Friday, September 20, 2019

Keturunan Nabi Muhammad saw Tidak Berkah Menerima Zakat




Dalam hadits disebutkan :

عَنْ اَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ قَالَ أَخَذَ الْحَسَنُ بْنُ عَلِىٍّ رَضِىَ اللهُ عَنْهُمَا تَمْرَةً مِنْ تَمْرِ الصَّدَقَةِ، فَجَعَلَهَا فِى فِيْهِ، فَقَالَ النَّبِىُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كِخٍ كِخٍ لِيَطْرَحَهَا ثُمَّ قَالَ أَمَا شَعَرْتَ أَنَّا لاَ نَأْكُلُ الصَّدَقَةَ
Dari Abu Hurairah ra, ia berkata : Hasan bin Ali ra (cucu Rasulullah) telah mengambil sebuah kurma dari kurma zakat, lantas dimasukkan ke mulutnya. Maka Nabi saw bersabda : Jijik, jijik, agar ia mengeluarkan kurma itu (dari mulutnya). Tidak tahukah kamu bahwa kita (keturunan Muhammad) tidak boleh memakan harta shadaqah (zakat).  (H. R.Bukhari no. 1491)

عَنْ اَبِيْ هُرَيْرَةَ يَقُوْلُ أَخَذَ الْحَسَنُ بْنُ عَلِىٍّ تَمْرَةً مِنْ تَمْرِ الصَّدَقَةِ فَجَعَلَهَا فِى فِيْهِ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كِخْ كِخْ إِرْمِ بِهَا أَمَا عَلِمْتَ أَنَّا لاَ نَأْكُلُ الصَّدَقَةَ
Dari Abu Hurairah, ia berkata : Hasan bin Ali (cucu Rasulullah) telah mengambil sebuah kurma dari kurma zakat, lantas dimasukkan ke mulutnya. Maka Rasulullah saw bersabda : Jijik, jijik, buanglah kurma itu. Tidak tahukah kamu bahwa kita (keturunan Muhammad) tidak boleh memakan harta shadaqah (zakat). (H. R. Muslim no. 2522)

Imam Nawawi dalam kitabnya menegaskan :

وَكَانَ الْحَسَنُ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ صَبِيًّا
Dan Al-Hasan ra ketika itu masih anak kecil. (Kitab Riyadush Shalihin, Juz I, halaman 205)

Dr. Yusuf Qardhawi dalam kitabnya menegaskan

وَجُمْلَةُ الْأَحَادِيْثِ الْمَذْكُوْرَةِ تَدُلُّ عَلَى أَنَّ الصَّدَقَةَ لَا تَخِلُّ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَا لِأَلِهِ
Sejumlah hadits yang telah disebutkan tadi, menunjukkan bahwa zakat itu tidak halal bagi Nabi saw dan keluarganya (Kitab Fiqhuz Zakat, Juz II, halaman 729)


Memohon Supaya Bisa Berdzikir, Bersyukur Dan Ibadah Dengan Baik


عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخَذَ بِيَدِهِ وَقَالَ يَا مُعَاذُ وَاللهِ إِنِّى لَأُحِبُّكَ وَاللهِ إِنِّى لَأُحِبُّكَ. فَقَالَ أُوْصِيْكَ يَا مُعَاذُ لاَ تَدَعَنَّ فِى دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ تَقُوْلُ اَللهم أَعِنِّى عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
Dari Muadz bin Jabbal, bahwasanya Rasulullah saw  memegang tangan Muadz,  lalu bersabda : Ya Muadz, demi Allah sesungguhnya aku senang kapadamu, demi Allah sesungguhnya aku senang kepadamu. Lalu beliau bersabda : Aku berpesan kepadamu, wahai Muadz, janganlah meninggalkan setiap usai shalat membaca : Allaahumma a'innii 'alaa dzikrika wa syukrika wa husni 'ibaadatika (Ya Allah, tolonglah aku untuk berdzikir kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu dan beribadah yang baik kepada-Mu. (H. R. Abu Daud no. 1524, Nasa'i no. 1302)

Berlindung Dari Fitnah Dajjal


عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا تَشَهَّدَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللهِ مِنْ أَرْبَعٍ يَقُوْلُ اَللهم  إِنِّى أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ
Dari Abu Hurairah ia berkata, Rasulullah saw bersabda : Bila seseorang diantara kamu membaca tasyahud, maka mintalah perlindungan kepada Allah dari empat perkara, beliau berdoa : Allaahumma innii a'uudzu bika min 'adaabi jahannama wamin 'adaabil qobri wamin fitnatil mahyaa wal mamaat wamin syarri fitnatil masiihid dajjaal (Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa Jahannam, siksa kubur, fitnah kehidupan dan fitnah kematian dan dari fitnah Dajjal). (H. R. Muslim no. 1352)

