Selasa, 27 Oktober 2020

Kulit Apa Saja Bila Disamak Akan Menjadi Suci

 


عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّمَا إِهَابٍ دُبِغَ فَقَدْ طَهُرَ

Dari Ibnu Abbas ia berkata, Rasulullah saw bersabda : Kulit apa saja yang telah disamak, maka sungguh menjadi sucilah dia (H. R.Tirmidzi no. 1832, Nasa'i no. 4252 dan lainnya).

Nabi Punya Lima Nama

 


عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ عَنْ أَبِيْهِ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِى خَمْسَةُ أَسْمَاءٍ أَنَا مُحَمَّدٌ ، وَأَحْمَدُ ، وَأَنَا الْمَاحِى الَّذِى يَمْحُو اللهُ بِى الْكُفْرَ ، وَأَنَا الْحَاشِرُ الَّذِى يُحْشَرُ النَّاسُ عَلَى قَدَمِى ، وَأَنَا الْعَاقِبُ ، وَالْعَاقِبُ الَّذِى لَيْسَ بَعْدَهُ نَبِىُّ.

Dari Muhammad bin Jubairi bin Muth'im dari ayahnya ra berkata, Rasulullah saw bersabda : Bagiku ada lima nama, saya Muhammad, saya Achmad, saya Mahi yaitu yang menghapus kekafiran, saya Hasyir yang mengumpul manusia di bawah tumitku, dan saya ‘Aqib. Dan ‘Aqib adalah yang tidak ada sesudahnya nabi (H.R. Muslim no. 6251 dan Bukhari no. 3532)

Selasa, 20 Oktober 2020

Larangan Ada Penipuan Dalam Jual Beli

 


عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ  عَنْهُمَا أَنَّ رَجُلًا ذَكَرَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ يُخْدَعُ فِي الْبُيُوْعِ فَقَالَ إِذَا بَايَعْتَ فَقُلْ لَا خِلَابَةَ

Dari 'Abdullah bin 'Umar ra bahwa ada seorang laki-laki menceritakan kepada Nabi saw bahwa dia tertipu dalam berjual beli. Maka beliau bersabda: Jika kamu berjual beli katakanlah : Maaf, namun jangan ada penipuan. (H. R. Bukhari no. 2117).

Jumat, 16 Oktober 2020

Talak atau Cerai lewat SMS, Whatsapp, Facebook, Twitter, Email


Talak atau cerai identik dengan ucapan, baik ucapan sharih (tegas/jelas) maupun ucapan kinayah (sindiran/kiasan/simbolik).

Ungkapan talak atau cerai selama menggunakan kalimat yang sharih (tegas/jelas), maka jatuh talak tersebut. Ada pun jika dengan bahasa kinayah (sindiran/kiasan/simbolik)., mesti dibarengi oleh niat talak.

Sayid Sabiq dalam kitabnya menjelaskan :

وقال الشافعي رضي الله عنه: ألفاظ الطلاق الصريحة ثلاثة: الطلاق، والفراق، والسراح، وهي المذكورة في القرآن الكريم

Imam Syafi’i ra berkata : Lafazh talak yang sharih (tegas/jelas) ada tiga, yaitu : Thalaq (cerai), Firaaq (perpisahan), dan Siraah (bubar). Semua ini disebutkan dalam Al-Quran Al- Karim. (Kitab Fiqhus Sunnah, Juz II, halaman 253).

Ucapan sharih (jelas) seperti engkau tertalak, atau saya cerai kamu. Adapun ucapan kinayah (sindiran) seperti pulanglah kamu ke rumah orang tuamu, atau pergilah dari sini.

Lalu bagaimana kalau talak atau cerai itu melalui tulisan, seperti lewat SMS, Whatsapp, Facebook, Twitter, Email atau semacamnya.

