Kamis, 20 Januari 2022

Doa Meluluhkan Hati Orang Lain

 


Setiap orang mempunya tabiat dan sifat yang berbeda-beda, ada yang halus dan ada juga yang kasar.

Tabiat atau sifat ini umumnya dipengaruhi oleh hatinya, bila hatinya baik maka tingkah laku atau perbuatannya ikut baik juga, dalam hadits disebutkan :

عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ سَمِعْتُهُ يَقُوْلُ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ وَأَهْوَى النُّعْمَانُ بِإِصْبَعَيْهِ إِلَى أُذُنَيْهِ إِنَّ الْحَلاَلَ بَيِّنٌ وَإِنَّ الْحَرَامَ بَيِّنٌ وَبَيْنَهُمَا مُشْتَبِهَاتٌ لاَ يَعْلَمُهُنَّ كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ فَمَنِ اتَّقَى الشُّبُهَاتِ اسْتَبْرَأَ لِدِيْنِهِ وَعِرْضِهِ وَمَنْ وَقَعَ فِى الشُّبُهَاتِ وَقَعَ فِى الْحَرَامِ كَالرَّاعِى يَرْعَى حَوْلَ الْحِمَى يُوْشِكُ أَنْ يَرْتَعَ فِيْهِ أَلاَ وَإِنَّ لِكُلِّ مَلِكٍ حِمًى أَلاَ وَإِنَّ حِمَى اللهِ مَحَارِمُهُ أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ

 

Dari An-Nu'man bin Basyir dia berkata, saya mendengar dia berkata : Saya pernah mendengar Rasulullah saw bersabda (Nu'man sambil menujukkan dengan dua jarinya kearah telinganya) : Sesungguhnya yang halal telah nyata (jelas) dan yang haram telah nyata. Dan di antara keduanya ada perkara yang tidak jelas (subhat), yang tidak diketahui kebanyakan orang, maka barang siapa menjaga dirinya dari melakukan perkara yang meragukan, maka selamatlah agama dan harga dirinya, tetapi siapa yang terjatuh dalam perkara syubhat, maka dia terjatuh kepada keharaman. Tak ubahnya seperti gembala yang menggembala di tepi pekarangan, dikhawatirkan ternaknya akan masuk ke dalamnya. Ketahuilah, setiap raja itu memiliki larangan, dan larangan Allah adalah sesuatu yang diharamkannya. Ketahuilah, bahwa dalam setiap tubuh manusia terdapat segumpal daging, jika segumpal daging itu baik maka baik pula seluruh badannya, namun jika segumpal daging tersebut rusak, maka rusaklah seluruh tubuhnya. Ketahuilah ia adalah hati. (H. R. Muslim no. 4178, Tirmidzi no. 1246)

kadang kala kita bertemu dengan orang yang hatinya kasar, oleh karena itu sebagian ulama memberi doa atau ijazah untuk meluluhkan hati seseorang yang kita anggap kasar atau keras terhadap kita.

Caranya adalah : Sebelum bercakap-cakap dengan orang yang ingin kita luluhkan hatinya, maka kita baca doa ini dulu dalam hati di dekat orangnya, baik orang itu dalam satu ruangan dengan kita atau di ruangan lain yang masih dekat dengan kita. Doa ini dibaca 7 kali

Dan inilah doa untuk meluluhkan hati orang lain :

يَا (........) وَلَوْ أَنَّ قُرْآناً سُيِّرَتْ بِهِ الْجِبَالُ أَوْ قُطِّعَتْ بِهِ الْأَرْضُ أَوْ كُلِّمَ بِهِ اْلمَوْتٰى بَلِّ للهِ الْأَمْرُ جَمِيْعًا

YAA (sebut namanya) WA LAU ANNA QUR'AANAN SUYYIROT BIHIL JIBAALU AU QUTHTHI'AT BIHIL ARDHU AU KULLIMA BIHIL MAUTAA BAL LILLAAHI JAMII'AA

