Saturday, August 17, 2019

Nabi Mencintai Tanah Airnya

َنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِىَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا قَدِمَ مِنْ سَفَرٍ، فَنَظَرَ إِلَى جُدُرَاتِ الْمَدِيْنَةِ أَوْضَعَ رَاحِلَتَهُ، وَإِنْ كَانَ عَلَى دَابَّةٍ، حَرَّكَهَا مِنْ حُبِّهَا
Dari Anas ra, bahwasanya Nabi saw ketika kembali dari bepergian, dan melihat dinding-dinding madinah beliau mempercepat laju untanya. Apabila beliau menunggangi unta maka beliau menggerakkan (mempercepat) karena kecintaan beliau pada Madinah. (H. R. Bukhari no. 1886, Ibnu Hibban no. 427)

Thursday, August 15, 2019

Jual Beli Yang Sah Tapi Dilarang




Beberapa contoh jual beli dibawah ini dipandang sah, sedangkan hukumnya dilarang (haram), yaitu :

1. Membeli barang dengan harga yang lebih mahal dari harga pasar, sedangkan ia tidak menginginkan barang itu, tetapi semata-mata supaya orang lain tidak dapat membeli barang itu.

2. Membeli barang yang sudah dibeli orang lain yang masih dalam masa khiyar (boleh memilih antara dua, meneruskan aqad jual beli atau mengurungkannya)

عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَبِعِ الرَّجُلُ عَلىٰ بَيْعِ أَخِيْهِ وَلَا يَخْطُبْ عَلىٰ خِطْبَةِ أَخِيْهِ إِلَّا أَنْ يَأْذَنَ لَهُ
Dari Ibnu Umar dari Nabi saw, beliau bersabda: Janganlah seseorang menjual barang yang telah dijual kepada saudaranya dan janganlah meminang perempuan yang telah dipinang saudaranya, kecuali jika mendapatkan izin darinya. (H. R. Muslim no. 3521)

3. Mencegat orang-orang yang datang dari desa di luar kota,lalu membeli barangnya sebelum mereka sampai ke pasar dan sewaktu mereka belum mengetahui harga pasar

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ طَاوُسٍ عَنْ أَبِيْهِ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِىَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ تَلَقَّوُا الرُّكْبَانَ وَلاَ يَبِيْعُ حَاضِرٌ لِبَادٍ. قَالَ فَقُلْتُ لاِبْنِ عَبَّاسٍ مَا قَوْلُهُ لاَ يَبِيْعُ حَاضِرٌ لِبَادٍ قَالَ لاَ يَكُوْنُ لَهُ سِمْسَارًا
Dari Abdullah bin Thawus dari ayahnya, dari Ibnu Abbas, ia berkata, Rasulullah saw bersabda : Janganlah kamu menghadang di tengah perjalanan orang-orang yang membawa dagangan (untuk membeli barang dagangannya), dan orang kota jangan menjual kepada orang desa. Aku (Thawus) bertanya kepada Ibnu Abbas : Apakah maksud sabda beliau : Orang kota dilarang menjual kepada orang desa? Ibnu Abbas menjawab : Janganlah orang kota menjadi makelar (perantara) baginya. (H. R.Bukhari no. 2158, Muslim no. 3900)

4. Membeli barang untuk ditahan agar dapat dijual dengan harga yang lebih mahal, sedangkan masyarakat umum memerlukan barang itu

عَنْ مَعْمَرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لاَ يَحْتَكِرُ إِلاَّ خَاطِئٌ
Dari Ma'mar bin Abdullah, dari Rasulullah saw bersabda : Tidaklah menimbun barang malainkan orang yang durhaka (berdosa). (H. R. Muslim no. 4207)

5. Menjual sesuatu barang yang berguna (bermanfaat), tetapi kemudian dijadikan alat maksiat oleh yang membelinya

وَتَعَاوَنُوْا عَلٰى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلاَ تَعَاوَنُوْا عَلٰى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ
Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. (Q.S. 5 Al Maa-idah 2)

