurma. 

Pemuda itu berkata : Saya menghalalkan bagianku. Tapi selain aku, ahli waris ayah itu masih ada, yaitu satu saudaraku perempuan dan ibu. Ibrahim berusaha menjumpai mereka dan minta kehalalan bagian mereka dalam dua kurma tersebut. maka keduanya menghalalkannya juga.
Syekh Ibrahim bin Adham lalu berangkat ke kota Baitul Maqdis dan masuk ke Qubbatus Shahroh itu dan seperti biasanya. Menjelang malam hari para malaikat mulai berdatangan, mereka berkata kepada yang lain : Ini Ibrahim bin Adham, amal-amalnya ditangguhkan dan doanya tidak dikabulkan sejak setahun, tetapi setelah ia membereskan urusan dua biji buah kurma yang dimakannya tanpa sengaja itu, maka amal-amalnya diterima, doa-doanya dikabulkan, dan Allah swt mengembalikannya pada derajatnya semula.

Ibrahim bin Adham mendengar ucapan itu menangis karena gembira. Ia kemudian tidak makan, kecuali sekali dalam seminggu dengan makanan yang halal. (Kitab An-Nawadir, Ahmad Syihabudin bin Salamah Al-Qalyubiy, halaman 36-37)

No comments:

Post a Comment