Monday, August 17, 2015

cara membagi warisan dalam islam




(A). ANAK PEREMPUAN, apabila ia hanya sendiri, tidak bersama-sama saudaranya.Mendapat bagian 1/2.
وَإِن كَانَتْ وَاحِدَةً فَلَهَا النِّصْفُ
jika anak perempuan itu seorang saja, maka ia memperoleh separo harta. (Q.S. 4 An Nisaa' 11)

(B). Anak perempuan dari anak laki-laki, apabila tidak ada anak perempuan. Mendapat bagian 1/2. (berdasarkan ijma' ulama)

(C). Saudara perempuan yang seibu sebapak atau sebapak saja, apabila ia saudara perempuan seibu sebapak tidak ada dan ia hanya seorang saja. Mendapat bagian 1/2.

إِنِ امْرُؤٌ هَلَكَ لَيْسَ لَهُ وَلَدٌ وَلَهُ أُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَ
 jika seorang meninggal dunia, dan ia tidak mempunyai anak dan mempunyai saudara perempuan, maka bagi saudaranya yang perempuan itu seperdua dari harta yang ditinggalkannya,.(Q.S. 4 An Nisaa' 176)

(D). SUAMI, apabila istri yang meninggal dunia itu tidak meninggalkan anak dan tidak pula ada anak dari anak laki-laki,baik laki-laki maupun perempuan.mendapat bagian 1/2.

وَلَكُمْ نِصْفُ مَا تَرَكَ أَزْوَاجُكُمْ إِن لَّمْ يَكُن لَّهُنَّ وَلَدٌ
Dan bagimu (suami-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh istri-istrimu, jika mereka tidak mempunyai anak. (Q.S. 4 An Nisaa' 12)

(E). SUAMI
Apabila istrinya yang meninggal dunia itu meninggalkan anak, baik anak laki-laki ataupun perempuan, ataupun meninggalkan anak dari anak laki-laki,baik laki-laki maupun perempuan. mendapat bagian 1/4
                                                                                                 
فَإِن كَانَ لَهُنَّ وَلَدٌ فَلَكُمُ الرُّبُعُ مِمَّا تَرَكْنَ مِنْ بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُوصِينَ بِهَا أَوْ دَيْنٍ
Jika istri-istrimu itu mempunyai anak, maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya sesudah dipenuhi wasiat yang mereka buat atau (dan) sesudah dibayar utangnya..(Q.S. 4 An Nisaa' 12)

(F). ISTRI, baik hanya satu orang ataupun berbilang, jika suami tidak meninggalkan anak (baik anak laki-laki maupun perempuan) dan tidak pula anak dari anak laki-laki (baik laki-laki maupun perempuan). Maka apabila istri itu berbilang 1/4 itu dibagi rata antara mereka.

وَلَهُنَّ الرُّبُعُ مِمَّا تَرَكْتُمْ إِن لَّمْ يَكُن لَّكُمْ وَلَدٌ
Para istri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak .(Q.S. 4 An Nisaa' 12)

(G). ISTRI, baik satu atau berbilang, mendapat warisan dari suaminya 1/8 dari harta kalau suaminya yang meninggal dunia itu meninggalkan anak, baik laki-laki maupun perempuan,atau anak dari anak laki-laki,baik laki-laki maupun perempuan.
فَإِن كَانَ لَكُمْ وَلَدٌ فَلَهُنَّ الثُّمُنُ
Jika kamu mempunyai anak, maka para istri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan. (Q.S. 4 An Nisaa' 12)

(H). Dua orang anak perempuan atau lebih, dengan syarat apabila tidak ada anak laki-laki. Berarti apabila anak perempuan berbilang, sedangkan anak laki-laki tidak ada. Maka mereka mendapat 2/3 dari harta yang ditinggalkan oleh bapakmereka.
فَإِن كُنَّ نِسَاءً فَوْقَ اثْنَتَيْنِ فَلَهُنَّ ثُلُثَا مَا تَرَكَ
dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua, maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. (Q.S. 4 An Nisaa' 11)

(I). Dua orang anak perempuan atau lebih dari anaklaki-laki,apabila anak perempuan tidak ada, berarti anak perempuan dari anak laki-laki yang berbilang itu,mereka mendapat warisan dari kakek mereka sebanyak 2/3 dari harta. Hal itu beralasan pada qias, yaitu diqiaskan dengan anak perempuan karena hokum cucu (anak dari anak laki-laki) dalam beberapa perkara, seperti hokum anak sejati.

(J). Saudara perempuan yang seibu sebapak apabila berbilang (dua atau lebih), mendapat bagian  2/3

 فَإِن كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثَانِ مِمَّا تَرَكَ
tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan oleh yang meninggal.(Q.S. 4 An Nisaa' 176)

(K). Saudara perempuan yang sebapak, dua orang atau lebih, mendapat bagian 2/3. keterangannya adalah Q.S. 4 An Nisaa' 176 yang tersebut di atas,karena yang dimaksud dengan saudara dalamayat iersebut adalah saudara seibu sebapak atau saudara sebapak saja apabila saudara perempuan yang seibu sebapak tidak ada.

(L). IBU, apabila yang meninggal tidak meninggalkan anak atau cucu (anak dari anak laki-laki), dan tidak pula meninggalkan dua orang saudara, baik laki-laki ataupun perempuan baik seibu sebapak ataupun sebapak saja atau seibu saja. Mendapatkan 1/3
فَإِن لَّمْ يَكُن لَّهُ وَلَدٌ وَوَرِثَهُ أَبَوَاهُ فَلأُمِّهِ الثُّلُثُ
jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapaknya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga;. (Q.S. 4 An Nisaa' 11)

(M) IBU, apabila ia beserta anak, beserta abak dari anak laki-laki, atau beserta dua saudara atau lebih, baik saudara laki-laki ataupun saudara perempuan,seibu sebapak, sebapak saja atau seibu saja. Mendapat bagian 1/6
وَلأَبَوَيْهِ لِكُلِّ وَاحِدٍ مِّنْهُمَا السُّدُسُ مِمَّا تَرَكَ إِن كَانَ لَهُ وَلَدٌ وَلأَبَوَيْهِ لِكُلِّ وَاحِدٍ مِّنْهُمَا السُّدُسُ مِمَّا تَرَكَ إِن كَانَ لَهُ وَلَدٌ
Dan untuk dua orang ibu-bapak, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak. (Q.S. 4 An Nisaa' 11)
فَإِن كَانَ لَهُ إِخْوَةٌ فَلأُمِّهِ السُّدُسُ
jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara, maka ibunya mendapat seperenam. (Q.S. 4 An Nisaa' 11)

(N). Dua saudara atau lebih dari saudara yang seibu, baik laki-laki maupun perempuan. Mendapat bagian 1/3
فَإِن كَانُوَاْ أَكْثَرَ مِنْ ذٰلِكَ فَهُمْ شُرَكَاء فِي الثُّلُثِ
jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang, maka mereka bersekutu dalam yang sepertiga itu, (Q.S. 4 An Nisaa' 12)

(O). BAPAK SI MAYAT, apabila yang meninggal mempunyai anak atau anak dari anak laki-laki. Mendapat bagian 1/6.
وَلأَبَوَيْهِ لِكُلِّ وَاحِدٍ مِّنْهُمَا السُّدُسُ مِمَّا تَرَكَ إِن كَانَ لَهُ وَلَدٌ وَلأَبَوَيْهِ لِكُلِّ وَاحِدٍ مِّنْهُمَا السُّدُسُ مِمَّا تَرَكَ إِن كَانَ لَهُ وَلَدٌ
Dan untuk dua orang ibu-bapak, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak. (Q.S. 4 An Nisaa' 11)

(P). NENEK, (ibu dari ibu atau ibu dari bapak), kalau ibu tidak ada. Mendapat bagian 1/6. berdasarkan hadits yang diriwayatkan Zaid, yaitu :
إَِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  جَعَلَ لِلْجَدَّةِ السُّدُسَ
Sesungguhnya Nabi saw, telah menetapkan bagian nenek seperenam dari harta



(Q). Cucu perempuan dari pihak anak laki-laki (anak perempuan dari anak laki-laki). Mereka mendapat bagian 1/6, baik sendiri atau berbilang, apabila bersama-sama seorang anak perempuan. Tetapi apabila anak perempuan berbilang,maka cucu perempuan tadi tidak mendapat warisan.

قضى النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ   السُّدُسَ لِبِنْتِ اْلإِبْنِ مَعَ بِنْتِ الصُّلْبِ
Nabi saw,menetapkan seperenam untuk seorang anak perempuan dari anak laki-laki yang beserta seorang anak perempuan (H. R. Bukhari).

(R). KAKEK (bapak dari bapak), apabila beserta anak atau anak dari anak laki-laki, sedangkan bapak tidak ada. Mendapat bagian 1/6. (keterangan berdasarkan ijma' ulama).

(S). Untuk seorang saudara yang seibu, baik laki-laki maupun perempuan. Mendapat bagian 1/6.

وَإِن كَانَ رَجُلٌ يُورَثُ كَلاَلَةً أَو امْرَأَةٌ وَلَهُ أَخٌ أَوْ أُخْتٌ فَلِكُلِّ وَاحِدٍ مِّنْهُمَا السُّدُسُ
Jika seseorang mati, baik laki-laki maupun perempuan yang tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak, tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki (seibu saja) atau seorang saudara perempuan (seibu saja), maka bagi masing-masing dari kedua jenis saudara itu seperenam harta. (Q.S. 4 An Nisaa' 12)

(T). Saudara perempuan yang sebapak saja, baik sendiri ataupun berbilang, apabila beserta saudara perempuan yang seibu sebapak. Adapun apabila saudara seibu sebapak berbilang (dua atau lebih), maka saudara sebapak tidak mendapat warisan. Mendapat bagian 1/6. (berdasarkan ijma'ulama)

No comments:

Post a Comment