6. Jual beli yang disertai tipuan. Berarti dalam urusan jual beli itu ada tipuan,baik dari pihak pembeli maupun dari penjual, pada barang ataupun ukuran, takaran atau timbangan.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ عَلَى صُبْرَةِ طَعَامٍ فَأَدْخَلَ يَدَهُ فِيْهَا فَنَالَتْ أَصَابِعُهُ بَلَلاً فَقَالَ مَا هَذَا يَا صَاحِبَ الطَّعَامِ. قَالَ أَصَابَتْهُ السَّمَاءُ يَا رَسُوْلَ اللهِ، قَالَ أَفَلاَ جَعَلْتَهُ فَوْقَ الطَّعَامِ كَىْ يَرَاهُ النَّاسُ مَنْ غَشَّ فَلَيْسَ مِنِّى
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah melewati setumpuk makanan, lalu beliau memasukkan tangannya ke dalamnya, kemudian tangan beliau menyentuh sesuatu yang basah, maka beliau bertanya: Apa ini wahai pemilik makanan? sang pemiliknya menjawab : Makanan tersebut terkena air hujan wahai Rasulullah. Beliau bersabda: Mengapa kamu tidak meletakkannya di bagian atas makanan agar manusia dapat melihatnya. Barang siapa menipu maka dia bukan dari golonganku. (H. R. Muslim no. 295)

Rasulullah Membayar Orang Yang Membekamnya


عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِىَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ احْتَجَمَ النَّبِىُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَعْطَى الَّذِى حَجَمَهُ، وَلَوْ كَانَ حَرَامًا لَمْ يُعْطِهِ
Dari Ibnu Abbas ra berkata : Rasulullah saw berbekam dan membayar orang yang membekamnya. Seandainya berbekam itu haram, tentu beliau tidak akan memberi upah. (H. R. Bukhari no.2103).

Dalam Jual Beli Boleh Melakukan Khiyar


عَنْ حَكِيْمِ بْنِ حِزَامٍ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِىِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْبَيِّعَانِ بِالْخِيَارِ مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا - أَوْ قَالَ حَتَّى يَتَفَرَّقَا - فَإِنْ صَدَقَا وَبَيَّنَا بُوْرِكَ لَهُمَا فِى بَيْعِهِمَا، وَإِنْ كَتَمَا وَكَذَبَا مُحِقَتْ بَرَكَةُ بَيْعِهِمَا
Dari Hakim bin Hizam ra dari Nabi saw bersabda : Dua orang yang melakukan jual beli boleh melakukan khiyar (pilihan untuk melangsungkan atau membatalkan jual beli) selama keduanya belum berpisah, Atau sabda beliau : Hingga keduanya berpisah. Jika keduanya jujur dan menampakkan cacat dagangannya maka keduanya diberkahi dalam jual belinya dan bila menyembunyikan cacat dan berdusta maka akan dimusnahkan keberkahan jual belinya. (H. R. Bukhari no.2082)

Sujud Sahwi Bila Rakaat Kurang


عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ قَالَ صَلَّى بِنَا النَّبِىُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الظُّهْرَ أَوِ الْعَصْرَ فَسَلَّمَ، فَقَالَ لَهُ ذُو الْيَدَيْنِ الصَّلاَةُ يَا رَسُوْلَ اللهَ أَنَقَصَتْ فَقَالَ النَّبِىُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِأَصْحَابِهِ أَحَقٌّ مَا يَقُوْلُ. قَالُوا نَعَمْ. فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ أُخْرَيَيْنِ ثُمَّ سَجَدَ سَجْدَتَيْنِ. قَالَ سَعْدٌ وَرَأَيْتُ عُرْوَةَ بْنَ الزُّبَيْرِ صَلَّى مِنَ الْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ فَسَلَّمَ وَتَكَلَّمَ ثُمَّ صَلَّى مَا بَقِىَ وَسَجَدَ سَجْدَتَيْنِ وَقَالَ هَكَذَا فَعَلَ النَّبِىُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Dari Abu Hurairah ra berkata : Nabi saw shalat Zhuhur atau Ashar bersama kami, lalu beliau memberi salam. Kemudian Dzul Yadain berkata kepada beliau : Wahai Rasulullah, apakah shalat dikurangi (raka'atnya)? Maka Nabi saw berkata kepada para sahabatnya : Benarkah yang dikatakannya? Orang-orang menjawab : Benar. Maka Beliau menyempurnakan dua raka'at yang tertinggal lalu sujud dua kali. Said berkata : Dan aku melihat Urwah bin Zubair shalat maghrib dua rakaat lalu salam dan dia telah berbicara, kemudian ia shalat satu rakaat yang tertinggal lalu sujud dua kali. Abu Hurairah berkata : Begitulah yang dikerjakan oleh Nabi saw.  (H. R. Bukhari no.1227)

