Thursday, August 13, 2015

Arti manaqib




ARTI MANAQIB

            Kata-kata manaqib itu adalah bentuk jamak dari mufrod manqobah, Secara bahasa manaqib berarti meneliti, menggali. Secara istilah di artikan sebagai riwayat hidup seseorang yang berisikan tentang budi pekertinya yang terpuji, akhlaknya yang mulya, karomahnya dan selain nya yang patut di jadikan sebagai bahan pelajaran/suri tauladan.

            Jadi membaca manaqib, artinya membaca cerita kebaikan amal dan akhlak terpujinya seseorang. Oleh sebab itu kata-kata manaqib hanya khusus bagi orang-orang baik dan mulya, seperti manaqib Umar bin Khottob, manaqib Ali bin Abi Tholib, manaqib Syaikh Abdul Qodir Al-Jilani, manaqib Sunan Bonang dan lain sebagainya. Tidak boleh dan tidak benar kalau ada orang berkata manaqib Abu Jahal, manaqib Abu lahab.
 
            Manaqib adalah suatu metode/pengajaran yang disusun oleh Ulama/ Syaikh untuk membina dan membimbing murid-murid dalam melaksanakan ajaran Thoriqoh dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah swt. Kita telah dingatkan oleh Rosulullah supaya tidak membenci atau menyakiti para ulama, dalam sebuah hadits disebutkan 

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللهَ قَالَ مَنْ عَادَى لِى وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ
Dari Abu Hurairah dia berkata, Rasulullah saw bersabda: Allah berfirman: Barang siapa menyakitu wali-Ku, maka sungguh Aku menyatakan perang kepadanya (H.R. Bukhari no. 6502)
            Tujuan melaksanakan manaqib adalah untuk meningkatkan amal ibadah kepada Alllah swt. dengan cara mencintai dan memuliakan para orang sholeh (Auliya Allah) dengan maksud untuk meneladani/ mencontoh amal sholehnya. Kalau kita mencintai seseorang maka kelak nanti akan bersamanya di akhirat, sesuai dengan sabda Nabi :

عَنْ عَبْدِ اللهِ عَنِ النَّبِىِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ  اَلْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ
Dari Abdillah dari nabi saw, bahwasanya beliau bersabda: Seseorang itu bersama  orang yang dicintai. (H . R. Bukhari no. 6168)

            Kalau kita baca dalam manaqib Syaikh Abdul Qodir Al-Jilani seakan-akan banyak hal yang tidak masuk akal, sebaiknya jangan hanya berhenti sampai ceritanya Syeikh Abdul Qodir Al-Jilani saja, tetapi teruskanlah. Misanya cerita tentang sahabat Umar bin Khottob berkirim surat kepada sungai nil (karena sungai nil kering dan dengan surat itu Amr bin Ash, gubernur mesir melemparkan surat tersebut ke sungai nil, dan ajaibnya dipagi harinya sungai nil penuh dengan air lagi). Sahabat umar bin Khottob memberi komando dari Madinah kepada prajurit-prajurit yang sedang bertempur di tempat yang jauh dari Madinah. Cerita tentang tongkat Nabi Musa menjadi ular dan dapat membelah lautan, cerita tentang Nabi Isa yang dapat menghidupkan orang yang sudah mati. Nabi Ibrahim tidak mati dibakar, nabi Sulaiman yang dapat menundukkan angin, mengerti bahasa binatang. Dan yang paling ajaib adalah cerita isro' mi'roj Nabi muhammad saw, sampai-sampai banyak sahabat tidak percaya cerita isro' mi'roj Nabi kecuali Abu Bakar Ash-Shiddiq.  Dan masih banyak lagi yang semuanya itu sama sekali tidak masuk akal.

Ada beberapa contoh hal-hal yang kita anggap tidak masuk akal, diantaranya adalah :

1. Seseorang yang dapat memindahkan istana dengan waktu sekejab
قَالَ الَّذِيْ عِنْدَه۫ عِلْمٌ مِّنَ الْكِتَابِ أَنَا آتِيْكَ بِه۪ قَبْلَ أَنْ يَرْتَدَّ إِلَيْكَ طَرْفُكَ فَلَمَّا رَآهُ مُسْتَقِرّاً عِنْدَه۫ قَالَ هٰذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّيْ لِيَبْلُوَنِيْ أَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ وَمَنْ شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ رَبِّيْ غَنِيٌّ كَرِيْمٌ

Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al Kitab: "Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip". Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapan-nya, iapun berkata: "Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barang siapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barang siapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia". (Q.S. 27 An Naml 40)

2. Binatang melata yang bisa bicara, terdapat pada Al-Qur'an surat An-Naml ayat 82.
3. Nabi Isa membuat burung dari tanah lalu di tiup maka hiduplah burung itu, menyembuhkan orang buta, menghidupkan orang mati, tardapat pada surat Ali Imron ayat 49.
4. Nabi Muhammad saw menenangkan pohon kurma yang sedang merintih, cerita ini dapat kita lihat dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dengan nomor hadits 3585
5. Bebatuan yang memberi salam kepada Nabi Muhammad saw, sebelum beliau diutus jadi Rasul, cerita ini dapat kita lihat dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim  dengan nomor hadits 6078.
6. Tiga bayi yang dapat bicara, yakni Nabi Isa, bayi yang menyelamatkan Juraij dari fitnah seorang wanita, dan bayi yang sedang menyusu kepada ibunya lalu lewat seorang pria yang berparas tampan yang mengendarai onta. Cerita ini dapat kita lihat dalam hadits yang diriwayat kan oleh Imam Muslim dengan nomor hadits 6673.
7. Kambing panggang yang melapor kepada Nabi Muhammad saw bahwa ia diracuni, cerita ini dapat kita lihat dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud dengan nomor hadits 4512.
8. Masih anak-anak sudah hafal Al-Qur'an 30 Juz dan terjadi pada zaman sekarang, diantaranya adalah Muadz yang tunanetra berusia 11 tahun dari Mesir, Sayyid Muhammad Husein Tabataba'i berusia 5 tahun dari Iran disamping hafidz dia juga faham tentang isi kandungan Al-Qur'an sehingga dia mendapatkan gelar Doktor, Tabarak Labudi berusia 4,5 tahun dari Jeddah Arab Saudi, Rukkayatu Fatahu Umar, anak Perempuan yang berusia 3 tahun dari Nigeria, Farih Abdurrahman berusia 3 Tahun dari Aljazair, Syarifuddin Khalifah, Anak Kecil Keluarga Katolik  berusia 1,5 tahun dari Tanzania. Bahkan dari Indonesia pun juga ada, yaitu Muhammad Gozy Basayev, berusia 8 tahun dari Makassar, Musa berusia 5,5 tahun dari Bangka. Muhammad Luthfi usia 12 tahun dari Medan
9. Dan masih banyak lagi kejadian-kejadian yang tidak masuk akal, baik itu yang dilakukan para Nabi, wali-wali Allah, bahkan dapat terjadi pada  orang biasa, semua itu dapat terjadi bila atas idzin Allah swt. 

            Hal-hal yang menyimpang dari adat itu kalau keluar dari Nabi Allah maka namanya mukjizat, dan kalau timbul dari wali Allah namanya karomah dan kalu keluar dari orang biasa adalah ma'unah, itu semua bisa terjadi bila mendapat izin dan menurut kehendak Allah, dan hal itu sangatlah mudah bagi Allah

No comments:

Post a Comment