Kamis, 03 September 2015

Wudhu di WC



                   Dalam kitab Safinatun Najah karangan Syaikh Salim bin Samir Al-Hadhrami yang telah diberi komentar (syarah) oleh Syaikh Muhammad Nawawi dalam kitabnya Kasyifatus Saja, disebutkan hal-hal yang berkenaan dengan syarat sahnya wudhu, yaitu sebagai berikut : 
شُرُوْطُ اْلوُضُوْءِ عَشَرَةٌ : اَلْإِسْلَامُ وَالتَّمْيِيْزِ وَالنَّقَاءَ عَنِ الْحَيْضِ وَالنِّفَاسِ وَعَمَّا يَمْنَعُ وُصُوْلَ الْمَاءِ إِلَى اْلبَشَرَةِ وَأَلَّا يَكُوْنَ عَلَى الْعُضْوِ مَا يُغَيِّرُ الْمَاءَ وَالْعِلْمُ بِفَرْضِيَّتِهِ وَأَلَّا يَعْتَقِدَ فَرْضًا مِنْ فُرُوْضِهِ سُنَّةً وَالْمَاءُ الطَّهُوْرُ وَدُخُوْلُ اْلوَقْتِ وَالْمُوَالَاةُ لِدَائِمِ الْحَدَثِ
Sarat sahnya wudhu itu adaa sepuluh :
1.  Beragama Islam
2.  Sudah Mumayyiz
3. Bersih dari haid dan nifas
4. Bersih dari sesuatu yang menghalangi sampainya air kepada kulit
5.  Pada anggota wudhu tidak ada sesuatu yang mengubah air
6.  Mengetahui kefardhuan wudhu
7.  Tidak mengiktikadkan sunah terhadap yang fardhu
8.  Airnya harus suci-menyucikan
9.  Harus terus-menerus, bagi orang yang selalu berhadats
(Kitab Kasyifatus Saja Syarah Safinatun Najah, halaman 25)
            Penjelasan ini juga terdapat dalam kitab Safinatun Najah, halaman 4, dalam pasal "Syuruthul Wudhu"
            Dari penjelasan di atas tadi dengan gamblang dapat kita ketahui bahwa di antara syarat sahnya wudhu yang sepuluh macam itu tidak ada keterangan agar jangan wudhu di WC. Dengan demikian,berwudhu di WC hukumnya sah.
            Syaikh Hasanain Muhammad Makhluf telah berfarwa :
جَوَازُ اْلوُضُوْءِ دَاخِلَ بَيْتِ الْخَلآءِ
Boleh hukumnya wudhu di dalam WC (Fatawa Syar'iyah, juz I, halaman 214)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar