Senin, 18 Januari 2021

Hukum Sabung Ayam

 


Hukum memelihara kucing, ikan hias, dan hewan lainnya termasuk memelihara ayam dalam sangkar dengan cara di batasi kebebasannya, baik dengan cara dikurung atau diikat dibolehkan dengan syarat dipenuhi kebutuhan makannya, tidak diperlakukan secara dzalim dan bukan hewan yang diharamkan untuk dipelihara

Imam Syihabuddin Abul Abbas Ahmad bin Ahmad bin Salamah Al-Qalyubi Al-Mishri, beliau dikenal dengan gelar Al-Qalyubi mengatakan dalam kitabnya :

لَهُ حَبْسُ حَيَوَانٍ وَلَوْ لِسَمَاعِ صَوْتِهِ أَوِ التَّفَرُّجِ عَلَيْهِ أَوْ نَحْوَ كَلْبٍ لِلْحَاجَةِ إلَيْهِ مَعَ إطْعَامِهِ

Boleh seseorang menahan (memelihara) hewan walau untuk sekedar mendengar suaranya atau melihatnya, atau menahan seumpama anjing untuk kebutuhan, dengan syarat hewan-hewan itu diberi makan. (Kitab Hasyiyata Qalyubi wa 'Umairah 'Ala Syarh Al-Mahalli 'Ala Minhaj At-Thalibin, Juz XIV, halaman 87)

Pada hakikatnya, Islam telah mengajarkan kepada umatnya untuk menyayangi binatang dan makhluk hidup lainnya serta melestarikan kehidupannya. Binatang diharamkan untuk dianiaya, seperti disiksa, dipukuli dan dibebani diluar kemampuannya. Termasuk menganiaya binatang dengan menjadikannya bahan aduan. Dalam Islam, mengadu binatang hukumnya dilarang apalagi jika didalamnya terdapat unsur judi, seperti sabung (mengadu) ayam, ikan cupang, jangkrik, kambing, kerbau, babi hutan dan binatang lainnya. Hal tersebut dapat menyakiti hewan dan bahkan sampai membuat binatang tersebut mati.

Dalam hadits disebutkan :

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ نَهَى رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ التَّحْرِيْشِ بَيْنَ الْبَهَائِمِ.

Dari Ibnu Abbas ia berkata, Rasulullah saw melarang mengadu binatang. (H. R. Abu Daud no. 2564 Tirmidzi no. 1810)

Syaikh Abu Al-Ula Muhammad Abdurrahman bin Abdurrahim Al-Mubarakfuri. menjelaskan dalam kitabnya :

وَوَجْهُ النَّهْيِ أَنَّهُ إِيْلَامٌ لِلْحَيَوَانَاتِ وَإِتْعَابٌ لَهَا بِدُوْنِ فَائِدَةٍ بَلْ مُجَرَّدُ عَبَثٍ

Sisi larangannya, karena adu binatang akan menyakiti binatang, membebani mereka tanpa manfaat, selain hanya main-main (Kitab Tuhfatul Ahwadzi Syarah Sunan At-Tirmidzi, Juz IV, halaman 394)

Syaikh Zakariya Al-Anshari menjelaskan dalam kitabnya :

قَالَ الْحَلِيْمِيُّ وَيَحْرُمُ التَّحْرِيْشُ بَيْنَ الْكِلَابِ وَالدُّيُوْكِ لِمَا فِيْهِ مِنْ إيْلَامِ الْحَيَوَانِ بِلَا فَائِدَةٍ وَقَالَ ابْنُ سُرَاقَةَ فِي أَدَبِ الشُّهُوْدِ وَيَحْرُمُ تَرْقِيْصُ الْقُرُوْدِ لِأَنَّ فِيْهِ تَعْذِيْبًا لَهُمْ وَفِي مَعْنَاهُ الْهِرَاشُ بَيْنَ الدِّيْكَيْنِ وَالنِّطَاحُ بَيْنَ الْكَبْشَيْنِ