Wednesday, August 14, 2019

Adab Atau Etika Berdoa




1. Diawali dengan mambaca basmalah

وَفِي رِوَايَةٍ كُلُّ أَمْرٍ ذِي بَالٍ  لَا يُبْدَأُ فِيْهِ بِبِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِْ أَقْطَعُ
Dalam riwayat yang lain, setiap perkara yang baik bila tidak dimulai dengan menyebut nama Allah, maka terputus (dari rahmat Allah). (Imam Nawawi - Kitab Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab, Juz I, halaman 73)

2. Memuji kepada Allah

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّ أَمْرٍ ذِى بَالٍ لاَ يُبْدَأُ فِيْهِ بِحَمْدِ اللهِ فَهُوَ أَقْطَعُ
Dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah saw bersabda : Setiap perkara yang baik bila tidak dimulai dengan memuji kepada Allah, maka terputus (dari rahmat Allah) (H. R. Ibnu Hibban no. 173, Ibnu Majah no. 1969, Baihaqi no. 5978 dan lainnya)

3. Membaca shalawat

عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ قَالَ إِنَّ الدُّعَاءَ مَوْقُوفٌ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ لاَ يَصْعَدُ مِنْهُ شَىْءٌ حَتَّى تُصَلِّىَ عَلىٰ نَبِيِّكَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Dari Umar bin khaththab, ia berkata : Sesungguhnya doa itu tertahan (mengambang) antara langit dan bumi, tidak dapat naik sedikitpun sampai dibacakan shalawat kepada nabimu saw. (H. R. Tirmidzi no. 488)

عن فَضَالَةَ بْنِ عُبَيْدٍ صَاحِبَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ سَمِعَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلاً يَدْعُو فِى صَلاَتِهِ لَمْ يُمَجِّدِ اللهُ تَعَالَى وَلَمْ يُصَلِّ عَلَى النَّبِىِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَجِلَ هَذَا. ثُمَّ دَعَاهُ فَقَالَ لَهُ أَوْ لِغَيْرِهِ  إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِتَحْمِيْدِ رَبِّهِ جَلَّ وَعَزَّ وَالثَّنَاءِ عَلَيْهِ ثُمَّ يُصَلِّى عَلَى النَّبِىِّ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ يَدْعُو بَعْدُ بِمَا شَاءَ
Dari Fadhalah bin Ubaid sahabat Rasulullah saw berkata : Rasulullah saw mendengar seorang laki-laki berdoa pada (rangkaian) shalatnya, tanpa memuliakan Allah ta'ala (dengan memuji-Nya) dan tanpa mengucapkan shalawat kepada Nabi saw,  maka Rasulullah bersabda : orang ini maunya segera. Kemudian ia memanggilnya. Belaiu bersabda kepadanya atau (perawi hadits ragu-ragu) kepada yang lain : Apabila salah seorang dari kamu telah selesai shalat, hendaklah ia mulai pula memuliakan dan memuji Tuhannya kemudian mengucapkan shalawat kepada Nabi saw, barulah ia berdoa sesudahnya sesuka hatinya. (H. R.Abu Daud no. 1483, Tirmidzi no. 3815 dan lainnya)

