Monday, May 20, 2019

Anjuran Mengumumkan Pernikahan


عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَعْلِنُوْا هَذَا النِّكَاحَ وَاجْعَلُوْهُ فِي الْمَسَاجِدِ وَاضْرِبُوْا عَلَيْهِ بِالدُّفُوْفِ
Dari Aisyah ia berkata, Rasulullah saw bersabda : Umumkan pernikahan ini, dan lakukan di masjid, serta pukullah rebana oleh kalian (untuk meramaikannya). (H. R. Tirmidzi no. 1089)

Khutbah Dilaksanakan Sambil Berdiri


عَنْ سِمَاكٍ قَالَ أَنْبَأَنِى جَابِرُ بْنُ سَمُرَةَ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَخْطُبُ قَائِمًا ثُمَّ يَجْلِسُ ثُمَّ يَقُوْمُ فَيَخْطُبُ قَائِمًا فَمَنْ نَبَّأَكَ أَنَّهُ كَانَ يَخْطُبُ جَالِسًا فَقَدْ كَذَبَ فَقَدْ وَاللهِ صَلَّيْتُ مَعَهُ أَكْثَرَ مِنْ أَلْفَىْ صَلاَةٍ.
Dari Simak ia berkata, ia telah memberitakan kepadaku Jabir bin Samurah bahwasanya Rasulullah saw  berkhutbah sambil berdiri. Kemudian beliau duduk, setelah itu beliau berdiri kembali dan menyampaikan khutbah kedua. Maka barang siapa yang memberitakan kepadamu bahwa beliau berkhutbah sambil duduk, sesungguhnya ia telah berkata dusta. Demi Allah, saya telah shalat bersama beliau lebih dari dua ribu kali. (H. R. Muslim no. 2033)

Orang Buta Boleh Jadi Imam Shalat


عَنْ أَنَسٍ أَنَّ النَّبِىَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَخْلَفَ ابْنَ أُمِّ مَكْتُوْمٍ يَؤُمُّ النَّاسَ وَهُوَ أَعْمَى.
Dari Anas bahwasanya Nabi saw meminta Ibnu Ummi Maktum menggantikan beliau mengimami orang banyak. padahal ia orang buta. (H. R. Abu Daud no. 595 dan Ahmad no. 13341)

Tuesday, May 14, 2019

Akan Datang Zaman Manusia Tidak Peduli Halal Atau Haram


عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِىِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَأْتِى عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ، لاَ يُبَالِى الْمَرْءُ مَا أَخَذَ مِنْهُ أَمِنَ الْحَلاَلِ أَمْ مِنَ الْحَرَامِ
Dari Abu Hurairah ra dari Nabi saw bersabda : Akan datang suatu zaman pada manusia yang ketika itu seseorang tidak peduli lagi tentang apa yang didapatnya apakah dari barang halal ataukah haram.  (H. R. Bukhari no.2059)

Cara Memakan Untuk Barang Yang Meragukan


عَنْ عَائِشَةَ رَضِىَ اللهُ عَنْهَا أَنَّ قَوْمًا قَالُوْا يَا رَسُوْلَ اللهِ، إِنَّ قَوْمًا يَأْتُونَنَا بِاللَّحْمِ لاَ نَدْرِى أَذَكَرُوا اسْمَ اللهِ عَلَيْهِ أَمْ لاَ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَمُّوا اللهَ عَلَيْهِ وَكُلُوْهُ
Dari Aisyah rah, bahwa orang-orang berkata : Wahai Rasulullah, ada suatu kaum yang mendatangi kami dengan daging yang kami tidak tahu apakah mereka menyebutkan nama Allah ketika menyembelihnya atau tidak. Maka Rasulullah saw bersabda : Sebutlah nama Allah, lalu makanlah. (H. R. Bukhari no.2057)

Hukum Donor Darah Saat Berpuasa




Hukum donor darah sama seperti bekam, yaitu tidak membatalkan puasa, sebab puasa batal karena masuknya sesuatu ke dalam tubuh melalui lobang terbuka

Bekam hampir mirip dengan donor darah karena mengeluarkan darah dari dalam tubuh. Hanya saja dalam bekam darah yang dikeluarkan adalah darah kotor sedangkan donor guna mencukupi individu lain yang kekurangan darah.