Al-Halimi mengatakan bahwa hukum mengadu anjing dan (menyabung) ayam haram karena menyakiti hewan tanpa manfaat. Ibnu Suraqah dalam Kitab Adabus Syuhud menyatakan, hukum haram memaksa kera menari karena di dalamnya mengandung unsur penyiksaan. Serupa dengan pengertian ‘memaksa menari, adalah menyabung dua ekor ayam dan mengadu dua ekor kambing. (KItab Asna Al-Mathalib Syarh Rawdh Al-Thalib, Juz XXII, halaman 415)

Diantara Tanda-Tanda Kiamat

 


عَنْ أَنَسٍ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  إِنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ ، وَيَثْبُتَ الْجَهْلُ ، وَيُشْرَبَ الْخَمْرُ ، وَيَظْهَرَ الزِّنَا

Dari Anas bin Malik berkata, telah bersabda Rasul saw : Sesungguhnya diantara tanda-tanda kiamat adalah diangkatnya ilmu dan merebaknya kebodohan dan diminumnya khamer serta praktek perzinahan secara terang-terangan. (H. R. Bukhari no 80,Muslim no. 3956)

Hukum Mempercayai Ramalan

 


Secara umum, ramalah berarti memperkirakan atau memprediksi apa yang akan terjadi di masa mendatang dengan pendapat atau perkiraan manusia. Ramalan sendiri bersifat prediktif karena tidak ada yang bisa memastikan atau menentukan secara pasti tentang kondisi mendatang kecuali hanya pengetahuan dan kekuasaan Allah semata.

Lalu akhir-akhir ini ada ramalan bahwa presiden Joko Widodo akan lengser di tahun 2021, cuma tidak lama statemen ini beredar, ada klarifikasi dari yang bersangkutan sendiri. Beliau mengatakan : Yang saya maksud bahwa pergantian presiden itu bukan 2021 tapi nanti pada tahun 2024.

Beberapa ramalan tentang datangnya hari kiamat yang tidak pernah terbukti, di antaranya adalah : Salah satu ramalan yang sempat menghebohkan dunia ialah tentang kiamat yang terjadi pada bulan ke-7 tahun 1999. Dalam ramalan tersebut dikatakan akan datang raja besar teror dari langit. Berikutnya adalah Y2K tahun 2000 akan terjadi kiamat teknologi. lalu ada hari penghakiman akan terjadi pada 21 Mei 2011. Ada juga ramalan suku Maya tentang kiamat di tahun 2012. Tentang planet Nibiru yang akan menabrak bumi di tahun 2017. Dan Masih banyak ramalan-ramalan yang disajikan kepada kita semua yang tidak pernah terbukti.

Kenapa demikian, karena ramalan itu berasal dari makhluk Allah yang sangat realtif bukan mutlak. Dalam memperkirakan atau memprediksi terkadang manusia sering keliru atau salah karena banyak variabel atau aspek-aspek yang terlewat dan tidak masuk dalam perhitungan. Untuk itu, ramalan manusia sering kali meleset atau keliru

Dalam Al-Qur'an disebutkan :

قُل لَّا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَاْلاَرْضِ الْغَيْبَ إِلاَّ اللهُ وَمَا يَشْعُرُوْنَ أَيَّانَ يُبْعَثُوْنَ

Katakanlah : Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib, kecuali Allah, dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan. (Q.S. 27 An Naml 65)

إِنَّ اللهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًا وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوْتُ إِنَّ اللهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (Q.S. 31 Luqman 34)

Ramalan yang masih diperkenankan adalah ramalan yang berbabis ilmun pengetahuan dan keilmiahan, Ramalan seperti ini, tidak diharamkan selagi memiliki manfaat dan kemasalahatan bagi ummat, seperti prediksi turunnya hujan, prediksi kelahiran bayi. prediksi akibat sebuah penyakit, prediksi kondisi kesehatan, prediksi keuangan, dan lainnya.