4. Menghadap kiblat

5. Mengangkat tangan dan mengusapkan ke wajah ketika selesai doa

عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ  رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  إِذَا رَفَعَ يَدَيْهِ فِى الدُّعَاءِ لَمْ يَحُطَّهُمَا حَتّٰى يَمْسَحَ بِهِمَا وَجْهَهُ.
Dari Umar bin khattab ra beliau berkata, manakala Rasulullah saw mengangkat kedua tangannya ketika berdoa, beliau tidak menurunkan keduanya sebelum mengusap wajahnya dengan kedua tangannya. (H. R. Tirmidzi no. 3714)

6. Dengan keyakinan yang sungguh-sungguh doa akan dikabulkan

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ادْعُوا اللهَ وَأَنْتُمْ مُوْقِنُوْنَ بِالْإِجَابَةِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ لاَ يَسْتَجِيْبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَهٍ
Dari Abu Hurairah ia berkata, Rasulullah saw bersabda : Berdoalah kamu kepada Allah, dan kamu harus yakin akan dikabulkan. Dan ketahuilah bahwa Allah tidak akan mengabulkan doa orang yang hatinya lalai, tidak konsentrasi (H. R. Tirmidzi no. 3816)

7. Tidak memakan makanan yang haram

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ اللهَ تَعَالَى طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّباً، وَإِنَّ اللهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِيْنَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِيْنَ فَقَالَ تَعَالَى:  يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوْا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوْا صَالِحاً، وَقاَلَ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا كُلُوْا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ، ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيْلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ ياَ رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِّيَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لَهُ.
Dari Abu Hurairah ra dia berkata : Rasulullah saw bersabda : Sesungguhnya Allah ta’ala itu baik, tidak menerima kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Allah memerintahkan orang beriman sebagaimana dia memerintahkan para rasul-Nya dengan firmannya : Wahai Para Rasul makanlah yang baik-baik dan beramal shalihlah. Dan Dia berfirman : Wahai orang-orang yang beriman makanlah yang baik-baik dari apa yang Kami rizkikan kepada kalian. Kemudian beliau menyebutkan ada seseorang melakukan perjalan jauh dalam keadaan kumal dan berdebu. Dia memanjatkan kedua tangannya ke langit seraya berkata : Yaa Robbku, Ya Robbku, padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan kebutuhannya dipenuhi dari sesuatu yang haram, maka (jika begitu keadaannya) bagaimana doanya akan dikabulkan. (H. R.  Muslim no. 2393 ).

8. Diakhiri dengan doa sapu jagat disertai shalawat

رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلاَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّاِر                     

Tuhan kami berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta jauhkanlah kami dari siksa neraka.

وَصَلىَّ اللهُ عَلىٰ سَـيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلىٰ اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَا لَمِيْنَ. .. اَلْفَاتِحَهْ
Semoga rahmat ta’dhim Allah selalu dilimpah-kan kepada junjungan kita Nabi Muhammad dan kepada keluarganya serta para sahabatnya dan semoga Allah memberi keselamatan,  dan segala puji bagi allah Tuhan semesta alam. Al- Faatihah

9. Mengetahui waktu-waktu yang mustajabah, di antaranya adalah:

a. Sepertiga malam terakhir

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا مَضٰى شَطْرُ اللَّيْلِ أَوْ ثُلُثَاهُ يَنْزِلُ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالٰى إِلٰى السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَيَقُوْلُ هَلْ مِنْ سَائِلٍ يُعْطٰى هَلْ مِنْ دَاعٍ يُسْتَجَابُ لَهُ هَلْ مِنْ مُسْتَغْفِرٍ يُغْفَرُ لَهُ حَتّٰىيَنْفَجِرَ الصُّبْحُ
Dari Abu Hurairah ia berkata, Rasulullah saw bersabda : Jika pertengahan malam atau sepertiga malam telah berlalu, Allah Tabaraka wa Ta'ala (rahmat-Nya) turun ke langit dunia dan berfirman : Adakah orang yang meminta hingga diberi, adakah orang yang berdo'a hingga dikabulkan, dan adakah orang yang memohon ampun hingga dosanya diampuni. Demikian itu terjadi hingga waktu Shubuh datang. (H. R. Muslim no.1810)