Monday, September 16, 2019

Amalan Yang Dicintai Allah Dan Manusia


عَنْ أَبِي الْعَبَّاس سَهْل بِنْ سَعْد السَّاعِدِي رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ : جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : ياَ رَسُوْلَ اللهِ دُلَّنِي عَلَى عَمَلٍ إِذَا عَمِلْتُهُ أَحَبَّنِيَ اللهُ وَأَحَبَّنِي النَّاسُ، فَقَالَ : اِزْهَدْ فِي الدُّنْيَا يُحِبُّكَ اللهُ، وَازْهَدْ فِيْمَا عِنْدَ النَّاسِ يُحِبُّكَ النَّاسُ. 
Dari Abu Abbas Sahl bin Sa’ad Assa’idi ra dia berkata : Seseorang mendatangi Rasulullah saw, maka beliau berkata : Wahai Rasulullah, tunjukkan kepadaku sebuah amalan yang jika aku kerjakan, Allah dan manusia akan mencintaiku, maka beliau bersabda: Zuhudlah terhadap dunia maka engkau akan dicintai Allah dan zuhudlah terhadap apa yang ada pada manusia maka engkau akan dicintai manusia. (H. R. Ibnu Majah no. 4241dan lainnya) .

Kebaikan Adalah Akhlak Yang Baik


عَنْ النَّوَّاسِ بنِ سَمْعَانَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : الْبِرُّ حُسْنُ الْخُلُقِ وَاْلإِثْمُ مَا حَاكَ فِي نَفْسِكَ وَكَرِهْتَ أَنْ يَطَّلِعَ عَلَيْهِ النَّاسُ
Dari Nawwas bin Sam’an radhiallahuanhu, dari Rasulullah saw beliau bersabda : Kebaikan adalah akhlak yang baik, dan dosa adalah apa yang terasa mengaggu jiwamu dan engkau tidak suka jika diketahui  manusia  (H. R.  Muslim no. 6681)

Berkumpul Dengan Istri Merupakan Sedekah



عَنْ أَبِي ذَرٍّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ : أَنَّ نَاساً مِنْ أَصْحَابِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالُوا لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا رَسُوْلَ اللهِ، ذَهَبَ أَهْلُ الدُّثُوْرِ بِاْلأُجُوْرِ يُصَلُّوْنَ كَمَا نُصَلِّي، وَيَصُوْمُوْنَ كَمَا نَصُوْمُ، وَتَصَدَّقُوْنَ بِفُضُوْلِ أَمْوَالِهِمْ قَالَ : أَوَ لَيْسَ قَدْ جَعَلَ اللهُ لَكُمْ مَا يَتَصَدَّقُوْنَ : إِنَّ لَكُمْ بِكُلِّ تَسْبِيْحَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ تَكْبِيْرَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ تَحْمِيْدَةٍ صَدَقَةً، وَكُلِّ تَهْلِيْلَةٍ صَدَقَةً وَأَمْرٍ بِالْمَعْرُوْفِ صَدَقَةً وَنَهْيٍ عَن مُنْكَرٍ صَدَقَةً وَفِي بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةً قَالُوا : يَا رَسُوْلَ اللهِ أَيَأْتِي أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُوْنُ لَهُ فِيْهَا أَجْرٌ ؟ قَالَ : أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِي حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ وِزْرٌ ؟ فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِي الْحَلاَلِ كَانَ لَهُ أَجْرٌ
Dari Abu Dzar ra : Sesungguhnya sejumlah orang dari shahabat Rasulullah saw berkata kepada Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam :  Wahai Rasululullah, orang-orang kaya telah pergi dengan membawa pahala yang banyak, mereka shalat sebagaimana kami shalat, mereka puasa sebagaimana kami puasa dan mereka bersedekah dengan kelebihan harta mereka (sedang kami tidak dapat melakukannya). (Rasulullah saw) bersabda : Bukankah Allah telah menjadikan bagi kalian jalan untuk bersedekah ? : Sesungguhnya setiap tashbih merupakan sedekah, setiap takbir merupakan sedekah, setiap tahmid merupakan sedekah, setiap tahlil merupakan sedekah, amar ma’ruf nahi munkar merupakan sedekah dan setiap kemaluan kalian merupakan sedekah. Mereka bertanya : Ya Rasulullah masakah dikatakan berpahala seseorang diantara kami yang menyalurkan syahwatnya ?, beliau bersabda : Bagaimana pendapat kalian seandainya hal tersebut disalurkan dijalan yang haram, bukankah baginya dosa ?, demikianlah halnya jika hal tersebut diletakkan pada jalan yang halal, maka baginya mendapatkan pahala. (H. R. Muslim no. 2376)

Tuesday, September 10, 2019

Tinggalkanlah Apa Yang Meragukanmu


عَنْ أَبِي مُحَمَّدٍ الْحَسَنُ بْنُ عَلِي بْنِ أبِي طَالِبٍ سِبْطِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرَيْحَانَتِهِ رَضِيَ الله عَنْهُمَا قَالَ : حَفِظْتُ مِنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، دَعْ مَا يَرِيْبُكَ إِلَى مَا لاَ يَرِيْبُكَ
Dari Abu Muhammad Al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib, cucu Rasulullah saw dan kesayangannya dia berkata : Saya menghafal dari Rasulullah saw (sabdanya): Tinggalkanlah apa yang meragukanmu kepada apa yang tidak meragukanmu. (H. R. Turmudzi no. 2708 dan Nasa'i no. 5729)