Akan tetapi, walaupun bersifat ilmiah dan memiliki dasar pengetahuan, ramalan ini pun juga bisa saja salah. Hal ini dikarenakan adanya kelemahan manusia, ketidaktelitian, kurangnya variabel yang diperkirakan, dan lain sebagainya. Untuk itu, penempatan ramalan ini hanya bersifat prakiraan,  bukan sebagai kepercayaan mutlak atau kita percaya 100 % yang bisa masuk ke ranah syirik atau menduakan kebesaran Allah

Yang tidak diperbolehkan adalah ramalan yang tidak didasari ilmu pengetahuan atau tanpa dasar, apalagi ada sangkut pautnya dengan bisikan jin. Dalam Al-Qur'an disebutkan :

وَأَنَّا كُنَّا نَقْعُدُ مِنْهَا مَقَاعِدَ لِلسَّمْعِ فَمَنْ يَسْتَمِعِ الْآنَ يَجِدْ لَهُ شِهَابًا رَّصَدًا  ( ) وَأَنَّا لاَ نَدْرِي أَشَرٌّ أُرِيْدَ بِمَنْ فِي الاْٰرْضِ أَمْ أَرَادَ بِهِمْ رَبُّهُمْ رَشَدًا

dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang barang siapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya). Dan sesungguhnya kami tidak mengetahui (dengan adanya penjagaan itu) apakah keburukan yang dikehendaki bagi orang yang di bumi ataukah Tuhan mereka menghendaki kebaikan bagi mereka. (Q.S. 72 Al Jin 9- 10)

Kita sangat dilarang dan hukumnya haram bila mempercayai seorang peramal, dan datang kepadanya untuk diramal. Bahkan ada ancaman dari Nabi saw, sebagaimana disampaikan dalam hadits :

عَنْ صَفِيَّةَ عَنْ بَعْضِ أَزْوَاجِ النَّبِىِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ النَّبِىِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَىْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاَةٌ أَرْبَعِيْنَ لَيْلَةً

Dari Shafiyah dari sebagian istri Nabi saw, dari Nabi saw beliau bersabda : Barang siapa yang mendatangi seorang peramal lalu menanyakan kepadanya tentang satu ramalan, maka tidak akan diterima shalatnya selama empat puluh malam (H. R. Muslim no. 5957, Ahmad no. 1790 dan lainnya)

عَن أَبِى هُرَيْرَةَ وَالْحَسَنِ عَنِ النَّبِىِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَتَى كَاهِنًا أَوْ عَرَّافًا فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُوْلُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ

Dari Abu Hurairah dan Hasan dari Nabi saw bersabda : Barang siapa yang mendatangi seorang dukun atau peramal, lalu dia percaya pada apa yang dikatakan maka dia telah mengingkari (kufur) pada Al-Qur'an yang diturunkan pada Nabi Muhammad (H. R. Ahmad no. 9784)

Tidaklah beriman Seorang Hamba Sehingga Mengimani Empat Hal

 


عَنْ عَلِىٍّ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ يُؤْمِنُ عَبْدٌ حَتَّى يُؤْمِنَ بِأَرْبَعٍ يَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنِّى مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ بَعَثَنِى بِالْحَقِّ وَيُؤْمِنُ بِالْمَوْتِ وَبِالْبَعْثِ بَعْدَ الْمَوْتِ وَيُؤْمِنُ بِالْقَدَرِ

Dari Ali dia berkata, Rasulullah saw bersabda : Tidaklah beriman seorang hamba sehingga dia mengimani empat hal; Bersaksi bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah dan aku adalah Muhammad utusan Allah yang Dia utus dengan membawa Al-Haq (kebenaran), beriman kepada adanya kematian, beriman kepada adanya hari kebangkitan setelah kematian, dan beriman kepada taqdir. (H. R. Tirmidzi no. 2295)

Jika Allah Menghendaki Kebaikan bagi Seseorang

 


عَنْ أَنَسٍ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَرَادَ اللهُ بِعَبْدٍ خَيْرًا اسْتَعْمَلَهُ. فَقِيْلَ كَيْفَ يَسْتَعْمِلُهُ يَا رَسُوْلَ اللهِ قَالَ يُوَفِّقُهُ لِعَمَلٍ صَالِحٍ قَبْلَ الْمَوْتِ

Dari Anas dia berkata, Rasulullah saw bersabda : Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba, maka Dia akan menggunakannya. Lalu ditanyakanlah pada beliau : Bagaimanakah Allah menggunakannya wahai Rasulullah? Beliau menjawab : Dia akan memberinya taufiq untuk beramal shalih sebelum dijemput kematian. (H. R. Tirmidzi no.2292)