b. Antara adzan dan iqamah

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُرَدُّ الدُّعَاءُ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالْإِقَامَةِ
Dari Anas bin Malik dia berkata, Rasulullah saw bersabda : Tidak akan tertolak doa antara adzan dan iqamah. (H.R. Abu Daud no. 521, Baihaqi no. 2013 dan lainnya)

c. Setelah shalat fardhu di masjid

d. Di waktu sujud terutama dalam shalat

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَقْرَبُ مَا يَكُوْنُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ
Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah saw bersabda : Keadaan seorang hamba yang paling dekat dari Rabbnya adalah ketika dia sujud, maka perbanyaklah doa. (H.R. Muslim No. 1111, Abu Daud no. 875)

e. Hari Jum'at

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ أَبُو الْقَاسِمِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ سَاعَةٌ لَا يُوَافِقُهَا مُسْلِمٌ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي يَسْأَلُ اللهَ خَيْرًا إِلَّا أَعْطَاهُ وَقَالَ بِيَدِهِ قُلْنَا يُقَلِّلُهَا يُزَهِّدُهَا
Dari Abu Hurairah ra dia berkata, Abu Qasim saw pernah bersabda : Pada hari Jum'at terdapat waktu, yang tidaklah seorang hamba muslim shalat dan meminta kebaikan kepada Allah, kecuali Allah akan mengabulkannya. Beliau memberi isyarat dengan tangannya. Kami berkata : Yaitu beliau menyempitkannya. (H. R. Bukhari no. 6400)

f. Hari Arofah di padang Arofah
g. Hari-hari di bulan Ramadhan
h.  Waktu duduknya khotib di antara dua khutbah Jum'at

عَنْ أَبِى بُرْدَةَ بْنِ أَبِى مُوسَى الْأَشْعَرِىِّ قَالَ قَالَ لِى عَبْدُ اللهِ بْنُ عُمَرَ أَسَمِعْتَ أَبَاكَ يُحَدِّثُ عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِى شَأْنِ سَاعَةِ الْجُمُعَةِ قَالَ قُلْتُ نَعَمْ سَمِعْتُهُ يَقُوْلُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ هِىَ مَا بَيْنَ أَنْ يَجْلِسَ الْإِمَامُ إِلَى أَنْ تُقْضَى الصَّلاَةُ
Dari Abu Burdah bin Abu Musa Al-Asy'ari ia berkata, Abdullah bin Umar bertanya padaku : Apakah kamu pernah mendengar ayahmu meriwayatkan hadits dari Rasulullah saw perihal satu waktu (yang mustajab) pada hari Jum'at? Abu Burdah berkata, Saya menjawab : Ya, aku mendengarnya, ia berkata, Aku mendengar Rasulullah saw bersabda : Waktunya ialah antara imam duduk (di mimbar) hingga selesai shalat Jum'at. (H. R. Muslim no. 2012, Abu Daud no. 1051)

10. Di tempat-tempat yang mustajabah, di antaranya :

a. Di padang arofah pada tanggal 9 Dzulhijjah
b. Di Multazam
c. Di Hijir Ismail
d. Di maqam Ibrahim
e. Dan di Area masjidil haram lainnya
f. Di Raudhah masjid Nabawi

11. Dalam keadaan tertentu

a. Saat berpuasa, saat di dzalimi

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ اَلْإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ يَرْفَعُهَا اللهُ دُوْنَ الْغَمَامِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَتُفْتَحُ لَهَا أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَيَقُوْلُ بِعِزَّتِى لَأَنْصُرَنَّكِ وَلَوْ بَعْدَ حِيْنٍ
Dari Abu Hurairah ia berkata, Rasulullah saw bersabda :  Ada tiga orang yang doanya tidak ditolak : Pemimpin yang adil, orang yang berpuasa sampai dia berbuka, dan doa orang yang didzalimi, Allah angkat di atas awan pada hari kiamat, dan dibukanya pintu-pintu langit dan Allah berfirman : Demi kemulyaan-Ku, Aku benar-benar akan menolongmu sekalipun beberapa waktu lagi. (H. R. Ibnu Majah no. 1824, Ahmad no. 9994)

b. Saat bepergian (musafir)