Wahai (nama orangnya) Dan sekiranya ada suatu bacaan (kitab suci) yang dengan bacaan itu gunung-gunung dapat digoncangkan atau bumi jadi terbelah atau oleh karenanya orang-orang yang sudah mati dapat berbicara, (tentu Al-Qur'an itulah dia).  (Q.S. 13 Ar Ra'd 31)

Senin, 17 Januari 2022

Doa Mancing Ikan

 


Dalam kehidupan di dunia ini semua telah ditentukan oleh Allah, ini namanya qadha' dan qadar (takdir), Takdir yang tertulis pada lauh mahfudz ini masih menerima perubahan jika Allah menghendakinya. Dalam Al-Qur'an Allah berfirman 

يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِندَهُ أُمُّ الْكِتَابِ

Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat ummul kitab (lauh mahfudz). (Q.S. 13 Ar Ra'd 39)

Yang dapat menghapus atau mengubah takdir yang telah tertulis pada lauh mahfudz, menurut keterangan Rasulullah saw, antara lain adalah doa.

عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الرَّجُلَ لَيُحْرَمُ الرِّزْقَ بِالذَّنْبِ يُصِيْبُهُ وَلاَ يَرُدُّ الْقَدَرَ إِلاَّ الدُّعَاءُ وَلاَ يَزِيْدُ فِى الْعُمْرِ إِلاَّ الْبِرُّ

Dari Tsaubah, ia berkata, Rasulullah saw bersabda : Sesungguhnya seseorang benar-benar terhalang dari rezeki karena ia melakukan suatu dosa, dan tidak ada yang menolak atau mengubah takdir kecuali doa, dan tidak ada yang dapat memanjangkan umur kecuali perbuatan baik . (H. R. Ahmad no. 23049, Ibnu Hibban no. 153)

Oleh karena itu dalam hal memancing, kita juga tidak dapat mengetahui apakah saat kita memancing  itu dapat ikan banyak atau malah tidak dapat sama sekali.

Berdasarkan keterangan di atas, maka sebagian ulama memberi nasehat doa sekaligus ijazah bila kita ingin memancing ikan dan ingin memdapatkan ikan yang banyak

Caranya adalah, umpan ikan yang telah kita pasang maka kiba bacakan doa di bawah ini, dan setelah kita bacakan doa maka umpan itu kita ludahi tiga kali, dengan harapan mulut yang telah dipakai membaca doa bisa membawa keberkahan.

Dan inilah doa memancing tersebut :

وَمَا رَمَيْتَ إِذْ رَمَيْتَ وَلٰكِنَّ اللهَ رَمٰى

WA MAA ROMAITA IDZ ROMAITA WA LAAKINNALLOHA ROMAA

Dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar.. (Q.S. 8 Al Anfaal 17)

Jumat, 07 Januari 2022

Larangan Melebihkan Nabi Muhammad Terhadap Nabi Musa

 


عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ قَالَ اسْتَبَّ رَجُلاَنِ رَجُلٌ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَرَجُلٌ مِنَ الْيَهُوْدِ ، قَالَ الْمُسْلِمُ وَالَّذِى اصْطَفَى مُحَمَّدًا عَلَى الْعَالَمِيْنَ ، فَقَالَ الْيَهُوْدِىُّ وَالَّذِى اصْطَفَى مُوسَى عَلَى الْعَالَمِيْنَ . فَرَفَعَ الْمُسْلِمُ يَدَهُ عِنْدَ ذَلِكَ فَلَطَمَ وَجْهَ الْيَهُودِىِّ ، فَذَهَبَ الْيَهُوْدِىُّ إِلَى النَّبِىِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَخْبَرَهُ بِمَا كَانَ مِنْ أَمْرِهِ وَأَمْرِ الْمُسْلِمِ ، فَدَعَا النَّبِىُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُسْلِمَ فَسَأَلَهُ عَنْ ذَلِكَ ، فَأَخْبَرَهُ فَقَالَ النَّبِىُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ تُخَيِّرُوْنِى عَلَى مُوسَى،  فَإِنَّ النَّاسَ يَصْعَقُوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ، فَأَصْعَقُ مَعَهُمْ ، فَأَكُوْنُ أَوَّلَ مَنْ يُفِيْقُ ، فَإِذَا مُوْسَى بَاطِشٌ جَانِبَ الْعَرْشِ ، فَلاَ أَدْرِى أَكَانَ فِيْمَنْ صَعِقَ فَأَفَاقَ قَبْلِى ، أَوْ كَانَ مِمَّنِ اسْتَثْنَى اللهُ