Imam Syafi‘i, Imam Malik, dan Imam Abu Hanifah menetapkan bahwa tulisan dalam hal talak sama dengan ungkapan kinayah (sindiran). Dalam arti, talak melalui tulisan hanya dihukumi jatuh manakala disertai niat. Sebaliknya, bila tidak disertai niat, talaknya tidak jatuh. Sebagian ulama Mazhab Hambali berpendapat, apabila talak melalui tulisan itu merupakan talak sharih yang tetap sah meskipun tanpa niat.

Imam Mawardi dalam kitabnya menjelaskan :

قَالَ الشَّافِعِيُّ : وَلَوْ كَتَبَ بِطَلَاقِهَا فَلَا يَكُونُ طَلَاقًا إِلَّا بِأَنْ يَنْوِيَهُ كَمَا لَا يَكُونُ مَا خَالَفَهُ الصَّرِيحُ طَلَاقًا إِلَّا بِأَنْ يَنْوِيَهُ

Imam Syafi'i berkata : Andai seorang suami menuliskan talak untuk istrinya, maka tulisan itu tidak menjadi talak kecuali jika diniatinya sebagai talak. Demikian halnya setiap hal yang berbeda dengan ungkapan sharih (jelas) tidak menjadi talak kecuali jika diniatinya (Kitab Al-Hawi Al-Kabir fi Fiqh Asy-Syafi‘i, Juz X, halaman 167)

Jadi kalau seorang suami menulis kepada istrinya di SMS, Whatsapp, Facebook, Twitter, Email atau semacamnya : Saya talak/cerai kamu, maka belum jatuh talaknya bila tidak disertai niat mentalak/menceraikannya, kecuali menurut sebagian madzhab Hambali talaknya tetap jatuh meskipun tidak disertai niat.


Nabi Selalu Bersiwak

 


عَنْ حُذَيْفَةَ قَالَ كَانَ النَّبِىُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ يَشُوْصُ فَاهُ بِالسِّوَاكِ

Dari Hudzaifah berkata: Jika Nabi saw bangun di malam hari, beliau membersihkan mulutnya dengan siwak. (H. R. Bukhari no. 245, Muslim no. 618).

Anjuran menikah dengan Seorang Gadis

 


عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ قَالَ قَالَ لِى رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَزَوَّجْتَ. قُلْتُ نَعَمْ. قَالَ بِكْرًا أَمْ ثَيِّبًا. فَقُلْتُ ثَيِّبًا. قَالَ أَفَلاَ بِكْرٌ تُلاَعِبُهَا وَتُلاَعِبُكَ

Dari Jabir bin Abdullah, ia berkata; Rasulullah saw berkata kepadaku : Apakah engkau telah menikah? Aku katakan ; Iya. Beliau bertanya : Gadis atau janda? Aku katakan ; Janda. Beliau berkata : Mengapa engkau tidak menikah dengan seorang gadis, sehingga engkau dapat bercanda dengannya dan dia bercanda denganmu? (H. R. Abu Daud no. 2050)

Kulit Bangkai Dapat Disucikan dengan Disamak

 


أَنَّ مَيْمُونَةَ زَوْجَ النَّبِىِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ مَرَّ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِرِجَالٍ مِنْ قُرَيْشٍ يَجُرُّوْنَ شَاةً لَهُمْ مِثْلَ الْحِمَارِ فَقَالَ لَهُمْ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْ أَخَذْتُمْ إِهَابَهَا. قَالُوْا إِنَّهَا مَيْتَةٌ. قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُطَهِّرُهَا الْمَاءُ وَالْقَرَظُ

Bahwasanya Maimunah istri Nabi saw  berkata : Beberapa pria Quraisy yang sedang menarik (bangkai) kambing sebesar keledai melintas di hadapan Rasulullah saw, lalu Rasulullah saw bersabda kepada mereka : Sekiranya kalian memanfaatkan kulitnya? Mereka berkata : Sesungguhnya kambing ini adalah bangkai. Rasulullah saw bersabda : Kulitnya dapat disucikan dengan air dan qarazh (sejenis tumbuhan, seperti kulit delima dll). (H. R. Ahmad no. 27590, Abu Daud no. 4128 dan lainnya)