Bekam dan donor darah sama-sama punya manfaat. Bekam sangat bermanfaat bagi kesehatan orang yang dibekam, sedangkan donor darah di samping barmanfaat bagi si pendonor juga sangat bermanfaat bagi orang lain yang menggunakan darahnya

Donor darah itu dibolehkan asalkan tidak menimbulkan bahaya dan akibat buruk terhadap si pendonor setelah melakukan donor darah sehingga ia harus membatalkan puasanya

Pada awalnya berbekam pada saat berpuasa dilarang, sesuai hadits di bawah ini :

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَفْطَرَ الْحَاجِمُ وَالْمَحْجُوْمُ
Dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah saw bersabda : Batal puasanya bagi orang yang membekam dan yang di bekam. (H. R. Ibnu Majah no. 1749, Abu Daud no. 2369 dan lainnya)

Hadits ini menunjukkan bahwa orang yang membekam dan yang dibekam adalah batal puasanya. Nabi saw bersabda demikian pada awal diwajibkannya puasa, karena hawatir hal itu melemahkan orang yang berpuasa. Kemudian beliau me-nasakh nya atau membatalkannya dengan hadits berikut ini.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِىَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ النَّبِىَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ احْتَجَمَ، وَهُوَ مُحْرِمٌ وَاحْتَجَمَ وَهُوَ صَائِمٌ
Dari Ibnu Abbas ra bahwasanya Nabi saw berbekam dalam keadaan ihram dan beliau juga berbekam dalam keadaan puasa. (H. R. Bukhari no. 1938)

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ : أَوَّلُ مَا كُرِهَتِ الْحِجَامَةُ لِلصَّائِمِ أَنَّ جَعْفَرَ بْنَ أَبِى طَالِبٍ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ احْتَجَمَ وَهُوَ صَائِمٌ فَمَرَّ بِهِ النَّبِىُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : أَفْطَرَ هَذَانِ. ثُمَّ رَخَّصَ النَّبِىُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعْدُ فِى الْحِجَامَةِ لِلصَّائِمِ وَكَانَ أَنَسٌ يَحْتَجِمُ وَهُوَ صَائِمٌ.
Dari Anas bin Malik ia berkata : Pertama kali dimakruhkan berbekam bagi orang yang berpuasa adalah Ja'far bin Abu Thalib. Ia berbekam dalam keadaan puasa dan Nabi saw melewatinya, maka beliau bersabda : Dua orang ini berbuka puasa. Kemudian Nabi saw memberi keringanan berbekam bagi orang yang sedang berpuasa sesudah itu, dan Anas pernah berbekam dalam keadaan puasa. (H. R. Baihaqi no. 8561, Daruquthni no. 2283 dan lainnya)

Monday, May 13, 2019

Anjuran Shalat Qabliyah Maghrib


عَنْ يَزِيْدِ بْنِ أَبِى حَبِيْبٍ قَالَ سَمِعْتُ مَرْثَدَ بْنَ عَبْدِ اللهِ الْيَزَنِىَّ قَالَ أَتَيْتُ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ الْجُهَنِىَّ فَقُلْتُ أَلاَ أُعْجِبُكَ مِنْ أَبِى تَمِيْمٍ يَرْكَعُ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ صَلاَةِ الْمَغْرِبِ. فَقَالَ عُقْبَةُ إِنَّا كُنَّا نَفْعَلُهُ عَلَى عَهْدِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. قُلْتُ فَمَا يَمْنَعُكَ اْلآنَ قَالَ الشُّغْلُ
Dari Yazid bin Abu Habib berkata : Aku mendengar Martsad bin Abdullah Al-Yazaniy berkata : Aku menemui Uqbah bin Amir Al-Juhaniy lalu aku bertanya kepadanya : Apakah kamu tidak heran terhadap Abu Tamim yang dia shalat dua raka'at sebelum shalat Maghrib? Maka (Uqbah) menjawab : Kami dulu juga melakukannya pada masa hidup Rasulullah saw. Aku berkata : Lalu apa yang menghalangimu dari mengerjakannya sekarang? Dia menjawab : Kesibukan. (H. R. Bukhari no.1184)