Dari Abu Hurairah ra berkata ; Ada dua orang laki-laki yang sedang saling mencaci, yang satunya seorang Muslim dan satunya lagi orang Yahudi. Berkata, laki-laki Muslim : Demi Dzat yang telah memilih Muhammad untuk seluruh alam. Dan berkata, laki-laki Yahudi : Demi Dzat yang telah memilih Musa untuk seluruh alam. Seketika itu laki-laki muslim mengangkat tangannya dan menampar wajah orang Yahudi itu. Maka orang Yahudi itu pergi menemui Nabi saw dan mengabarkan peristiwa yang terjadi antara dirinya dan orang Muslim itu. Kemudian Nabi saw memanggil orang Muslim itu dan bertanya tentang kejadian itu, lalu orang Muslim itu memberitahukan beliau. Maka Nabi saw bersabda : Janganlah kamu lebihkan aku terhadap Musa karena nanti saat seluruh manusia dimatikan pada hari qiyamat, aku pun akan dimatikan bersama mereka dan akulah orang yang pertama kali dibangkitkan (dihidupkan) namun saat itu aku melihat Musa sedang berpegangan di sisi 'Arsy. Aku tidak tahu apakah dia termasuk orang yang dimatikan lalu bangkit lebih dahulu dari pada aku, atau dia termasuk diantara orang-orang yang dikecualikan (tidak dimatikan) . (H. R. Bukhari no. 2411)

Kamis, 06 Januari 2022

Minta Pertolangan kepada Para Nabi Saat Kiamat

 


عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ إِنَّ الشَّمْسَ لَتَدْنُوْا حَتَّى يَبْلُغَ الْعَرَقُ نِصْفَ الأُذُنِ ، فَبَيْنَا هُمْ كَذَلِكَ اسْتَغَاثُوْا بِآدَمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ فَيَقُوْلُ لَسْتُ بِصَاحِبِ ذَلِكَ  ثُمَّ بِمُوْسَى عَلَيْهِ السَّلَامُ فَيَقُوْلُ كَذَلِكَ ثُمَّ بِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَشْفَعُ فيُقْضَى الله بَيْنَ الْخَلائق فَيَمْشِى حَتَّى يَأْخُذَ بِحَلْقَةِ الجنة فَيَوْمَئِذٍ يَبْعَثُهُ اللهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا ، يَحْمَدُهُ أَهْلُ الْجَمْعِ كُلُّهُمْ

Dari Ibnu Umar ra yang berkata : Aku Mendengar Rasulullah saw bersabda : Sesungguhnya matahari mendekat di hari kiamat hingga keringat sampai setengah telinga. Ketika mereka dalam keadaan seperti itu, mereka bertistighatsah (meminta pertolongan) kepada Adam. Adam as menolak dengan berkata : Aku bukanlah orang yang pantas untuk itu. Kemudian mereka (beristighatsah) kepada Musa as, yang juga memberikan jawaban yang sama. Kemudian mereka (beristighatsah) kepada Muhammad saw. Beliaupun berkenan memberikan syafaat, supaya Allah (segera) memutuskan (perkara) Khalayak ramai itu. Maka beliau berjalan hingga berada di depan pintu surga. Pada waktu itu Allah mengangkat beliau kepada derajat terpuji yang dipuji oleh semua makhluk yang ada di padang Mahsyar itu (H.R. Bukhari no. 1381)

Sabtu, 01 Januari 2022

Menemani Jamaah Orang Shalat Dianggap Sedekah

 


عَنْ أَبِى سَعِيْدٍ الْخُدْرِىِّ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَبْصَرَ رَجُلاً يُصَلِّى وَحْدَهُ فَقَالَ  أَلاَ رَجُلٌ يَتَصَدَّقُ عَلَى هَذَا فَيُصَلِّىَ مَعَهُ