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لاَ شَكَّ فِيْهِنَّ دَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ
Dari Abu Hurairah ia berkata, Rasulullah saw bersabda : Tiga doa mustajabah yang tidak diragukan lagi, yaitu doa orang yang didzalimi, doa orang yang sedang bepergian (musafir) dan doa orang tua pada anaknya. (H. R. Tirmidzi no. 2029, Ahmad no. 7721 dan lainnya).

c. Saat berperang, saat shalat dan saat hujan turun

وَرَوَى الشَّافِعِيُّ رَحِمَهُ اللهِ فِي " اْلأُمِّ " بِإِسْنَادِهِ حَدِيْثًا مُرْسَلًا  عَنِ الَّنبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ قَالَ : " اُطْلُبُوا اسْتِجابَةَ الدُّعَاءِ عِنْدَ اْلتِقَاءِ الْجُيُوْشِ وَإِقَامَةِ الصّلَاةِ وَنُزُوْلِ الْغَيْثِ وَقَدْ حُفِظَتُ عَنْ غَيْرِ وَاحِدٍ طَلَبَ الْإِجَابَةَ عِنْدَ نُزُوْلِ الْغَيْثِ وَإِقَامَةِ الصَّلَاةِ
Imam Syafi'i meriwayatkan sebuah hadits mursal di dalam kitab Al-Umm, dari Nabi saw bersabda : Tuntutlah doa yanbg mustahab ketika tentara sedang berhadapan (di medan perang), sedang menjalankan shalat, dan ketika hujan turun. (Kitab Al-Adzkar Imam Nawawi, halaman 165)

d. Saat berdoa dipimpin imam

عَنْ حَبِيْبِ بْنِ مَسْلَمَةِ الْفِهْرِي  سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ لَا يَجْتَمِعُ مَلَأُ فَيَدْعُوْا بَعْضُهُمْ وَ يُؤَمِّنُ الْبَعْضُ إِلَّا أَجَابَهُمُ اللهُ. المستدرك على الصحيحين للحاكم
Dari Habib bin Maslamah Al-Fihri, saya mendengar Rasulullah saw bersabda : Tidaklah berkumpul sekelompok orang, kemudian sebagian mereka berdoa dan sebagian yang lain membaca amin, kecuali Allah swt pasti akan mengabulkannya  (Al-Mustadrak 'ala Al-shahihain lil Hakim no. 5478)

Dan masih banyak lagi adab (etika) berdoa sebagai upaya untuk diterimannya doa kita.

Allah Menetapkan Rizki, Ajal, Amal, Kecelakaan atau Kebahagiaan Manusia


عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : حَدَّثَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوْقُ : إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْماً نُطْفَةً، ثُمَّ يَكُوْنُ عَلَقَةً مِثْلَ   ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُوْنُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيْدٌ. فَوَ اللهِ الَّذِي لاَ إِلَهَ غَيْرُهُ إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا، وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا.
Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud ra beliau berkata : Rasulullah saw menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang benar dan dibenarkan : Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya sebagai setetes mani selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi setetes darah selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging selama empat puluh hari. Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu ditiupkan padanya ruh dan dia diperintahkan untuk menetapkan empat perkara : menetapkan rizkinya, ajalnya, amalnya dan kecelakaan atau kebahagiaannya. Demi Allah yang tidak ada Ilah selain-Nya, sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli surga hingga jarak antara dirinya dan surga tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli neraka maka masuklah dia ke dalam neraka. sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli neraka hingga jarak antara dirinya dan neraka tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli surga  maka masuklah dia ke dalam surga. (H. R.  Bukhori no. 6594 dan Muslim no. 6893 )