Jumat, 01 Januari 2021

Umur yang Panjang atau Umur yang Berkah

 


Hampir setiap orang kalau berdoa memohon umur yang panjang, tentunya dengan alasan atau niatan yang berbeda-beda. Bagi orang yang tidak beriman mereka ingin menikmati keindahan dunia ini lebih lama, tapi bagi orang yang beriman alasan mereka adalah karena ingin memiliki amal baik yang cukup semasa hidupnya sebagai bekal hidup abadi di akhirat. Hal ini memang memiliki dasar yang kuat sebagaimana ditegaskan dalam hadits Rasulullah saw :

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِى بَكْرَةَ عَنْ أَبِيْهِ أَنَّ رَجُلاً قَالَ يَا رَسُولَ اللهِِ أَىُّ النَّاسِ خَيْرٌ قَالَ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ. قَالَ فَأَىُّ النَّاسِ شَرٌّ قَالَ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَسَاءَ عَمَلُهُ

Dari Abdur Rahman bin Abi Bakrah dari ayahnya,bahwasanya seseorang bertanya : Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang terbaik. Beliau menjawab : Orang yang panjang umurnya dan baik amalnya. Dia bertanya lagi : Lalu siapakah orang yang terburuk? Beliau menjawab : Orang yang berumur panjang dan buruk amalnya. (H. R. Tirmidzi no. 2500, Ahmad no. 20953 dan lainnya)

Lalu bagaimana dengan orang yang berumur pendek? Apakah mereka dengan sendirinya tidak termasuk orang-orang terbaik?

Sayyid Abdullah bin Alawi Al-Haddad menegaskan dalam kitabnya :

وَخَيْرُ الْعُمُرِ: بَرَكَتُهُ، وَالتَّوْفيْقُ فِيْهِ لِلْأَعْمَالِ الصَّالِحَةِ، وَالْخَيْرَاتِ الْخَاصَّةِ وَالْعَامَّةِ   

Sebaik-baik umur ialah yang diberkahi Allah, yang diberi-Nya taufiq untuk mengerjakan amalan shaleh dan kebajikan-kebajikan lain baik yang khusus maupun yang umum. (Kitab Sabilul Iddikar wal I’tibar, halaman 47)

Dari kutipan di atas dapat dijelaskan bahwa sebaik-baik umur ialah yang diberhahi Allah, yang diberi-Nya bimbingan untuk melakukan berbagai kesalehan dan kebajikan. Penjelasan ini tidak mensyaratkan umur panjang dalam arti harfiah sebagaimana dipahami sebagian orang dari apa yang disampaikan Rasulullah saw dalam hadits di atas.

Ada beberapa contoh orang shaleh yang tidak berumur panjang namun amal kebaikannya terbukti sangat banyak dan dapat dirasakan oleh masyarakat luas. Di antaranya adalah Imam Syafií yang wafat dalam usia 54 tahun. Imam Al-Ghazali wafat dalam usia 55 tahun. Khalifah Umar bin Abdul Aziz wafat dalam usia kurang dari 40 tahun. Imam Nawawi wafat dalam usia kurang dari 50 tahun, dan masih banyak lagi ulama-ulama yang berumur pendek tapi amal ibadahnya melebihi orang-orang yang berumur panjang. 

Jadi sebaik-baik umur adalah umur yang diberkati Allah. Umur yang diberkahi adalah umur yang benar-benar panjang secara harfiah dan banyak digunakan untuk melakukan amal-mal saleh dan kebajikan-kebajikan lainnya. Atau umur yang tidak panjang secara harfiah, namun banyak digunakan untuk mengerjakan kesalehan-kesalehan hingga pada tingkat tertentu yang setara atau malahan lebih banyak dari mereka yang berumur panjang.

Dalil Shalat Ghaib

 


عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى عَلَى أَصْحَمَةَ النَّجَاشِى فَكَبَّرَ عَلَيْهِ أَرْبَعًا

Dari Jabir bin Abdullah bahwa Rasulullah saw shalat (ghaib) atas kematian raja An-Najasyi, maka beliau pun bertakbir atasnya sebanyak empat kali takbir. (H. R. Muslim no. 2250)