Dari Abu Said Al-Khudri, bahwasanya Rasulullah saw belihat seseorang shalat sendirian, maka beliau bersabda : Siapakah yang mau bersedekah untuk orang ini, yaitu melaksanakan shalat bersamanya. (H. R. Abu Daud no. 574, Ahmad no. 11928 dan lainnya)

Perumpamaan Orang yang Menegakkan Hukum dan Tidak

 


عَنِ النُّعْمَانَ بْنِ بَشِيرٍ رَضِىَ اللهُ عِنْهُمَا عَنِ النَّبِىِّ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَثَلُ الْقَائِمِ عَلَى حُدُوْدِ اللهِ وَالْوَاقِعِ فِيْهَا كَمَثَلِ قَوْمٍ اسْتَهَمُوْا عَلَى سَفِيْنَةٍ ، فَأَصَابَ بَعْضُهُمْ أَعْلاَهَا وَبَعْضُهُمْ أَسْفَلَهَا ، فَكَانَ الَّذِيْنَ فِى أَسْفَلِهَا إِذَا اسْتَقَوْا مِنَ الْمَاءِ مَرُّوْا عَلَى مَنْ فَوْقَهُمْ فَقَالُوْا لَوْ أَنَّا خَرَقْنَا فِى نَصِيْبِنَا خَرْقًا ، وَلَمْ نُؤْذِ مَنْ فَوْقَنَا . فَإِنْ يَتْرُكُوْهُمْ وَمَا أَرَادُوْا هَلَكُوْا جَمِيْعًا ، وَإِنْ أَخَذُوْا عَلَى أَيْدِيْهِمْ نَجَوْا وَنَجَوْا جَمِيْعًا

Dari An-Nu'man bin Basyir rahm dari Nabi saw bersabda : Perumpamaan orang yang menegakkan hukum Allah dan orang yang diam terhadapnya seperti sekelompok orang yang berlayar dengan sebuah kapal lalu sebagian dari mereka ada yang mendapat tempat di atas dan sebagian lagi di bagian bawah perahu. Lalu orang yang berada di bawah perahu bila mereka mencari air untuk minum mereka harus melewati orang-orang yang berada di bagian atas seraya berkata ; Seandainya boleh kami lubangi saja perahu ini untuk mendapatkan bagian kami sehingga kami tidak mengganggu orang yang berada di atas kami. Bila orang yang berada di atas membiarkan saja apa yang diinginkan orang-orang yang di bawah itu maka mereka akan binasa semuanya. Namun bila mereka mencegah dengan tangan mereka maka mereka akan selamat semuanya. (H. R. Bukhari no. 2494)

Jumat, 31 Desember 2021

Doa Bila Mendapat Kebaikan Lengkap Arab, Latin dan Artinya

 


Sebagai manusia, sudah seharusnyakita saling tolong menolong dalam kehidupan  hidup ini. Terkadang kita berada di posisi yang memberikan kebiakan, tetapi terkadang kita juga dalam posisi yang ditolong dengan kebaikan orang lain. Dalam kehidupan nyata, agama Islam  memang merupakan ruh bagi seluruh umat muslim, karena pada dasarnya agama Islam selalu mengajarkan kebaikan kepada umatnya, baik hubungan manusia dengan Tuhan

Saat kita mendapatkan kebaikan dari orang lain, sudah seharusnya kita mengingat kebaikan orang tersebut. kita bisa membalas budi mereka di lain waktu atau paling tidak dengan ucapan atau doa

Mendoakan seseorang yang telah berbuat baik kepada kita adalah merupakan bukti dari ketulusan hati kita dan bentuk rasa syukur kitakepada Allah, yang telah mengirimkan sebuah kebaikan melalui orang tersebut. semoga ucapan atau doa tersebut bisa menjadi kado indah untuk seseorang yang telah memberikan kebaikan kepada kita

Dan inilah doa mendapat kebaikan yang dimaksud

 

جَزَاكَ اللهُ خَيْرًا

JAZAAKALLOOHU KHOIRON

Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan