Rabu, 04 Agustus 2021

Al-Fatihah Obat Segala Penyakit.

 


عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ عُمَيْرٍ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاتِحَةُ الْكِتَابِ شِفَاءٌ مِنْ كُلِّ دَاءٍ

Dari Abdul Malik bin Umair ia berkata, Rasulullah saw bersabda : Surat Al-Fatihah itu merupakan obat segala macam penyakit. (H. R. Al-Darimi no. 3433)

Selasa, 03 Agustus 2021

Niat I'tikaf

 




نَوَيْتُ اْلإِعْتِكَافَ فِى هٰذَ الْمَسْجِدِ   سُنَّةً لِلهِ تَعَالٰى

NAWAITUL I'TIKAAFA FII HAADZAL MASJIDI SUNNATAN LILLAAHI TA'ALAA

Saya niat i'tikaf (berdiam diri) di dalam masjid ini, sunnah karena Allah ta’ala

Senin, 02 Agustus 2021

Doa Naik Kendaraan Laut



بِسْمِ اللهِ مَجْرَاهَا وَمُرْسَاهَا إِنَّ رَبِّيْ لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

BISMILLAAHI MAJREHAA WA MURSAAHAA INNA ROBBII LAGHOFURUR ROCHIIM

Dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya. Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. 

Sabtu, 31 Juli 2021

Doa Setelah Hujan Reda

 


عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ الْجُهَنِىِّ أَنَّهُ قَالَ صَلَّى لَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلاَةَ الصُّبْحِ بِالْحُدَيْبِيَةِ عَلَى إِثْرِ سَمَاءٍ كَانَتْ مِنَ اللَّيْلَةِ ، فَلَمَّا انْصَرَفَ أَقْبَلَ عَلَى النَّاسِ فَقَالَ هَلْ تَدْرُوْنَ مَاذَا قَالَ رَبُّكُمْ. قَالُوا اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَعْلَمُ . قَالَ أَصْبَحَ مِنْ عِبَادِى مُؤْمِنٌ بِى وَكَافِرٌ ، فَأَمَّا مَنْ قَالَ مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللهِ وَرَحْمَتِهِ فَذَلِكَ مُؤْمِنٌ بِى وَكَافِرٌ بِالْكَوْكَبِ ، وَأَمَّا مَنْ قَالَ بِنَوْءِ كَذَا وَكَذَا فَذَلِكَ كَافِرٌ بِى وَمُؤْمِنٌ بِالْكَوْكَبِ

Dari Zaid bin Khalid Al-Juhaini bahwasanya dia berkata, Rasulullah saw memimpin kami shalat Shubuh di Hudaibiyyah pada suatu malam sehabis turun hujan. Setelah selesai beliau menghadapkan wajahnya kepada orang banyak lalu bersabda : Tahukah kalian apa yang sudah difirmankan oleh Rabb kalian? Orang-orang menjawab, Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui. Beliau bersabda : (Allah berfirman) : Di pagi ini ada hamba-hamba Ku yang beriman kepada-Ku dan ada yang kafir. Orang yang berkata :  Hujan turun kepada kita karena karunia Allah dan rahmat-Nya, maka dia adalah yang beriman kepada-Ku dan kafir kepada bintang-bintang. Adapun yang berkata, (Hujan turun disebabkan) bintang ini atau itu, maka dia telah kafir kepada-Ku dan beriman kepada bintang-bintang.  (H. R. Bukhari no. 846, Muslim no. 240)

Larangan Masuk Masjid Setelah Makan Bawang Putih

 


عَنْ عَطَاءٍ قَالَ سَمِعْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ االلهِ قَالَ قَالَ النَّبِىُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَكَلَ مِنْ هَذِهِ الشَّجَرَةِ - يُرِيدُ الثُّوْمَ - فَلاَ يَغْشَانَا فِى مَسَاجِدِنَا. قُلْتُ مَا يَعْنِى بِهِ قَالَ مَا أُرَاهُ يَعْنِى إِلاَّ نِيْئَهُ

Dari Atha berkata, Aku mendengar Jabir bin Abdullah berkata, Nabi saw bersabda : Barang siapa memakan dari pohon ini, - maksudnya bawang putih-, maka hendaklah dia tidak mendatangi kami di masjid-masjid kami. Aku bertanya, Apa yang beliau maksudkan itu? Maka Jabir menjawab : Aku tidak melihat maksud beliau yang lain kecuali yang mentah (belum dimasak). (H. R. Bukhari no. 854)

Doa Ketika Turun Hujan

 


عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا رَأَى نَاشِئًا مِنْ أُفُقٍ مِنْ آفَاقِ السَّمَاءِ تَرَكَ عَمَلَهُ وَإِنْ كَانَ فِى صَلاَتِهِ ثُمَّ يَقُولُ اللهم إِنِّى أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْهِ. فَإِنْ كَشَفَهُ اللهُ حَمِدَ اللهَ وَإِنْ مَطَرَتْ قَالَ اللهم صَيِّبًا نَافِعًا

Dari Aisyah, apabila Rasulullah saw melihat mendung di ufuq langit, beliau meninggalkan pekerjaanya walaupun beliau dalam shalat, kemudian beliau mengucapkan : ALLOOHUMMA INNII A'UDZU BIKA MIN SYARRI MAA FIIHI (ya Allah! aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang ada padanya). Apabila Allah menghilangkan mendung itu, beliau memuji Allah. Namun, jika terjadi hujan, beliau mengucapkan : ALLOOHUMMA SHAYYIBAN NAAFI'AN (ya Allah, Jadikanlah hujan ini bermanfaat). (H. R. Ahmad no. 26315)


Jumat, 30 Juli 2021

Mudah memperoleh dosa bagi wanita Durhaka



Banyak wanita yang tidak menyadari bahwa ia mudah memperoleh dosa (meskipun ia banyak beribadah kepada Allah) karena ketidak taatannya kepada suami. Padahal segala perintah suami harus ia taati kecuali perintah yang menyebabkan maksiat kepada Allah. Seperti yang ada pada hadits di bawah ini :

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَعَا الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَأَبَتْ، فَبَاتَ غَضْبَانَ عَلَيْهَا، لَعَنَتْهَا الْمَلاَئِكَةُ حَتَّى تُصْبِحَ

Dari Abu Hurairah ra ia berkata, Rasulullah saw bersabda: Jika seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidurnya, lalu istrinya menolaknya sehingga dia melalui malam itu dalam keadaan marah, maka malaikat melaknat istrinya itu hingga shubuh. (H. R. Bukhari no. 3237)

عَنْ قَيْسِ بْنِ طَلْقٍ عَنْ أَبِيْهِ طَلْقِ بْنِ عَلِىٍّ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا الرَّجُلُ دَعَا زَوْجَتَهُ لِحَاجَتِهِ فَلْتَأْتِهِ وَإِنْ كَانَتْ عَلَى التَّنُّوْرِ

Dari Qais bin Thalq dari ayahnya, Thalq bin Ali ia berkata, Rasulullah saw bersabda : Jika seorang laki-laki mengajak istrinya untuk memenuhi hajatnya, maka hendaklah ia mendatanginya meskipun di dapur. (H. R. Tirmidzi no. 1193, Ibnu Hibban no. 473)

رُوِيَ عَنِ الْخَطِيْبِ أَنَّهُ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّمَا امْرَأَةٍ خَرَجَتْ مِنْ بَيْتِهَا بِغَيْرِ إِذْنِ زَوْجِهَا كَانَتْ فِى سُخْطِ اللهِ حَتَّى تَرْجِعَ إِلَى بَيْتِهَا أَوْ يَرْضَى عَنْهَا زَوْجُهَا

Diriwatakan dari Al-Khatib bahwasanya ia berkata, Rasulullah saw bersabda : Wanita mana saja yang keluar dari rumahnya tanpa izin suaminya, maka ia mendapat murka dari Allah sampai ia kembali kerumahnya atau mendapat ridha dari suaminya. (Kitab Akhlaqun Nisa' halaman 45)

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ثَلَاثَةٌ لَا يَقْبَلُ اللهُ لَهُمْ صَلَاةً وَلَا يُصْعَدُ لَهُمْ حَسَنَةٌ : اَلْعَبْدُ الْآبِقُ حَتَّى يَرْجِعَ إِلَى مَوَالِيْهِ، فَيَضَعُ يَدَهُ فِي أَيْدِيْهِمُ، وَالْمَرْأَةُ السَّاخِطُ عَلَيْهَا زَوْجُهَا حَتَّى يَرْضَى، وَالسَّكْرَانُ حَتَّى يَصْحُوَ

Dari Jabir bin Abdullah ia berkata, Rasulullah saw bersabda : Ada tiga golongan yang Allah tidak menerima shalat dan kebaikan mereka. Yaitu budak yang pergi sampai ia kembali lagi pada tuannya, lalu ia menyerahkan diri dalam kekuasaannya. Seorang wanita yang suaminya marah kepadanya sampai suaminya ridha. Orang yang suka mabuk sampai ia sadar kembali. (H. R. Ibnu Huzaimah no. 895, Ibnu Hibban no. 5353)

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَحِلُّ لِلْمَرْأَةِ أَنْ تَصُوْمَ وَزَوْجُهَا شَاهِدٌ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، وَلاَ تَأْذَنَ فِى بَيْتِهِ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، وَمَا أَنْفَقَتْ مِنْ نَفَقَةٍ عَنْ غَيْرِ أَمْرِهِ فَإِنَّهُ يُؤَدَّى إِلَيْهِ شَطْرُهُ

Dari Abu Hurairah ra, bahwasanya Rasulullah saw bersabda: Tidak halal bagi seorang wanita untuk berpuasa (sunnah) sementara suaminya ada di rumah, kecuai dengan seizinnya. Dan tidak boleh mengizinkan seseorang masuk ke dalam rumahnya kecuali dengan seizinnya. Dan sesuatu yang ia infakkan tanpa seizinnya, maka setengahnya (pahala) harus dikembalikan pada suaminya. (H. R. Bukhari no. 5195)

Saking pentingnya seorang wanita taat kepada suaminya, Rasulullah saw sampai bersabda :

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لِأَحَدٍ لَأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا

Dari Abu Hurairah, dari Nabi saw bersabda : Sekiranya aku diperintahkan seseorang boleh sujud kepada orang lain, niscaya aku perintahkan seorang wanita sejud kepada suaminya. (H. R. Tirmidzi no. 1192)